Dejurnal.com, Garut — Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Asgar menandai perjalanan delapan tahun kiprahnya dalam membina dan mengembangkan talenta sepak bola muda melalui malam anugerah bertajuk “Putra Asgar Award 2026”. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Garut tersebut menjadi momentum istimewa untuk mengapresiasi perjuangan para pemain, pelatih, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam membesarkan SSB Putra Asgar.
Perayaan ulang tahun ke-8 ini tidak hanya menjadi ajang syukuran atas perjalanan organisasi, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap kerja keras para pemain yang selama ini berjuang mengukir prestasi di berbagai kompetisi. Kehadiran Wakil Bupati Garut dalam kegiatan tersebut turut memberikan semangat dan apresiasi bagi upaya pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Garut.
Di tengah tantangan pengembangan olahraga daerah, SSB Putra Asgar menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi fondasi penting dalam melahirkan pemain-pemain muda potensial yang mampu bersaing di tingkat regional hingga nasional.
Berawal dari Beberapa Anak, Kini Membina 270 Pemain Aktif
Irwan Adang Irawan selaku pendiri sekaligus pembina SSB Putra Asgar mengungkapkan rasa syukur sekaligus haru atas perkembangan sekolah sepak bola yang dirintisnya sejak delapan tahun lalu.
Ia mengaku tidak pernah membayangkan bahwa SSB Putra Asgar dapat berkembang hingga memiliki ratusan pemain aktif, terlebih setelah melewati masa pandemi yang menjadi tantangan bagi banyak kegiatan olahraga dan pembinaan anak-anak.
“Saya juga merinding. Di usia ke-8 ini, saya sangat tidak menyangka bisa berkembang sejauh ini. Bermula dari hanya beberapa anak, kini Alhamdulillah terus bertambah, bahkan setelah pandemi,” ujar irwan saat di temui dejurnal.com, Sabtu (17/10/2026).
Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas dan kemampuan teknis. Komitmen pengelola, kedisiplinan pemain, dukungan orang tua, serta kerja keras para pelatih menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan proses pembinaan.

Saat ini, SSB Putra Asgar tercatat memiliki sekitar 270 pemain aktif yang dibina oleh delapan pelatih, termasuk pelatih khusus penjaga gawang atau kiper. Para pemain berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak berusia enam tahun hingga kategori senior.
Jumlah tersebut menjadi modal penting bagi Putra Asgar untuk memperluas pembinaan dan menciptakan jalur pengembangan pemain secara berjenjang. Dengan sistem pembinaan yang berkelanjutan, para pemain diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan mengolah bola, tetapi juga memahami kedisiplinan, kerja sama tim, sportivitas, dan tanggung jawab.
Torehkan Prestasi, Pemain Muda Mulai Menembus Klub Lebih Tinggi
Selama delapan tahun perjalanan, SSB Putra Asgar telah mencatatkan sejumlah prestasi dalam berbagai kompetisi sepak bola. Di antaranya, keberhasilan meraih gelar juara Liga Anak Jawa Barat, berprestasi di Liga Jawa Barat, serta menorehkan pencapaian dalam kompetisi Persigar.
Prestasi tersebut menjadi hasil dari proses latihan dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Setiap kelompok usia diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan melalui latihan maupun pertandingan, sehingga pemain memiliki pengalaman menghadapi persaingan sejak dini.
Salah satu pemain yang menjadi kebanggaan adalah Arvan, kelahiran 2011, yang kini telah bergabung dalam EPA versi Kediri sebagaimana disampaikan pihak SSB Putra Asgar.
Pencapaian Arvan menjadi salah satu gambaran terbukanya peluang bagi pemain muda asal Garut untuk meniti karier sepak bola pada jenjang yang lebih tinggi. Namun, perjalanan menuju sepak bola profesional tentu membutuhkan konsistensi latihan, peningkatan kualitas permainan, kedisiplinan, serta kesiapan mental menghadapi persaingan.
Selain Arvan, pemain dari berbagai kategori usia juga terus didorong agar mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Bahkan, para pemain kelahiran 2009 dan sebelumnya mulai diarahkan untuk mendapatkan kesempatan bergabung dengan klub-klub yang memiliki jenjang kompetisi lebih tinggi.
Langkah penyaluran pemain tersebut menjadi bagian penting dari tujuan pembinaan SSB, yakni tidak hanya menciptakan pemain berprestasi di tingkat usia dini, tetapi juga menyiapkan mereka agar memiliki kesempatan berkembang menuju sepak bola profesional.
Putra Asgar Award 2026, Penghargaan atas Kerja Keras dan Dedikasi
Penyelenggaraan “Putra Asgar Award 2026” menjadi salah satu bagian penting dalam peringatan hari jadi kedelapan SSB Putra Asgar.
Malam anugerah ini menjadi momentum untuk menghargai proses panjang yang telah dilalui para pemain dan pelatih. Di balik setiap kemenangan dan prestasi, terdapat latihan yang berulang, pengorbanan waktu, kedisiplinan, serta perjuangan menghadapi kekalahan dan persaingan.
Penghargaan juga memiliki arti penting dalam membangun motivasi pemain agar terus meningkatkan kemampuan dan tidak cepat berpuas diri atas pencapaian yang telah diraih.
Dalam pembinaan sepak bola usia muda, keberhasilan tidak semata-mata diukur dari jumlah trofi. Perkembangan teknik, pemahaman taktik, sikap sportif, karakter, dan kemampuan bekerja sama merupakan aspek yang sama pentingnya untuk membentuk pemain berkualitas.
Karena itu, momentum delapan tahun Putra Asgar diharapkan menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembinaan membutuhkan proses panjang dan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pengelola, pelatih, orang tua, pemerintah daerah, hingga lingkungan masyarakat.
Kehadiran Wakil Bupati Garut dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk perhatian terhadap perkembangan sepak bola daerah dan potensi generasi muda yang perlu terus mendapatkan ruang untuk tumbuh.
Bidik Liga 3, Perluas Jalan Menuju Sepak Bola Profesional
Setelah mengikuti kompetisi Liga 4, SSB Putra Asgar kini memiliki target lebih besar, yakni menapaki jenjang Liga 3. Target tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan, pembinaan pemain, dan kesiapan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
Untuk mewujudkan ambisi tersebut, konsistensi pembinaan menjadi faktor utama. Selain kemampuan individu pemain, diperlukan kekuatan tim, kedalaman skuad, kesiapan fisik dan mental, serta dukungan manajemen yang mampu menopang perjalanan klub dalam kompetisi.
Pengembangan pemain muda juga perlu terus diselaraskan dengan kebutuhan sepak bola modern. Para pemain harus mendapatkan pengalaman bertanding yang cukup, pendampingan pelatih yang berkualitas, serta kesempatan mengikuti seleksi dan kompetisi yang dapat membuka jalan menuju klub profesional.
Dengan sekitar 270 pemain aktif dan delapan pelatih, Putra Asgar memiliki potensi untuk memperkuat fondasi pembinaan sepak bola di Garut. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa jumlah pemain tersebut diiringi dengan peningkatan kualitas latihan, sarana pendukung, dan jalur kompetisi yang jelas.
Target menuju Liga 3 bukan sekadar ambisi untuk meningkatkan level kompetisi, melainkan juga peluang memperluas kesempatan bagi pemain-pemain muda Garut agar dapat menunjukkan kemampuan di panggung yang lebih besar.
Delapan Tahun Menjadi Fondasi untuk Masa Depan Sepak Bola Garut
Memasuki usia kedelapan, SSB Putra Asgar dihadapkan pada tanggung jawab yang semakin besar. Perjalanan yang bermula dari beberapa anak kini berkembang menjadi wadah pembinaan bagi ratusan pemain dari berbagai kelompok usia.
Pencapaian tersebut menjadi modal untuk melangkah lebih jauh, sekaligus menjadi pengingat bahwa pembinaan sepak bola membutuhkan kesinambungan, bukan sekadar keberhasilan dalam satu atau dua kompetisi.
Ke depan, keberhasilan Putra Asgar tidak hanya akan dinilai dari pencapaian target Liga 3, tetapi juga dari kemampuannya melahirkan pemain berkualitas yang dapat menembus klub lebih tinggi, menjaga karakter generasi muda, dan membawa nama Kabupaten Garut ke tingkat yang lebih luas.
Melalui “Putra Asgar Award 2026” semangat delapan tahun pembinaan diharapkan terus terjaga. Dengan dukungan semua pihak, SSB Putra Asgar berpeluang memperkuat perannya sebagai salah satu wadah pengembangan talenta sepak bola muda di Kabupaten Garut.
Perjalanan delapan tahun ini menjadi awal untuk tantangan berikutnya: membuktikan bahwa talenta muda Garut mampu berkembang, berprestasi, dan bersaing di dunia sepak bola yang semakin kompetitif.***Wilesha



















