Dejurnal.com, CIAMIS. Satu tahun perjalanan Lapak Cibuntu Stadium Ciamis dirayakan melalui gelaran Ramses Empire X GRD Team Anniversary Lapak Cibuntu ke-1, Sabtu (26/9/2026).
Bukan sekadar perlombaan, kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi yang mempertemukan ratusan penghobi merpati balap dari berbagai daerah.
Peserta datang dari Garut, Kuningan, Sidareja, Tasikmalaya, Banjar, Banjarsari, Pangandaran, Kawali, Panjalu hingga Panumbangan.
Penyelenggara sekaligus pemilik GRD Team Ciamis, Azis Nur Fauzi, mengatakan anniversary tersebut menjadi momentum untuk memperkuat keberadaan Lapak Cibuntu sebagai ruang bagi penghobi merpati balap di Ciamis.
“Yang utama adalah silaturahmi. Melalui kegiatan ini, penggemar dari berbagai wilayah bisa berkumpul dan bertemu langsung. Jadi bukan hanya tentang lomba, tetapi juga menjalin persaudaraan,” ujar Azis.
Menurutnya, GRD Team telah sekitar 12 tahun menekuni hobi merpati balap, sedangkan Ramses Empire relatif baru terjun ke dunia tersebut. Keduanya ikut mendukung gelaran anniversary Lapak Cibuntu.
A Opik Turut Mendorong Gelaran di Cibuntu
Azis juga mengapresiasi dukungan H. Taufik Gumelar atau A Opik, yang selama ini menjadi penasihat sekaligus memberikan perhatian terhadap kegiatan para penghobi merpati di Ciamis.
Dukungan tersebut tidak hanya diberikan saat kegiatan berlangsung. Menurut Azis, A Opik turut mendorong agar gelaran kali ini dilaksanakan di Lapak Cibuntu.
“Support juga dari penasihat kita, H. Taufik Gumelar atau A Opik. Selama ini beliau selalu mendukung kegiatan dan para penggemar di Ciamis difasilitasi serta dimudahkan. Beliau juga turut mendorong kegiatan ini dilaksanakan di Lapak Cibuntu,” katanya.
Dukungan tersebut dinilai membantu komunitas dalam menyelenggarakan kegiatan sekaligus membuka ruang bagi penghobi dari berbagai daerah untuk bertemu di Ciamis.
Hadiah Rp30 Juta, Tiket Anniversary Lebih Murah
Gelaran anniversary Lapak Cibuntu ke-1 menyediakan total hadiah Rp30 juta. Panitia menetapkan tiket pendaftaran Rp50.000, sedangkan DU 1 dan DU 2 masing-masing Rp30.000.
Azis menjelaskan harga tiket sengaja dibuat lebih rendah dibandingkan gelaran dengan nominal hadiah serupa.
“Biasanya dengan total hadiah Rp30 juta, tiket sekitar Rp60.000 sampai Rp70.000. Karena ini anniversary, kami memberikan tiket Rp50.000,” ujarnya.
Perlombaan digelar dalam satu kelas. Tidak ada pemisahan berdasarkan usia burung sehingga burung muda maupun tua berada dalam arena kompetisi yang sama.
Prestasi di Cibuntu Bisa Buka Peluang
Bagi peserta, kemenangan di Lapak Cibuntu tidak hanya berarti memperoleh hadiah. Performa burung juga menjadi kesempatan untuk dikenal lebih luas oleh jaringan penghobi.
Azis mengatakan burung yang tampil bagus dan meraih juara berpeluang mendapat perhatian dari tim-tim besar di tingkat nasional.
“Kalau ada yang juara di sini dan kualitasnya bagus, biasanya bisa menjadi perhatian tim-tim besar. Burung tersebut bisa saja ditawar,” tuturnya.
Peserta Luar Daerah Ikut Gerakkan Ekonomi Warga
Ramainya peserta dari luar Ciamis turut membawa dampak bagi aktivitas ekonomi masyarakat sekitar Lapak Cibuntu.
Kebutuhan peserta selama berada di Ciamis, mulai dari tempat tinggal hingga konsumsi, ikut menggerakkan usaha warga. Sekitar delapan rumah warga bahkan disebut digunakan sebagai tempat menginap peserta.
Azis berharap kegiatan merpati balap dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa menggairahkan UMKM. Ketika lomba berlangsung, penginapan, rumah warga dan pedagang juga ikut bergerak,” katanya.
Sebagian peserta telah berada di Ciamis sejak beberapa hari sebelum perlombaan. Kondisi tersebut membuat aktivitas ekonomi tidak hanya berlangsung pada hari pertandingan.
Lapak Cibuntu Disiapkan untuk Ajang Lebih Besar
Memasuki usia satu tahun, Lapak Cibuntu diharapkan terus berkembang sebagai salah satu wadah kegiatan merpati balap di Ciamis.
Azis menyebut pihaknya juga mulai menjajaki rencana menggelar kompetisi dengan skala lebih besar, termasuk kemungkinan Piala Gubernur di Lapak Cibuntu.
“Kami sudah mencoba merencanakan. Kalau memungkinkan, mudah-mudahan ke depan bisa ada Piala Gubernur di sini,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi awal dari semakin aktifnya komunitas merpati balap di Ciamis, dengan tetap mengedepankan silaturahmi dan manfaat bagi masyarakat.
“Harapannya bukan hanya mencari juara, tetapi juga membangun silaturahmi, persaudaraan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” pungkas Azis. (Nay Sunarti)


















