Dejurnal.com, Garut- Kadiskominfo Kabupaten Bandung, H. Yosep Nugraha, mengibaratkan wartawan itu seperti darah dalam tubuh, begitu dibutuhkan.. Namun, bila darah itu encer bisa membahayakan, begitu juga bila terlalu kental membahayakan juga.
Jadi , lanjut Yosep bila dalam menjalankan profesinya wartawan dinarengi dengan keseimbangan, yaitu dibarengi dengan etika, wartawan paham Kode Etik Jurnalistik, maka kemerdekaan pers akan berjalan dengan baik.
Hal tersebut disampaikan Yosep pada acara puncak ‘ Bawa Touring Wartawan Batur Bedas’ Diskominfo Kabupaten Bandung, diisi talkshow ” Ngabedaskeun Ngawangkung Bersama Dadang Supriatna Gaskeun) digelar di Hotel Sumber Alam, Cipanas, Kabupaten Garut, Selasa (6/2/2024) malam.
Karena ada kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan, Bupati Bandung, Dadang Supriatna tidak bisa hadir sebagai nara sumber. Namun, ia menitip pesan melalui Yosepp Nugraha, agar para wartawan menyebarluaskan ajakan kepada masyarakat untuk memastikan pada Pemilu tanggal14 Pebruari 2024 menggunakan hak pilih.
Talkshow yang diikuti para Jurnalis dari organisasinya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) , Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Ikatan Jurnalis Pajajaran (IJP) ini menghadirkan narasumber, Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung , H. Yosep Nugraha, Ketuan PWI Kabupaten Bandung (2019-2023), Pimpinan Redaksi dara.co.id, Rahmat Sidarmaji dan, Kepala Program Studi Bidang Jurnalistik Universitas Gunung DJati, Enjang Muhaimin.
Talkshow membedah masalah Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Narasumber, selain menyampaikan pengalaman jurnalistik juga menjawab pertanyaan yang disampaikan peserta talkshow.
Yosep Nugraha menyampaikan, kegiatan Media Ghatering merupakan program baru dalam melakukan pendekatan dengan salah satu mitra pemerintah. “Ke depan akan dibuat agenda yang akan membahagiakan semua yaitu sebuah forum yang tugasnya membahagiakan, membangun sebuah keluarga besar, ” katanya.
Yosep mengaku, dirinya menaruh kebanggaan tersendiri terhadap pekerjaan jurnalis yang dalam pekerjaannya bermain kata-kata. “Jadi luar biasa jurnalis dengan produknya . Jurnalis itu bekerja dalam sebuah dimensi, yaitu kata – kata, ” katanya. ***Sopandi