• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, April 28, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Budaya

Dangiang Galuh Binangkit Absen Ngarak Pataka, Ikon Budaya “Sesepuh” yang Terpinggirkan?

bydejurnalcom
Kamis, 12 Juni 2025
Reading Time: 2 mins read
Dangiang Galuh Binangkit Absen Ngarak Pataka, Ikon Budaya “Sesepuh” yang Terpinggirkan?
ShareTweetSend

Dejurnal, Ciamis,- Perayaan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-383 dengan acara Ngarak Pataka yang digelar Kamis 12 juni 2025 menyisakan catatan penting absennya Dangiang Galuh Binangkit, tokoh kolektif sesepuh budaya Tatar Galuh yang selama ini selalu menjadi pengantar utama Pataka dari Pendopo ke DPRD Ciamis.

Ketidakhadiran Dangiang Galuh Binangkit memicu tanda tanya besar, mengingat kelompok ini sejak awal berdirinya dikenal sebagai simbol kehormatan dan pelestari nilai-nilai leluhur di Ciamis. Mereka bukan organisasi kemasyarakatan (ormas), melainkan dibentuk atas inisiatif Bupati Ciamis terdahulu sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh sepuh Galuh.

Ketua Dangiang Galuh Binangkit, Dudung Abdullah menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Kabupaten Ciamis yang ke-383,  ia menjelaskan bahwa ketidakhadiran mereka bukan karena keengganan, melainkan keterbatasan. Dari 24 anggota aktif, sebagian besar merupakan tokoh senior dan lansia yang memerlukan bantuan khusus untuk hadir dalam acara resmi seperti pengantaran Pataka.

BacaJuga :

Kawal Program Sekolah Rakyat, Ciamis Siapkan Lahan Demi Pendidikan Anak Miskin

Meski Tumbang dari Persikota, PSGC Ciamis Pastikan Tiket 8 Besar Liga Nusantara

Comeback Dramatis di Tengah Hujan, PSGC Ciamis Makin Tak Terkejar di Puncak Liga Nusantara

“Kami mendapatkan undangan VIP tapi kami tidak bisa hadir, sebagian besar anggota sudah sepuh. Untuk hadir di acara seperti ini, perlu seragam yang layak, bahkan transportasi khusus. Tapi tahun ini tidak ada fasilitas itu,” ujar Dudung.

Dijelaskan Dudung dari 24 anggota, hanya 9 orang yang masih memiliki seragam, namun kondisinya sudah lusuh dan tidak layak pakai.

“Sebelumnya kami sudah mengajukan permohonan dukungan sekadar untuk penyewaan seragam dan transportasi tapi tidak mendapat respons memadai dari instansi terkait, dalam hal ini dinas kebudayaan,” terangnya

Menurut Dudung kehadiran Dangiang Galuh Binangkit selama 25 tahun terakhir dalam setiap perayaan Hari Jadi Ciamis bukan hanya simbol seremoni, melainkan cerminan nilai luhur “Nyaah ka indung, nyaah ka kolot” sayang kepada ibu dan orang tua yang selama ini dijunjung dalam bu

“Kalau hari ini mereka tak diikutsertakan, apakah masih layak kita bicara tentang mencintai orang tua? Mereka adalah bagian dari sejarah, mereka bagian dari wajah Ciamis,” tambah Dudung.

Lebih lanjut Dudung mengungkapkan Dangiang Galuh Binangkit selama ini diisi oleh tokoh-tokoh penting, mulai dari mantan pejabat, guru besar, hingga budayawan yang pernah berjasa bagi Ciamis.

“Absennya kami di acara Ngarak Pataka tahun ini walaupun telah dikomunikasikan kepada pihak terkait, tetap menjadi ironi dalam momentum sakral Kabupaten Ciamis,” ungkapnya

Dengan tidak hadirnya Dangiang mengundang perhatian agar ke depan, Pemkab Ciamis melalui dinas terkait bisa lebih memperhatikan keberadaan tokoh-tokoh budaya sepuh.

“Harus ada sebuah program khusus yang mengakomodasi kebutuhan dasar kami dari seragam, transportasi, hingga penghargaan moral. Jangan hanya dijadikan simbol sesaat. Jika kita benar-benar menghormati budaya dan para tokohnya, maka seharusnya mereka diberi tempat yang layak dan terhormat,” tutup Dudung.

Diketahui Dangiang Galuh Binangkit adalah bagian dari perjalanan sejarah Kabupaten Ciamis. Kehadiran mereka bukan atas dasar keinginan sendiri, melainkan mandat dari pemerintah sebelumnya. Ketidakhadiran mereka tahun idni bukan semata absensi fisik, tetapi sebuah peringatan agar semangat “Nyaah ka kolot” tak sekadar menjadi slogan, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: CiamisNgarak Pataka
Previous Post

Kopdes Merah Putih di Desa Mekarmukti Cibalong Terbentuk, Harapan Potensi Desa Dapat Tergali

Next Post

Bupati Herdiat Ziarah ke Makam Leluhur Galuh, Wujud Penghormatan di Hari Jadi ke-383 

Related Posts

Warga Nilai Kunjungan Gubernur Dedi Mulyadi ke Jembatan Cirahong, Minim Dialog dan Belum Sentuh Akar Masalah
deNews

Warga Nilai Kunjungan Gubernur Dedi Mulyadi ke Jembatan Cirahong, Minim Dialog dan Belum Sentuh Akar Masalah

Kamis, 9 April 2026
Tingkatkan Ibadah Ramadhan Disnaker Ciamis, “Ngaji Dulu” Sebelum Ngantor!
deNews

Tingkatkan Ibadah Ramadhan Disnaker Ciamis, “Ngaji Dulu” Sebelum Ngantor!

Kamis, 26 Februari 2026
Langkah Penentuan PSGC Ciamis, 8 Besar Liga Nusantara Jadi Gerbang Promosi Liga 2
deNews

Langkah Penentuan PSGC Ciamis, 8 Besar Liga Nusantara Jadi Gerbang Promosi Liga 2

Jumat, 30 Januari 2026
Kawal Program Sekolah Rakyat, Ciamis Siapkan Lahan Demi Pendidikan Anak Miskin
deNews

Kawal Program Sekolah Rakyat, Ciamis Siapkan Lahan Demi Pendidikan Anak Miskin

Rabu, 28 Januari 2026
Meski Tumbang dari Persikota, PSGC Ciamis Pastikan Tiket 8 Besar Liga Nusantara
deSport

Meski Tumbang dari Persikota, PSGC Ciamis Pastikan Tiket 8 Besar Liga Nusantara

Senin, 26 Januari 2026
Comeback Dramatis di Tengah Hujan, PSGC Ciamis Makin Tak Terkejar di Puncak Liga Nusantara
deSport

Comeback Dramatis di Tengah Hujan, PSGC Ciamis Makin Tak Terkejar di Puncak Liga Nusantara

Rabu, 21 Januari 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Resonansi : Tak Ada Pemotongan TPG, Betapa Bahagianya Para Guru

Kamis, 1 Juli 2021
Andrianto (kiri) saat bersama Siti Mamduhah, Ketua DKKG Kang Jiwan dan salah satu legislator Garut Syamsudin saat berziarah ke makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong, bebebrapa waktu lalu.

Kini, Makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong Garut Banyak Diziarahi Tokoh Masyarakat

Sabtu, 22 Juli 2023

KabarDaerah

Kenapa Gedong Budaya Sabilulungan jadi Gedong Budaya Soreang? Budayawan Abah Awie : Ini Salah, Jangan Semaunya”

Selasa, 17 Juni 2025

Wisata Air Deras Ada Di Garut, River Tubing Desa Sindangkasih

Rabu, 22 Februari 2023
Ketua FPPG, Asep Nurjaman

BKD Garut Jawab Tak Ada Perubahan Database Penempatan Guru PPPK, FFPG : Cek Dong Bungbulang-Cilawu!

Rabu, 4 Oktober 2023

Ruang Pelayanan Desa Cikidang Tampil dengan Wajah Baru, Demi Kenyamanan Masyarakat Desa

Kamis, 8 Agustus 2024
Asda 1 Subang, Rahmat Efendi

Pilkades Serentak Subang Bakal Dilaksanakan 19 Desember 2021

Kamis, 15 Juli 2021

Mulai 6 Mei, Garut Bakal Laksanakan PSBB Secara Parsial

Kamis, 30 April 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste