Dejurnal, Ciamis,– Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengambil langkah cepat dan terkoordinasi dalam penanganan bencana tanah longsor yang melanda Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, pada Kamis, 8 Mei 2025 melalui rapat koordinasi lintas sektor di Kantor Stasiun Ciamis. Rabu (16/07/2025)
Rapat tersebut umembahas sejumlah tindak lanjut krusial, termasuk perbaikan infrastruktur, relokasi, hingga bantuan sosial.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial.
“Kami mendorong sinergi antara pemerintah daerah, desa, dan pihak swasta agar penanganan pascabencana berjalan cepat, tepat, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat terdampak,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memaparkan bahwa mereka telah memulai pembangunan saluran drainase sepanjang 150 meter di area terdampak bencana.
Pihak PT KAI juga merencanakan pembangunan tambahan drainase sepanjang 850 meter yang akan diarahkan ke Sungai Citanduy untuk mencegah risiko bencana susulan.
Namun, untuk melanjutkan proyek tersebut secara menyeluruh, PT KAI membutuhkan dukungan administratif berupa Surat Keputusan (SK) Bupati Ciamis tentang Penetapan Status Keadaan Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Hidrometeorologi.
SK tersebut menjadi syarat utama dalam percepatan alokasi anggaran penanggulangan bencana dari berbagai sumber, termasuk CSR perusahaan.
Masih dalam rapat koordinasi tersebut, PT KAI menyatakan kesiapan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Pemerintah Kabupaten Ciamis diharapkan segera menyusun dan mengajukan proposal bantuan agar dapat diproses sesuai prosedur internal perusahaan.
Sementara itu, untuk kebutuhan pembangunan Tembok Penahan Tebing (TPT) di lahan warga yang rawan longsor, BPBD merekomendasikan agar Pemerintah Desa Karangkamulyan mengalokasikan Bantuan Keuangan Dana Desa (BKDD).
“Upaya ini menjadi bagian dari mitigasi risiko jangka panjang untuk menjamin keselamatan warga yang tinggal di sekitar lereng,” ujar Ani
Dikatakan Ani rapat koordinasi menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam menegaskan komitmen terhadap penanggulangan bencana yang bersifat terencana, terstruktur, dan berorientasi pada keberlanjutan
Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan dan mencegah bencana serupa di masa mendatang.
“Kolaborasi semua pihak adalah kunci. Kami berharap seluruh rekomendasi ini dapat segera ditindaklanjuti agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” pungkas Ani. (Nay Sunarti)