Dejurnal, Ciamis,- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, M.T., membuka secara resmi seminar pendidikan dalam rangka Musyawarah Daerah (Musda) IX Persatuan Islam (Persis) Kabupaten Ciamis di Aula Disdik Ciamis. Jumat (29/08/2025).
Seminar tersebut mengusung tema “Mengukir Masa Depan Pendidikan: Adaptasi dan Inovasi di Era Masyarakat 5.0”.
Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa pendidikan adalah pondasi utama membangun peradaban. Semangat menuntut ilmu, merupakan kewajiban setiap muslim sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.
“Pendidikan bukan sekadar mencetak generasi pintar, tetapi juga generasi yang beriman, berakhlak, dan mampu memanfaatkan ilmu serta teknologi untuk kemaslahatan. Di era masyarakat 5.0, inovasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi keharusan,” ujarnya
Andang menilai fenomena digitalisasi yang berkembang pesat tidak bisa dihindari. Namun, pemanfaatannya harus tetap dibingkai oleh nilai iman, ilmu, dan etika agar tidak menimbulkan dampak negatif.
“Teknologi adalah alat, bukan pengganti manusia. Tanpa dilandasi iman dan pengetahuan, teknologi bisa menimbulkan kesalahpahaman: yang salah bisa terlihat benar, yang benar bisa dianggap salah. Karena itu, pendidikan harus menjadi filter yang kuat,” tambahnya.
Andang juga mengapresiasi penyelenggaraan seminar tersebut karena selain sebagai forum berbagi gagasan, juga menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan insan pendidikan.
Lebih lanjut, Andang memaparkan bahwa Ciamis memiliki potensi geografis, budaya, dan religius yang menjadi modal sosial dalam membangun masyarakat berpendidikan. Posisi strategis Kabupaten Ciamis yang berada di jalur perlintasan Jawa Barat dan Jawa Tengah memberi peluang besar dalam pengembangan pendidikan.
“Indikator pembangunan pendidikan di Ciamis terus menunjukkan peningkatan. Harapan lama sekolah kita mencapai 14,3 tahun, sementara rata-rata lama sekolah berada di angka 8,1 tahun. Angka ini menjadi sinyal positif bahwa peran masyarakat dalam pendidikan semakin meningkat,” terang Andang.
Andang menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama lembaga pendidikan Islam, termasuk Persis, memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Harapannya, forum seperti Musda IX Persis ini dapat melahirkan gagasan inovatif untuk menghadapi tantangan era masyarakat 5.0.
“Dari Ciamis untuk Indonesia, mari kita jadikan kegiatan ini bukan hanya ruang diskusi, tetapi juga sumber ide cemerlang dan terobosan nyata dalam memajukan pendidikan. Tujuan akhirnya adalah masyarakat Ciamis yang berpendidikan, beriman, dan sejahtera,” tuturnya.
Andang berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan gagasan strategis untuk memajukan pendidikan, baik di Kabupaten Ciamis maupun di Indonesia.
“Dari Ciamis untuk Indonesia, kami ingin seminar ini tidak sekadar ruang diskusi, melainkan sumber ide dan inovasi yang dapat diterapkan nyata dalam dunia pendidikan,” imbuhnya
Hadir sebagai keynote speaker, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D., yang memaparkan arah kebijakan pendidikan nasional sesuai Asta Cita Presiden RI.
Prof. Atip menjelaskan bahwa kebijakan pendidikan kini difokuskan melalui tiga kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, serta Kebudayaan. Hal ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan pendidikan lebih terarah di tengah luasnya wilayah Indonesia yang terbentang dari Sabang hingga Merauke.
“Visi utama pendidikan Indonesia adalah meningkatkan mutu. Bukan hanya mencetak peserta didik yang pintar, tetapi juga cerdas secara utuh, dengan memadukan akal dan qalbu. Dalam pendidikan Islam, seorang fakih bukan hanya menguasai teks, tetapi mampu merumuskan solusi dengan mengoperasionalkan akal dan hati,” terangnya.
Atip juga menyoroti pentingnya peningkatan mutu pada seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi. Menariknya, 96 persen penyelenggara PAUD di Indonesia dikelola swasta. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan swasta menjadi kunci peningkatan kualitas pendidikan.
“Kalau hanya mengejar kuantitas, kita sudah banyak. Namun untuk bersaing secara global, yang harus diperjuangkan adalah kualitas,” tegas Prof. Atip.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Persis Ciamis, Isa Anshori, AQ., S.Ag., menyampaikan bahwa pendidikan bagi Persis adalah bagian dari jihad intelektual untuk memberikan manfaat bagi umat.
“Melalui pendidikan, kami berharap lahir generasi yang berkualitas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman. Lembaga pendidikan yang kami dirikan adalah amal jariyah untuk kemaslahatan masyarakat luas,” ujar Isa.
Isa menambahkan, generasi muda 10 hingga 30 tahun mendatang adalah hasil dari pendidikan hari ini. Karena itu, peran pendidikan agama harus diperkuat agar anak-anak tidak kehilangan identitas moral dan spiritual di tengah arus globalisasi.
Seminar pendidikan dalam Musda IX Persis Ciamis tidak hanya menjadi ajang diskusi akademis, tetapi juga forum silaturahmi antara pemerintah, ulama, pendidik, dan masyarakat. (Nay Sunarti)