Dejurnal.com, Bandung – Dalang muda Khanha Ade Kosasih Sunarya dari Giri Harja 2 Putu baru saja menyelesaikan Program Studi Ilmu Komunikasi, di Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung. Sehingga kini pria yang lahir Agustus 2023 dengan nama asli Khanha Sandhika ini memiliki gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom).
Khanha Sandhika, S.I.Kom putra kedua dari Irwansyah dan Niar Cuniarsyah, merupakan cucu dari maestro wayang golek legendaris, Ki Ade Kosasih Sunarya, artinya cicit Ki Dalang Abah Sunarya, sehingga disematkan nama Ade Kosasih di belakang Khanha sebagai rasa sayang sang kakek.
“Alhamdulillah Khanha sudah beres menempuh S1 di Universitas Padjadjaran. Dengan judul skripsi
‘Konstruksi Makna Wayang bagi Dalang’. Tinggal wisuda, nanti bulan Februari 2026, nunggu tanggalnya,” kata ayah Khanha, Irwansyah kepada Dejurnal.com, Jum’at (9/1/2026).
Sebagai sang ayah, Irwansyah tidak mengarahkan anaknya harus mengikuti jejak keluarga sebagai seniman besar di bidang pedalangan. “Seperti air
mengalir begitu saja, tapi tetap diarahkan untuk percaya diri di depan orang banyak. Seperti diikutkan lomba pidato, ceramah, dongeng Sunda, dan lain-lain sejak kecil. Kalau yang cikal perempuan, Tanrida Utari namanya. Sudah berkeluarga, tidak ikut turun berkesenian,” tutur Irwansyah.
Meski sang ayah tidak mengarahkan Khanha untuk mengikuti jejak nama besar keluarga seniman, namun darah seni dari keluarganya sebagai seniman wayang golek kental mengalir di tubuh Khanha, sehingga wajar bila sejak kecil bakat Khanha sudah terlihat.
Khanha yang menempuh sekolah dasarnya di SDN Giri Harja, sekolah menengah pertamanya di SMP Negeri 1 Baleendah, dan sekolah menengah atasnya di SMA Negeri 3 Bandung ini sampai sekarang tidak kekurangan job manggung.
Apalagi setelah meraih Juara Pinilih I kategori Dalang dalam ajang “Binojakrama Padalangan 2021″ yang digelar di Sukabumi, 15-17 November 2021, dan memboyong piala bergilir “Bokor Emas Astagina”, nama Khanha makin meroket, job manggung pun makin mengalir.
Khanha Sandhika, S.I.Kom, dengan pagelaran wayangnya sekaligus melestarikan dan mengembangkan budaya wayang golek. Ia ingin memastikan kesenian tradisional ini tetap relevan di era modern, dan menggunakannya sebagai media edukasi bagi generasi penerus. *** Sopandi














