Dejurnal.com, Bandung – Forum Pengembangan dan Kawasan Pemukiman (FPKP) Kabupaten Bandung mendukung keputusan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM), untuk tetap melaksanakan moratorium Pemprov Jabar terkait pembangunan perumahan yang memiliki potensi longsor dan banjir di wilayah Jawa Barat.
Menurut KDM, mulai bulan depan pihaknya akan memberi rekomendasi secara bertahap kepada kota/kabupaten untuk menerbitkan izin pembangunan perumahan di wilayah yang dianggap aman. Hal tersebut disampaikannya usai menerima kedatangan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait bersama beberapa Asosiasi Pengembang Perumahan di Gedung Pakuan di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/1/2026).
Gubernur Jabar mengatakan, bahwa ia akan menerbitkan rekomendasi kepada kota/kabupaten untuk penerbitan izin pembangunan perumahan secara bertahap mulai Februari 2026 berdasarkan hasil kajian dan analisis konsultan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Dengan pernyataan Gubernur Jabar ini, para pengembang perumahan di Kabupaten Bandung boleh merasa lega.
Ketua Forum Pengembangan dan Kawasan Pemukiman (FPKP) Harris Rachman, pengkajian ini akan selesai tiga bulan ke depan. “Insya Allah sampai bulan April 2026,” kata Harris yang didampingi Sekretarisnya, Wedha Nibbanadhika dan Wakil Sekretaris Yogi Nugraha.
Harris menjelaskan, perumahan yang dilaksanakan oleh pengembang di Kabupaten Bandung hanya tiga puluh persen, sisanya dibangun informal oleh masing-masing warga.
Harris juga menyampaikan, bahwa FPKP belum lama ini telah telah mengadakan rapat kordinasi sengan Menteri Perumahan Mauara Sirait, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan dinas terkait di Gedung Pakuan Bandung. Rapat ini, ujar Harris untuk mendorong perumahan kawasan perumahan agar hidup kembali dan memberikan manfaat seluas luasnya bagi masyarakat Kabupaten Bandung.
“Para pengembang ini membantu program pemerintah bidang pengadaan perumahan rakyat. Untuk itu, kami terus berkordinasi agar pembangunan perumahan dapat dilaksanakan kembali,” katanya.* Sopandi















