Ciamis, deJurnal – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Galuh Raya menggelar Talkshow Refleksi dan Resolusi Awal Tahun 2026 bertema “Membangun Optimisme Daerah Melalui Jurnalisme Positif”, yang berlangsung di Hollow Cafe, Kabupaten Ciamis, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, dan insan pers dalam merespons dinamika pembangunan, sekaligus mempertegas peran media sebagai pilar demokrasi yang konstruktif, beretika, dan berorientasi pada solusi.

Acara secara resmi dibuka oleh Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Ciamis, Enda Hidayat, S.STP., M.Si.
Dalam sambutannya, Enda menyampaikan apresiasi kepada IJTI Galuh Raya atas inisiatif menghadirkan forum dialog yang melibatkan pemerintah, media, dan masyarakat dalam semangat kolaborasi.
“Forum ini mencerminkan kolaborasi yang sangat dibutuhkan untuk mengawal pembangunan daerah secara objektif, konstruktif, dan berorientasi solusi,” ujarnya.
Menurut Enda, awal tahun 2026 menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi pembangunan daerah, tidak hanya untuk menilai capaian, tetapi juga mengidentifikasi tantangan yang harus dijawab secara bersama oleh seluruh pemangku kepentingan, termasuk media.
“Berdasarkan hasil evaluasi pembangunan, kondisi makro Kabupaten Ciamis menunjukkan tren yang positif,” ucapnya.
Lebih lanjut Endang mengungkapkan untuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat mencapai sekitar Rp43,24 triliun, dengan PDRB per kapita sebesar Rp34,34 juta dan terus meningkat.
“Laju pertumbuhan ekonomi pasca pandemi berada di kisaran 4,97 persen, mencerminkan pemulihan ekonomi yang relatif stabil meskipun masih dihadapkan pada tantangan daya beli masyarakat,” ungkapnya.
Dari sisi pemerataan, Enda menerangkan Indeks Gini Kabupaten Ciamis tahun 2025 tercatat sebesar 0,326, menempatkan Ciamis sebagai daerah dengan tingkat ketimpangan rendah dan masuk lima terbaik di Jawa Barat.
“Tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan menjadi 7,19 persen pada 2025, menempatkan Ciamis di peringkat ke-13 se-Jawa Barat, dengan tren penurunan konsisten sejak 2021,” terangnya.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2025 berada di angka 4,08 persen, sedikit meningkat akibat dinamika pasar kerja dan dampak limpahan pemutusan hubungan kerja dari wilayah industri sekitar.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Ciamis mencapai 74,33 atau berada di peringkat ke-17 Jawa Barat. Pada sektor lingkungan hidup, Ciamis mencatat capaian membanggakan dengan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) tahun 2024 sebesar 72,51, terbaik se-Jawa Barat.
“Berbagai capaian ini tidak lepas dari sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk peran strategis media,” kata Enda.

Sementara itu, Ketua IJTI Korda Galuh Raya, Yosep Trisna, menegaskan bahwa jurnalisme positif menjadi fondasi penting dalam membangun optimisme daerah dan menjaga kepercayaan publik terhadap informasi.
“Media adalah mitra kritis pemerintah. Jurnalisme harus tetap menjalankan fungsi kontrol sosial, namun juga menghadirkan solusi dan harapan bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Yosep, jurnalisme positif bukan berarti menutup-nutupi persoalan, melainkan menyajikan fakta secara berimbang, mendorong solusi, serta memperkuat partisipasi publik dalam pembangunan.
“Optimisme daerah lahir dari informasi yang jujur, mencerahkan, dan berpihak pada kepentingan publik,” tegasnya.
Melalui talkshow tersebut, IJTI Korda Galuh Raya berharap insan pers di wilayah Galuh Raya semakin profesional dalam menyusun narasi pemberitaan yang solutif, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menciptakan iklim informasi yang sehat dan konstruktif di awal tahun 2026.
“Forum ini sekaligus menjadi momentum refleksi bagi jurnalis untuk meneguhkan komitmen terhadap kode etik jurnalistik, profesionalisme, dan keberpihakan pada kepentingan publik dalam mengawal pembangunan daerah ke depan,” pungkasnya. (Nay Sunarti)














