Dejurnal.com, Bandung – DPRD Kabupaten Bandung menggelar Bamus di ruang lobi SOR Si Jalak Harupat, di sela pertandingan final futsal pada hari terakhir Pekan Opahrag (POR) DPRD Kabupaten Bandung, Rabu (4/2/2026).
Apakah karena darurat? Menjawab pertanyaan ini, Sekretaris Dewan (Sekwan ) DPRD Kabupaten Bandung H. Yosep Nugraha mengatakan bahwa Bamus dilaksanakan di salah satu ruang di SOR Si Jalak Harupat karena mempertimbangkan efektifitas saja.
“Tidak darurat, sudah teragendakan cuma melihat efektifitas saja,” kata Yosep Nugraha usai Bamus
Yosep menjelaskan, sebetulnya Bamus rencananya akan dilaksanakan di Kantor DPRD setelah pertandingan selesai. Tapi para anggota DPRD berinisiatif dilaksanakan sebelum pertandingan final. ” Kalau final selesai kan suasananya sudah beda. Jadi di laksanakan sebelum pertandingan final rapat bisa lebih efektif,” katanya.
Menurut Yosep, untuk menggelar musyawarah anggota DPRD (Bamus) tidak membutuhkan fasilitas seperti sekelas kantor, yang penting bisa duduk dan bisa berbicara menyampaikan pendapat untuk merumuskan agenda satu bulan ke depan.
Terkait dengan POR DPRD, Sekwan yang juga Ketua Panitia POR DPRD 2026 ini menyebut bahwa POR DPRD Kabupaten Bandung berlangsung selama 8 hari mempertandingkan
4 cabang olahraga (cabor). Pertandingan bulu tangkis berlangsung dua hari, voly bal dua hari, futsal dua hari, dan mempertemukan pertandingan antar komisi di DPRD Kabupaten Bandung.
“Dalam POR DPRD ini Sekwan tidak terlibat sebagai peserta, hanya selaku panitia. POR DPRD ini penting dan mungkin satu-satunya di Indonesia yang dilaksanakan oleh DPRD,” ujar Yosep.
Tujuan POR DPRD, kata Yosep yakni untuk meningkatkan kesegaran jasmani para anggota dewan, mengingat beban tugas dan program demikian besar.
” Mudah-mudahan dengan kekuatan jasmani bisa melaksanakan layanan publik sesuai dengan fungsinya secara maksimal,” katanya.
Yang paling menarik menurut Yosep, biaya penyelenggaraan POR DPRD dari partisipasi anggota dewan sendiri. “Mereka sendri yang mengeluarkan anggaran, dari Sekwan hanya ditugaskan untuk mengelola keuangan dalam penyelenggaraan ini supaya bisa dilaksanakan di masa-masa memang kebetulan tugas dan fungsi dewan belum berjalan secara optimal dari agenda-agenda pemerintah yang ada,” kata Yosep.
Oleh karenanya, menurut Yosep kegiatan POR DPRD patut diapresiasi oleh semua pihak
Yosep melihat kegembiraan para anggota dewan saat mengikuti satu pertandingan.
“Meski dalam kompetisi ada fokus untuk menjadi juara, tetapi saya melihat justru di momen-momen inilah yang biasanya berdebat atau berdiskusi di ruang rapat ,di sini bisa bersenda.gurau, bisa membangun kebersamaan. Mudah-mudahan itu secar psikologis bisa mendorong sinergitas dan kerjasama antara seluruh anggota DPRD dalam menjalankan tugasnya di pemerintahan,” pungkasnya.***Sopandi















