Ciamis, deJurnal,- Pemerintah Kabupaten Ciamis semakin serius mewujudkan transformasi pertanian ramah lingkungan. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Panen Raya Perdana Padi Organik bersama Bupati Ciamis Herdiat Sunarya di Demplot Jambansari, Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis, Senin (9/2/2026).
Panen raya tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan penerapan paket biologi Biohumic, teknologi pertanian ramah lingkungan dengan biaya produksi rendah, mudah diterapkan, serta mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan.
Dengan mengusung tema “Panen Raya Padi Organik, Sinergi Petani Modern Menuju Kesejahteraan Masyarakat”.
Demplot percontohan seluas 250 bata tersebut ditanam pada 28 Oktober 2025 dan dipanen pada 9 Februari 2026, dengan hasil yang dinilai sangat memuaskan.
Selain menghasilkan produksi melimpah, metode organik juga terbukti mampu memperbaiki kesuburan tanah secara berkelanjutan.
Bupati Ciamis Dr. H Herdiat Sunarya dalam sambutannya menyampaikan optimismenya terhadap masa depan pertanian organik di Ciamis.
Ia menargetkan deklarasi Ciamis sebagai Kabupaten Organik pada tahun 2026, seiring semakin luasnya adopsi pertanian organik oleh para petani.
“Alhamdulillah, sekarang pertanian organik di Ciamis terus berkembang. Walaupun masih banyak yang dikerjakan secara home industry, hampir di setiap desa sudah mulai mampu memproduksi pupuk organik sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, peralihan dari pertanian berbasis kimia ke organik memberikan banyak manfaat, tidak hanya bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga bagi lingkungan dan perekonomian petani.
“Selain lebih sehat, kebersihannya luar biasa. Salah satu alasan Ciamis bisa relatif bersih dari sampah adalah karena sampah organik dimanfaatkan menjadi pupuk dan pakan ternak,” jelasnya.
Herdiat mengungkapkan bahwa produktivitas pertanian organik justru menunjukkan tren peningkatan.
Bahkan, beberapa petani mampu menghasilkan hingga 8 ton gabah per hektare, angka yang menepis anggapan bahwa pertanian organik identik dengan hasil rendah.
Dikatakan Herdiat dari sisi pemasaran, produk pertanian organik memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Permintaan tidak hanya datang dari pasar domestik, tetapi juga dari luar negeri.
“Permintaan sangat besar. Bahkan beberapa negara sudah menyampaikan minat untuk pupuk organik dan beras organik dari Ciamis. Jadi petani tidak perlu khawatir soal pasar,” katanya.
Herdiat memastikan Pemerintah Kabupaten Ciamis akan berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat lokal, termasuk dalam produksi pupuk organik, meskipun telah ada tawaran kerja sama dari luar daerah yang tidak sejalan dengan visi kemandirian petani Ciamis.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Herdiat turut mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam pengembangan pertanian organik. Menurutnya, regenerasi petani menjadi kunci keberlanjutan sektor pertanian di masa depan.
“Anak-anak muda harus dilibatkan. Masih banyak pemuda yang belum bekerja. Pertanian organik bisa menjadi peluang sekaligus masa depan yang menjanjikan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Petani Organik Mandiri Ciamis (POMC), Abdul Majid, menjelaskan bahwa gerakan pertanian organik di Ciamis bermula dari keprihatinan para petani senior dan pensiunan terhadap kondisi pertanian konvensional.
“Banyak petani mengeluh soal mahalnya pupuk kimia dan rendahnya harga jual padi. Dari situlah kami memulai pertanian organik, agar petani bisa lebih mandiri dan sejahtera,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penggunaan pupuk organik terbukti mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen.
“Dengan pupuk organik, petani memperoleh keuntungan yang lebih layak dan berkelanjutan. Panen raya ini sekaligus menjadi simbol harapan bagi masa depan pertanian Ciamis tanah tetap subur, lingkungan terjaga, petani makmur, dan warisan pertanian sehat bagi anak cucu di masa mendatang,” pungkasnya. (Nay Sunarti)

















