CIAMIS, dejurnal,- Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya ulama kharismatik KH Jamaluddin Rahman, pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Utsmaniyah di Cikole, Kecamatan Cihaurbeuti. Bupati bahkan langsung mendatangi rumah duka pada Sabtu malam (14/3/2026) untuk menyampaikan takziah kepada keluarga dan para santri.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Ciamis tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan belasungkawa atas kepergian tokoh agama yang dikenal luas sebagai sosok pembimbing umat dan pendidik generasi muda.
Bupati Herdiat mengaku sangat terkejut saat menerima kabar wafatnya KH Jamaluddin Rahman.
Pasalnya, beberapa waktu sebelumnya ia masih sempat bertemu dan berbincang langsung dengan almarhum.
“Beberapa waktu lalu kami masih sempat bertemu dan bercengkrama. Saya sangat tidak menyangka beliau berpulang begitu cepat. Beliau sosok ulama yang sangat baik dan penuh keteladanan,” ujar Herdiat saat berada di rumah duka.
Menurutnya, wafatnya KH Jamaluddin Rahman menjadi pengingat bagi semua pihak tentang hakikat kehidupan manusia yang pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta.
“Setiap manusia pasti akan menghadapi kematian, tetapi tidak ada yang mengetahui kapan waktunya. Karena itu kita harus selalu mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal kebaikan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Herdiat juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan almarhum agar segala amal ibadah dan pengabdiannya diterima oleh Allah SWT.
“Mari kita doakan semoga almarhum mendapatkan husnul khotimah, diampuni segala dosanya, serta seluruh amal ibadah dan pengabdiannya diterima oleh Allah SWT,” ungkapnya.
Kepergian KH Jamaluddin Rahman menjadi kehilangan besar, khususnya bagi dunia pendidikan pesantren di wilayah Cihaurbeuti dan Kabupaten Ciamis pada umumnya.
Semasa hidupnya, almarhum dikenal istiqamah dalam mengembangkan pendidikan Islam serta aktif membina masyarakat melalui berbagai kegiatan dakwah dan pembinaan keagamaan.
Melalui kepemimpinannya di Pondok Pesantren Miftahul Huda Utsmaniyah, KH Jamaluddin Rahman telah melahirkan banyak santri yang kini berkiprah di tengah masyarakat sebagai pendidik, dai, maupun tokoh agama.
Kepergian ulama kharismatik tersebut pun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, para santri, serta masyarakat yang selama ini merasakan langsung keteladanan dan pengabdian beliau. (Nay Sunarti)






















