CIAMIS, deJurnal,- Layanan kunjungan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis pada hari kedua berlangsung tertib, aman, dan tetap menghadirkan suasana kekeluargaan. Minggu (22/03/2026)
Di tengah pengawasan berlapis, ratusan keluarga memanfaatkan momentum Lebaran untuk bersilaturahmi dengan warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Sejak pagi, arus kunjungan terkelola melalui dua sesi, yakni pukul 09.00–11.30 WIB dan 13.00–15.00 WIB.
Pola tersebut diterapkan untuk mengurai kepadatan sekaligus memastikan layanan berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek keamanan.
Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, menyampaikan layanan kunjungan Lebaran merupakan bagian dari pemenuhan hak warga binaan yang tetap harus dilaksanakan secara profesional.
“Idul Fitri adalah momentum penting bagi warga binaan untuk tetap merasakan kedekatan dengan keluarga. Kami menghadirkan layanan yang humanis, namun tetap dalam koridor keamanan dan ketertiban yang ketat,” ujarnya.
Dikatakan Supriyanto pada hari kedua pelaksanaan, tercatat 60 warga binaan menerima kunjungan dari 60 pengunjung utama.
“Jika termasuk pengikut, total kehadiran mencapai 154 orang yang terdiri dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak,” katanya.
Supriyanto menambahkan tingginya partisipasi tersebut mencerminkan kuatnya relasi keluarga yang tetap terjaga di tengah proses pembinaan.
Untuk menjamin kelancaran kegiatan, Lapas Ciamis mengerahkan 33 petugas internal, didukung dua taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip), serta unsur pengamanan dari Polres Ciamis dan Kodim 0613 Ciamis.
“Petugas disiagakan di sejumlah titik strategis, mulai dari area parkir, pendaftaran, pemeriksaan, hingga ruang kunjungan,” tutur Supriyanto.
Dijelaskan Supriyanto seluruh pengunjung diwajibkan membawa identitas diri, menjalani pemeriksaan badan dan barang, serta mematuhi pembatasan jumlah maksimal enam orang per sesi.
“Sistem pengawasan juga diperkuat melalui penggunaan gelang, cap ultraviolet (UV), dan stempel sebagai penanda keluar-masuk,” jelasnya.
Supriyanto menambahkan barang bawaan yang diperbolehkan hanya makanan khas Lebaran seperti ketupat, lontong, dan opor. Adapun barang pribadi seperti tas dan telepon genggam wajib ditinggalkan di kendaraan masing-masing.
“Untuk durasi kunjungan sendiri kamu membatasi selama 30 menit guna memberikan kesempatan yang merata bagi seluruh warga binaan” tambahnya
Lebih lanjut Supriyanto menegaskan seluruh layanan kunjungan diberikan tanpa dipungut biaya. Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin pengunjung dalam mematuhi aturan yang berlaku.
“Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik secara gratis. Kepatuhan pengunjung terhadap ketentuan menjadi kunci utama dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” katanya.
Hingga kegiatan berakhir, seluruh rangkaian kunjungan Hari Raya hari kedua di Lapas Ciamis berjalan lancar tanpa gangguan berarti.
“Kami pun telah menyampaikan laporan pelaksanaan kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat sebagai bagian dari proses monitoring dan evaluasi,” imbuhnya
Melalui layanan tersebut Supriyanto berharap nilai-nilai Idul Fitri khususnya semangat silaturahmi dan saling memaafkan dapat terus dirasakan oleh warga binaan.
“Momentum ini semoga dapat menjadi penguat moral dalam menjalani pembinaan menuju reintegrasi sosial di tengah masyarakat,” pungkasnya. (Nay Sunarti)















