CIAMIS, deJurnal,- Di tengah perubahan zaman yang kian dinamis, tradisi berkumpul bersama keluarga besar saat Hari Raya Idul Fitri masih terus dijaga.
Salah satunya terlihat di Keluarga Besar Bani Sukanta Nini Andi di Panumbangan, Kabupaten Ciamis, yang tetap mempertahankan silaturahmi 2 Syawal sebagai ruang mempererat hubungan lintas generasi. Minggu (22/03/2026)

Kegiatan yang digelar tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, tetapi juga sarana memperkuat ikatan kekeluargaan yang tersebar di berbagai daerah.
Dalam suasana Lebaran, ratusan anggota keluarga berkumpul untuk saling memaafkan, berbagi cerita, serta menjaga kesinambungan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Salah satu anggota keluarga, Hendri, menjelaskan silaturahmi 2 Syawal mempertemukan delapan keluarga utama sebagai keturunan dari Aki Sukanta dan Nini Andi, yakni Nini Ita, Aki Obi, Aki Wiranta, Aki Parta, Nini Saah, Nini Kilah, Aki Odji, Aki Emo
“Kedelapan keluarga inilah yang menjadi penopang utama dalam menjaga tradisi yang telah berlangsung dari generasi ke generasi,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, kata Hendri kepanitiaan disusun tidak hanya secara umum, tetapi juga bergilir berdasarkan urutan delapan keluarga tersebut.
“Tahun ini, kegiatan dilaksanakan oleh panitia dari keluarga Aki Parta. Pola ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama sekaligus mempererat keterlibatan seluruh anggota keluarga,” katanya.
Adapun lokasi kegiatan bersifat fleksibel, biasanya dilaksanakan di Balai Desa Panumbangan atau secara bergantian di rumah anggota keluarga.
Hendri menuturkan fleksibilitas tersebut memberi ruang bagi setiap keluarga untuk berperan aktif sekaligus menjaga kedekatan emosional.
Seiring waktu, ungkap Hendri jumlah anggota Keluarga Besar Bani Sukanta terus bertambah hingga mencapai sekitar 700 orang yang tersebar di berbagai wilayah, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa.
Meski terpencar, momen 2 Syawal menjadi titik temu yang memperkuat kembali jalinan kekeluargaan.
Lebih lanjut Hendri mengatakan silaturahmi yang terjalin dari acara tersebut memiliki makna penting dalam menjaga keharmonisan keluarga besar.
“Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk saling membuka diri dan memaafkan. Melalui kegiatan ini, kami bisa kembali berkumpul dan menjaga hubungan kekeluargaan agar tetap terjalin,” ujarnya.
Ia menambahkan, tradisi itu terus dipertahankan agar tidak terputus oleh perkembangan zaman.
“Kami memiliki prinsip agar silaturahmi ini tidak sampai ‘pareumeun obor’. Karena itu, kegiatan ini terus dijaga agar generasi berikutnya tetap mengenal dan merasakan kebersamaan dalam keluarga besar,” katanya.

Rangkaian kegiatan silaturahmi diisi dengan laporan ketua panitia, sambutan perwakilan keluarga, serta tausiah keagamaan. Selain itu, berbagai permainan turut digelar untuk mempererat keakraban antaranggota keluarga, yang diikuti dengan pembagian doorprize.
“Bagi kami keluarga besar Bani Sukanta, kegiatan ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga bagian dari upaya merawat nilai kebersamaan dan menjaga hubungan kekeluargaan di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung,” imbuh Hendri
Dengan semangat saling memaafkan di Hari Raya Idul Fitri, Hendri berharap tradisi silaturahmi 2 Syawal tetap terpelihara sebagai warisan yang menghubungkan generasi demi generasi.
“Lewat momen seperti ini, anak-anak dan generasi berikutnya bisa mengenal keluarganya lebih luas, memahami asal-usulnya, sekaligus merasakan langsung makna kebersamaan,” pungkasnya. (Nay Sunarti)
















