CIAMIS, deJurnal,- Komunitas panahan Al-Asad Academy Archery di Kabupaten Ciamis menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya soal teknik dan prestasi.
Pada bulan suci Ramadan 1447 H / 2026 M, akademi tersebut menggelar kegiatan sosial dengan membagikan 100 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan berbagi tersebut menjadi bagian dari pembinaan karakter yang dilakukan di Al-Asad Academy.
Para peserta, khususnya anak-anak, tidak hanya diajarkan teknik memanah, tetapi juga dibekali pendidikan agama serta nilai-nilai kepedulian sosial.

Pemilik Al-Asad Academy Archery, Reska Rahmawati, S.Ak, menjelaskan bahwa sejak awal berdiri, akademi tersebut memang dirancang tidak sekadar menjadi tempat latihan olahraga, melainkan juga wadah pembentukan karakter bagi generasi muda.
“Di Al-Asad Academy, anak-anak bukan hanya belajar teknik memanah. Kami juga menanamkan nilai karakter dan pembelajaran agama, salah satunya melalui program sedekah subuh,” ujar Reska.
Ia menjelaskan, setiap hari para peserta didik diajak untuk menyisihkan sebagian uang mereka sebagai bentuk latihan berbagi. Sedekah tersebut dikumpulkan setiap Sabtu dan Minggu, kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama pada momentum Ramadan.
Menurut Reska, dari hasil sedekah subuh yang dikumpulkan anak-anak selama beberapa waktu terakhir berhasil terkumpul dana sekitar Rp600 ribu. Jumlah tersebut kemudian mendapat tambahan dukungan dari para orang tua peserta dan donatur lainnya.
“Alhamdulillah, dari sedekah anak-anak yang terkumpul sekitar Rp600 ribu ditambah bantuan para orang tua dan donatur, akhirnya kami bisa menyiapkan 100 paket sembako untuk dibagikan kepada masyarakat, saat ini dibagikan ke sekitar lingkungan academy 20 paket dan ke sadanya 80 paket,” jelasnya.
Saat ini, Al-Asad Academy Archery memiliki sekitar 70 anggota anak-anak yang aktif mengikuti latihan. Melalui program-program pembinaan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya berkembang secara fisik dan keterampilan olahraga, tetapi juga secara spiritual dan sosial.
Reska menekankan menjadi pemanah tidak hanya berarti berlatih untuk meraih prestasi di lapangan, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kondisi masyarakat di sekitar.
“Tujuan kegiatan ini tentu agar anak-anak memahami bahwa sebagai seorang pemanah kita tidak hanya berlatih dan berprestasi, tetapi juga harus memiliki rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama,” katanya.
Ia menambahkan, nilai keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat menjadi salah satu prinsip yang terus ditanamkan kepada para peserta.
“Di panahan itu bukan hanya sekadar menjadi hebat di lapangan, tetapi juga harus memiliki jiwa berbagi. Jadi antara kehidupan dunia dan akhirat bisa berjalan seimbang,” tuturnya.
Lebih lanjut, Reska berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak hanya terbatas pada bulan Ramadan.
“Insya Allah ke depan kami berharap kegiatan berbagi seperti ini bisa menjadi program rutin, baik jangka pendek maupun jangka panjang, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, Ramadan tahun ini juga menjadi momentum penting bagi Al-Asad Academy Archery untuk memperkuat nilai kesabaran, kepedulian, dan keberkahan dalam setiap aktivitas yang dilakukan oleh para peserta.
“Harapan kami setelah Ramadan ini, pandangan anak-anak bisa semakin terbuka. Mereka menyadari bahwa hidup bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi juga tentang berbagi dan peduli terhadap orang lain,” pungkas Reska. (Nay Sunarti)





















