CIAMIS, deJurnal,- Sebanyak 270 siswa sekolah dasar dari 27 kecamatan di Kabupaten Ciamis unjuk kemampuan dalam Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026 yang digelar di SDN Cijeungjing 1 atau Gentra Masekdas, Selasa (19/05/2026).

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Sigit Ginanjar, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menegaskan FLS3N bukan sekadar ajang perlombaan mencari juara, tetapi menjadi ruang penting untuk membangun kreativitas, karakter, dan rasa percaya diri peserta didik melalui seni dan sastra.
“Ajang ini bukan hanya tentang menang atau kalah. FLS3N menjadi wadah bagi siswa untuk belajar tampil, mengembangkan kreativitas serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa,” ujarnya.
Menurut Sigit, pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu membentuk siswa yang memiliki kepekaan rasa, jiwa seni, kemampuan berkolaborasi serta karakter yang kuat.
Ia pun optimistis talenta siswa Kabupaten Ciamis mampu bersaing hingga tingkat provinsi maupun nasional apabila terus mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan.
“Anak-anak Ciamis memiliki potensi luar biasa. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk melahirkan generasi muda yang kreatif, berprestasi dan tetap mencintai budaya daerah maupun nasional,” katanya.
Suasana kegiatan sejak pagi dipenuhi antusiasme peserta, guru pendamping hingga orang tua siswa. Berbagai cabang lomba dipertandingkan mulai dari menulis cerita, gambar bercerita, dongeng, kriya, menyanyi solo, tari hingga pantomim.
Ketua Panitia Pelaksana, yang juga merupakan Pengawas Sekolah sekaligus Koordinator Pengawas (Korwas) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Mamat Adimat menjelaskan seluruh peserta merupakan perwakilan terbaik hasil seleksi di tingkat kecamatan.
“Masing-masing kecamatan mengirimkan tujuh peserta terbaik. Total ada 270 siswa yang mengikuti FLS3N tingkat kabupaten tahun ini,” jelas Mamat yang juga merupakan Pengawas Sekolah sekaligus Koordinator Pengawas (Korwas) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis
Ia menyebut FLS3N menjadi salah satu barometer keberhasilan pembinaan seni di tingkat sekolah dasar di Kabupaten Ciamis.
“Keberanian anak-anak untuk tampil dan menunjukkan kemampuan terbaiknya juga merupakan prestasi yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Salah satu peserta yang turut ambil bagian berasal dari SDN 3 Kadupandak, Kecamatan Tambaksari. Sekolah tersebut mengirimkan tiga siswa untuk mengikuti cabang lomba tari tradisional.
Kepala SDN 3 Kadupandak, Yoyo, mengatakan keikutsertaan siswanya dalam FLS3N menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mengembangkan bakat sekaligus membangun mental percaya diri anak.
“Tujuan mengikuti kegiatan ini tentu untuk mengembangkan bakat anak-anak dan melatih rasa percaya diri mereka. Selain itu juga untuk menambah pengalaman agar anak-anak terbiasa tampil dan berkompetisi,” katanya.
Menurutnya, kegiatan seperti FLS3N sangat positif untuk mendorong siswa lebih berprestasi dan berani menunjukkan kemampuan yang dimiliki.
“Kami berharap kegiatan ini terus ditingkatkan karena sangat baik untuk perkembangan anak-anak,” ucapnya.
Tiga siswa dari SDN 3 Kadupandak tersebut berasal dari kelas IV dan V. Mereka tampil membawakan tari tradisional hasil latihan intensif selama kurang lebih dua minggu.
Pelatih tari sekaligus guru pendamping, Aan Suwarni, mengatakan meski waktu persiapan cukup singkat, para siswa tetap mampu tampil maksimal.
“Latihannya sekitar dua minggu. Anak-anak sangat semangat dan cepat menguasai gerakan tari,” ujarnya.
FLS3N 2026 tingkat Kabupaten Ciamis diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit seniman muda berbakat yang siap bersaing di tingkat lebih tinggi sekaligus menjadi generasi yang tetap mencintai dan melestarikan budaya bangsa. (Nay Sunarti)










