• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, Oktober 15, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

DPRD Garut Soroti Krisis Sampah, Dorong Anggaran Dua Kali Lipat dan Jaminan Kesehatan bagi Warga Terdampak TPA

bydejurnalcom
Kamis, 15 Oktober 2026
Reading Time: 5 mins read
DPRD Garut Soroti Krisis Sampah, Dorong Anggaran Dua Kali Lipat dan Jaminan Kesehatan bagi Warga Terdampak TPA

Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar, S.Pd.

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut — Persoalan pengelolaan sampah di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali menjadi perhatian serius DPRD. Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar, S.Pd mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat penanganan persampahan secara menyeluruh, mulai dari optimalisasi pengangkutan sampah dari tempat penampungan sementara (TPS) hingga pembenahan pengelolaan di tempat pemrosesan akhir (TPA).

Menurut Aris, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengangkut sampah dari lingkungan masyarakat menuju tempat pembuangan akhir. Diperlukan perencanaan yang matang, dukungan anggaran yang memadai, kesiapan infrastruktur, serta pengawasan berkelanjutan agar pengelolaan sampah dapat berjalan efektif dan tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

Ia menegaskan, pemerintah daerah harus mampu melihat persoalan persampahan sebagai kebutuhan mendesak yang berkaitan langsung dengan kebersihan lingkungan, kualitas hidup, dan kesehatan masyarakat. Karena itu, kecukupan anggaran operasional menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian dalam penyusunan kebijakan daerah.

BacaJuga :

Lantik Hasan Jadi Kades Cisontrol, Bupati Herdiat Ingatkan Risiko Hukum dan Aset Desa

Perjuangan di Jalan Allah, Pembangunan Ponpes Hamzanwadi Subang Mulai Berjalan

Jelang Pemilu 2029, Gerindra Purwakarta Panaskan Mesin Partai Lewat Pendidikan Politik

Aris mengungkapkan, kebutuhan peningkatan anggaran pengelolaan sampah telah dikonsultasikan dengan Bupati Garut sebagai bagian dari upaya mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.

Salah satu opsi yang menjadi pembahasan adalah kemungkinan peningkatan anggaran pengelolaan sampah hingga dua kali lipat dari alokasi sebelumnya. Namun, besaran anggaran tersebut masih harus dikaji lebih lanjut dengan mempertimbangkan kemampuan pendapatan daerah, kebutuhan operasional, serta skala permasalahan yang harus ditangani.

“Pertama, untuk mengangkut sampah dari TPS ke TPA. Kedua, pengelolaan di TPA itu sendiri, termasuk infrastruktur yang sudah ada sekarang,” ujar Aris saat di temui dejurnal.com, kamis (15/10/2026).

Anggaran Harus Menjawab Persoalan dari Hulu hingga Hilir

Aris menjelaskan, penanganan sampah membutuhkan pembiayaan yang tidak hanya terpusat pada satu tahapan. Pemerintah daerah harus memastikan seluruh rangkaian pengelolaan sampah, mulai dari pengumpulan, pengangkutan, hingga pemrosesan akhir, berjalan secara terpadu.

Pada tahap pengangkutan, ketersediaan anggaran perlu disesuaikan dengan kebutuhan operasional di lapangan, termasuk kemampuan armada, pemeliharaan kendaraan, kebutuhan bahan bakar, serta jangkauan pelayanan ke berbagai wilayah.

Sementara itu, di lokasi TPA, pembiayaan dibutuhkan untuk mendukung operasional dan pemeliharaan infrastruktur agar proses pengelolaan sampah dapat berlangsung dengan lebih baik. Kondisi sarana dan prasarana yang tersedia juga perlu dievaluasi untuk mengetahui kebutuhan pembenahan maupun peningkatan kapasitas.

Menurutnya, apabila salah satu tahapan tidak berjalan optimal, persoalan sampah berpotensi terus berulang. Sampah yang tidak segera diangkut dari TPS dapat menumpuk, mengganggu aktivitas masyarakat, menimbulkan bau tidak sedap, serta berpotensi mencemari lingkungan.

Karena itu, rencana peningkatan anggaran harus disertai perhitungan kebutuhan yang jelas, target kinerja yang terukur, dan mekanisme evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

DPRD, kata dia, mendorong agar setiap kebijakan anggaran benar-benar didasarkan pada kebutuhan riil di lapangan. Dengan begitu, penambahan anggaran tidak sekadar menjadi peningkatan angka dalam dokumen perencanaan, tetapi mampu menghasilkan perbaikan nyata dalam pelayanan persampahan.

Di sisi lain, kemampuan keuangan daerah tetap harus menjadi pertimbangan. Pemerintah perlu menyusun skala prioritas agar kebutuhan penanganan sampah dapat dipenuhi secara bertahap tanpa mengabaikan program pelayanan publik lainnya.

Perlindungan Kesehatan Warga di Sekitar TPA Menjadi Perhatian

Selain mendorong peningkatan anggaran pengelolaan sampah, DPRD Garut turut menyoroti pentingnya perlindungan kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan TPA.

Aris menilai, keberadaan TPA memang menjadi bagian penting dalam sistem pengelolaan sampah daerah. Namun, aktivitas di kawasan tersebut juga harus dikelola dengan memperhatikan potensi dampak lingkungan dan kesehatan terhadap masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Permasalahan seperti bau yang mengganggu, pencemaran lingkungan, serta potensi paparan dari aktivitas pengelolaan sampah perlu mendapatkan perhatian serius melalui pemantauan dan langkah pencegahan yang sesuai.

Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya memastikan sampah dapat tertampung dan diproses. Pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan kondisi masyarakat yang berpotensi terdampak, terutama dalam hal akses terhadap pelayanan kesehatan.

Aris mengungkapkan, persoalan perlindungan kesehatan warga tersebut telah disampaikan kepada Bupati Garut. Ia meminta agar masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pelayanan medis memperoleh perhatian serta akses layanan yang memadai.

“Terutama masalah kesehatan yang ditimbulkan akibat aktivitas TPA, saya sudah tekankan agar masyarakat bisa mendapat perlindungan. Hal ini juga sudah dibicarakan dan dikomunikasikan dengan pihak terkait di bidang kesehatan,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembenahan pengelolaan sampah perlu berjalan beriringan dengan upaya melindungi masyarakat. Dengan demikian, penanganan persampahan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan teknis, tetapi juga memperhatikan aspek kemanusiaan dan kesejahteraan warga.

Meski demikian, dampak kesehatan yang secara khusus disebabkan oleh aktivitas TPA tetap perlu dinilai berdasarkan pemeriksaan medis dan kajian lingkungan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Lebih dari 1.000 Warga Dibahas untuk Mendapat Perlindungan BPJS Kesehatan

Dalam pembahasan bersama pemerintah daerah, Aris juga menyampaikan adanya komunikasi mengenai rencana perlindungan kesehatan melalui kepesertaan BPJS Kesehatan bagi lebih dari 1.000 warga.

Rencana tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, khususnya bagi warga di sekitar kawasan TPA yang menjadi perhatian dalam pembahasan dampak lingkungan dan kesehatan.

Kepesertaan BPJS Kesehatan dinilai dapat menjadi salah satu instrumen perlindungan agar masyarakat yang memenuhi persyaratan memperoleh akses terhadap pelayanan medis sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, pelaksanaan rencana tersebut masih membutuhkan kejelasan lebih lanjut mengenai data penerima, status kepesertaan, sumber pembiayaan, serta mekanisme pendaftaran atau pembaruan data apabila diperlukan.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu memastikan bahwa masyarakat yang menjadi sasaran benar-benar terdata dan memperoleh informasi yang jelas mengenai hak serta prosedur untuk mengakses pelayanan kesehatan.

Hal ini penting agar rencana perlindungan bagi lebih dari 1.000 warga tidak berhenti pada tahap komunikasi, melainkan dapat ditindaklanjuti melalui langkah administratif dan pelayanan yang konkret.

Di samping itu, perlindungan melalui BPJS Kesehatan perlu berjalan berdampingan dengan upaya pencegahan. Pemerintah tetap perlu melakukan pemantauan kualitas lingkungan, memperbaiki tata kelola TPA, serta menindaklanjuti keluhan warga berdasarkan hasil pemeriksaan dan kajian yang relevan.

Dengan pendekatan tersebut, perlindungan masyarakat tidak hanya dilakukan ketika warga membutuhkan pengobatan, tetapi juga melalui upaya mengurangi potensi risiko kesehatan dari aktivitas pengelolaan sampah.

DPRD Mendorong Kebijakan yang Terukur dan Dapat Dipertanggungjawabkan

Aris menegaskan, penanganan persoalan sampah di Kabupaten Garut membutuhkan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh instansi teknis yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan lingkungan serta pelayanan kesehatan.

Peningkatan anggaran harus diikuti dengan perencanaan yang terukur, pelaksanaan yang tepat sasaran, serta pengawasan terhadap penggunaan anggaran. Pemerintah juga perlu menjelaskan kebutuhan prioritas, capaian yang hendak diwujudkan, dan hasil yang diharapkan dari setiap program penanganan persampahan.

Dengan perencanaan yang baik, masyarakat diharapkan dapat merasakan perubahan melalui pengangkutan sampah yang lebih optimal, pengelolaan TPA yang lebih tertata, dan berkurangnya gangguan lingkungan di kawasan permukiman.

Pada saat yang sama, rencana perlindungan kesehatan bagi lebih dari 1.000 warga harus mendapatkan tindak lanjut yang jelas, termasuk kepastian mengenai pelaksanaan kepesertaan BPJS Kesehatan dan koordinasi dengan perangkat daerah yang membidangi kesehatan.

Bagi DPRD, persoalan ini tidak hanya menyangkut besaran anggaran, tetapi juga efektivitas kebijakan dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Setiap langkah pemerintah harus mampu memberikan manfaat yang nyata, terutama bagi warga yang berada paling dekat dengan sumber persoalan.

Penyelesaian Sampah Tidak Cukup dengan Menambah Anggaran

Dorongan peningkatan anggaran hingga dua kali lipat menjadi salah satu opsi yang tengah dibahas untuk memperkuat penanganan sampah di Kabupaten Garut. Namun, keberhasilan kebijakan tersebut nantinya akan sangat ditentukan oleh ketepatan perencanaan, kesiapan infrastruktur, kualitas pelaksanaan, dan konsistensi pengawasan.

Pemerintah daerah juga perlu mempertimbangkan langkah jangka panjang, seperti pengurangan sampah dari sumbernya, pemilahan sampah rumah tangga, penguatan pengolahan sampah organik, serta peningkatan partisipasi masyarakat dan pelaku usaha.

Upaya tersebut dapat membantu mengurangi beban sampah yang harus diangkut menuju TPA. Dengan demikian, penanganan tidak hanya bergantung pada penambahan armada atau perluasan kapasitas tempat pemrosesan akhir, tetapi juga menyentuh akar persoalan yang menyebabkan sampah terus bertambah.

Di sisi lain, keterbukaan mengenai alokasi anggaran, realisasi program, dan capaian pelayanan perlu menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah. Masyarakat berhak mengetahui sejauh mana kebijakan yang direncanakan mampu memperbaiki kondisi lingkungan dan memberikan perlindungan terhadap kesehatan warga.

Melalui koordinasi antara Bupati Garut, DPRD, perangkat daerah terkait, dan masyarakat, diharapkan persoalan persampahan dapat ditangani secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak cukup diukur dari seberapa banyak sampah yang berhasil diangkut atau berapa besar anggaran yang dialokasikan. Ukuran yang lebih penting adalah terciptanya lingkungan yang bersih, sistem pengelolaan yang berjalan efektif, serta terjaminnya perlindungan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Garut.***Willy

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Lantik Hasan Jadi Kades Cisontrol, Bupati Herdiat Ingatkan Risiko Hukum dan Aset Desa

Next Post

Jelang Pilkades Digital 40 Desa, Bupati Herdiat Minta Edukasi Warga Diperkuat

Related Posts

Lawan PSIS Semarang, CEO PSGC Tegas: Jangan Eksperimen Formasi Lagi!
deNews

Lawan PSIS Semarang, CEO PSGC Tegas: Jangan Eksperimen Formasi Lagi!

Kamis, 15 Oktober 2026
Sat Binmas Polres Purwakarta ajak siswa SDN 6 Cisereuh stop bullying
deEdukasi

Sat Binmas Polres Purwakarta ajak siswa SDN 6 Cisereuh stop bullying

Kamis, 15 Oktober 2026
Jelang Pilkades Digital 40 Desa, Bupati Herdiat Minta Edukasi Warga Diperkuat
deNews

Jelang Pilkades Digital 40 Desa, Bupati Herdiat Minta Edukasi Warga Diperkuat

Kamis, 15 Oktober 2026
Lantik Hasan Jadi Kades Cisontrol, Bupati Herdiat Ingatkan Risiko Hukum dan Aset Desa
deNews

Lantik Hasan Jadi Kades Cisontrol, Bupati Herdiat Ingatkan Risiko Hukum dan Aset Desa

Kamis, 15 Oktober 2026
Perjuangan di Jalan Allah, Pembangunan Ponpes Hamzanwadi Subang Mulai Berjalan
GerbangDesa

Perjuangan di Jalan Allah, Pembangunan Ponpes Hamzanwadi Subang Mulai Berjalan

Kamis, 15 Oktober 2026
Jelang Pemilu 2029, Gerindra Purwakarta Panaskan Mesin Partai Lewat Pendidikan Politik
dePolitik

Jelang Pemilu 2029, Gerindra Purwakarta Panaskan Mesin Partai Lewat Pendidikan Politik

Kamis, 15 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Cerita Warga : Situs Makam Tumenggung Ardikusumah di Garut Disebut Makam Astana Kalong

Jumat, 30 Juni 2023

Selain Diduga Lalai CSR, Peternakan Ayam Manggis Pandang Sebelah Mata Muspika Mande

Rabu, 6 November 2019

KabarDaerah

Purwakarta Ekspor Manggis ke China

Senin, 7 Februari 2022

Menguak Adanya Dugaan ASN di Pemkab Garut Terlibat Organisasi Terlarang, Bupati Kecolongan?

Senin, 22 November 2021

Jemput Bola DP2KBP3A Ciamis Adakan Layanan KB dan Kesehatan Reproduksi Di Pasar

Rabu, 26 Februari 2025

Kabupaten Purwakarta Terjadi Peningkatan Status Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19

Jumat, 1 Mei 2020
Ketua FPPG, Asep Nurjaman

Misteri Munculnya Salinan SK PPPK Relokasi dari Bungbulang ke Cilawu, Produk Rekayasa?

Senin, 9 Oktober 2023

Buru Pembuat Macet dan Pemeras Warga, Puluhan Preman Digaruk Polres Garut

Rabu, 14 Juni 2023

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste