• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Minggu, Maret 1, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Parlementaria

Prihatin PAUD di Desa Marsel Digembok, Ketua Komisi D Minta Pengembang Jangan Halangi KBM

bydejurnalcom
Kamis, 15 Januari 2026
Reading Time: 2 mins read
Prihatin PAUD di Desa Marsel Digembok, Ketua Komisi D Minta Pengembang Jangan Halangi KBM
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Bandung – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Cecep Suhendar mengaku prihatin dengan adanya penggembokan gerbang sebuah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD ) di Desa Margahayu Selatan, Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung yang konon dilakukan oleh pengembang perumahan Kopo Lestari

Peristiwa itu diketahui Cecep Suhendar setelah pihak pengelola PAUD mengadukan hal tersebut ke Komisi D DPRD. Cecep pun segera melakukan sidak ke lokasi tempat PAUD Anggrek 11, Jalan Manglid RT 04/RW 11 Desa Margahayu Selatan, Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung, Kamis (15/1/2026).

Sidak tersebut dilakukan Cecep yang dibarengi salah satu anggotanya Agus Setiawan untuk memgetahui untuk mengetahui alasan penggembokan dilakukan oleh pengembang.

BacaJuga :

Deucu Seorang Guru di Ponpes Cipasung Merasa Bersyukur Akan di Umrahkan Oleh Kapolda Jabar

Senja Ramadan dan Parade Enam Planet, Saat Langit Jadi Ruang Tafakur Keluarga

Penuh Haru, Bupati Herdiat Buka Puasa di Rumah Warga dan Serahkan Bantuan Rutilahu di Cisaga

Menurut Cecep, apapun alasannya sebagai Komisi D yang membidangi pendidikan ia mengaku prihatin dengan penggembokan PAUD ini. Cecep Suhendar mengaku akan memperjuangkan supaya PAUD tersebut tetap berjalan, sambil akan melakukan komunikasi dengan para pihak terkait untuk memastikan lahan tersebut site plan-nya apa.

Ia akan Komunikasi dengan Komisi C, karena masalah tersebut bukan kewenangannya.
Ketika dalam site plan ternyata untuk Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (fasos-fasum) maka tidak bisa dikomersilkan pengembang.

“Kalau dikomersilkan itu pidana, menyalahi site plan yang sudah ditanda tangani. Itu larinya ke sana aja walaupun belum diserah terimakan,” katanya.

Cecep menegaskan, Komisi D akan harus melindungi PAUD Anggrek 11. Proses belajar mengajar haris terus berjalan. Karena pendidikan ini dilindungi oleh undang -undang , mencardaskan kehidupan bangsa kemudian pemerintahpun mengisyaratkan PAUD ini menjadi wajib.

“Kalau ada yang melarang dengan alasan yang tidak jelas kaitan dengan penggalangan pendidikan maka saya kategorikan itu pidana.
Saya akan melindungi proses KBM di PAUD ini,” katanya.

Pengelola PAUD Anggrek 11, Kokon Karnama yang dibarengi dua orang guru Novi dan Elah mengaku penggembokan dilakukan sejak hari Jumaat tanggal 9 Januari 2025.

Pasca audensi dengan Komisi C, beberap waktu lalu, menurut kokon diketahui bahwa lokasi tersebut merupakan fasum untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pihak Komisi C menyarankan pengurus PAUD jangan dulu meninggalkan lahan tersebut karena sedang dilakuka upaya mencari solusi.

Namun belakangan kata Kokon alasan yang membuat pihak pengembang menggembok lahan tersebut, karena sudah disertifikatkan oleh seseorang.

Sementara itu, di tempat terpisah Evi Ahmad Syamsuridjal Kepala Desa Margahayu Selatan periode 2013 sampai 2023 mengaku, pada masa ia menjabat kepala desa mengajukan lahan yang digunakan PAUD sekaratang untuk kantor RW 11.

Menurut Evi, lahan tersebut tidak ada hubungannya dengan pengembang Komplek Perumahan Kopo Lestari. Lahan seluas kurang lebih 10 tumbak itu sudah bersertifikat an Nandar. Sedangkan fasos fasum Perumahan Kopo Lestari sudah ada di paling belakang komplek tersebut.

“Dulu saya yang mengajukan pinjam lahan tersebut untuk kantor RW. Sekarang kantor RW-nya sudah berpindah-pindah. Jadi tidak ada hak PAUD mempertahankan lahan tersebut. Apa lagi yang digunakan yayasan untuk izin operasional PAUD itu yayasan bodong,” katanya.

Namun, dari salah satu sumber yang tidak mau disebut namanya. Ia mengaku tahu persis permasalahan lahan tersebut, bahwa memang lahan itu untuk RTH yang dijanjikan pengembang.

Menurutnya, jika mantan kades menyebut bahwa tak ada hubungannya dengan fasos fasum perumahan, tinggal tanyakan saja kenapa fasos fasum yang ada di perumaha tersebut sekarang sudah dibangunkan rumah atas nama pribadi atau sudah dijual.

“Yang sebagian digunakan untuk kantor perumahan dan yang sebelahnya lagi sudah jadi rumah atas nama pembeli yang sekarang,” kata sumber tersebut.***Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Polemik YBHM Garut : Kuasa Hukum Toni Kusmanto Tegaskan Kliennya Memperoleh Kepemilikan Tanah Melalui Prosedur Hukum yang Berlaku

Next Post

BPN Serahkan 138 Sertifikat PTSL kepada Warga Desa Margahayu Selatan Kecamatan Margahayu

Related Posts

Ang Icep Rilis Lagu “Ramadhan Mubarok”, Strategi MUI Pusat Bina Karakter Generasi Z
deNews

Ang Icep Rilis Lagu “Ramadhan Mubarok”, Strategi MUI Pusat Bina Karakter Generasi Z

Minggu, 1 Maret 2026
deNews

SilatuSantren Satukan Seni, Budaya, dan Dakwah di Bulan Ramadan

Sabtu, 28 Februari 2026
Dari Puing ke Harapan: Tangis Ibu Ahmi Iringi Renovasi Rumah oleh Polres Subang
deHumaniti

Dari Puing ke Harapan: Tangis Ibu Ahmi Iringi Renovasi Rumah oleh Polres Subang

Sabtu, 28 Februari 2026
Deucu Seorang Guru di Ponpes Cipasung Merasa Bersyukur Akan di Umrahkan Oleh Kapolda Jabar
deNews

Deucu Seorang Guru di Ponpes Cipasung Merasa Bersyukur Akan di Umrahkan Oleh Kapolda Jabar

Sabtu, 28 Februari 2026
Senja Ramadan dan Parade Enam Planet, Saat Langit Jadi Ruang Tafakur Keluarga
Kalam

Senja Ramadan dan Parade Enam Planet, Saat Langit Jadi Ruang Tafakur Keluarga

Sabtu, 28 Februari 2026
Penuh Haru, Bupati Herdiat Buka Puasa di Rumah Warga dan Serahkan Bantuan Rutilahu di Cisaga
deHumaniti

Penuh Haru, Bupati Herdiat Buka Puasa di Rumah Warga dan Serahkan Bantuan Rutilahu di Cisaga

Sabtu, 28 Februari 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Kolase : Pasir warna merah yang dipenetrasikan dalam pembangunan irigasi Cipalasari menuai perhatian.

Pakai Pasir Warna Merah, Proyek Irigasi Cipalasari Senilai Rp 725 Juta Tuai Perhatian

Jumat, 27 Agustus 2021

Dana CSR Perusahaan Kandang Ayam Manggis Kepada Warga Jamali Belum Signifikan?

Minggu, 3 November 2019

KabarDaerah

Pangdam III/Siliwangi Tebar Benih Ikan Untuk Kebutuhan Pangan Di Purwakarta

Jumat, 11 September 2020

Berikan Ketenangan Beribadah Ramdhan, Polres Purwakarta Lakukan Hal Ini

Jumat, 7 Maret 2025

Bupati Sukabumi Minta Gerakan Pramuka Miliki Ide Kreatif Sesuai Perkembangan Zaman

Kamis, 13 Februari 2025

Jasa Tirta II Dukung Program Percepatan  Vaksinasi Bersama BUMN

Rabu, 14 April 2021

BPD Sekecamatan Margaasih Jalin Silaturahmi dalam Pertemuan Triwulanan

Rabu, 15 Oktober 2025
panen purwakarta

Di Tengah Pandemi, Pemkab Purwakarta Panen padi Guna Penuhi kebutuhan Pangan

Kamis, 24 September 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste