• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Minggu, Juli 5, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

340 Tahun Desa Beber, Milangkala Jadi Momentum Merawat Jejak Leluhur dan Menguatkan Jati Diri Masyarakat

bydejurnalcom
Minggu, 5 Juli 2026
Reading Time: 3 mins read
340 Tahun Desa Beber, Milangkala Jadi Momentum Merawat Jejak Leluhur dan Menguatkan Jati Diri Masyarakat
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal,– Tidak ada pesta rakyat, panggung hiburan, maupun konser musik dalam peringatan Milangkala ke-340 Desa Beber, Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, Minggu (5/7/2026).

Berbeda dengan kemeriahan perayaan Muludan yang setiap tahun menjadi agenda terbesar desa, Milangkala justru diperingati secara sederhana namun sarat makna.

Suasana khidmat menyelimuti seluruh rangkaian kegiatan. Warga bersama pemerintah desa menggelar khatmil Al-Qur’an, pengajian, tahlil, doa bersama, hingga berziarah ke makam para sesepuh dan pendiri Desa Beber sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah meletakkan pondasi berdirinya desa.

BacaJuga :

Dalih Tutup Pemberitaan, Empat Oknum yang Mengaku Wartawan Diciduk Satreskrim Polres Ciamis

Dua Orang Tersangka Dugaan Pengeroyokan di Kecamatan Cisurupan Berhasil Diamankan Sat Reskrim Polres Garut

Rampak Bedug Baregbeg Bawa Semangat Pelestarian Budaya di PORSADIN VIII

Di balik kesederhanaan itu, tersimpan kisah yang unik. Tanggal 5 Juli yang ditetapkan sebagai hari jadi Desa Beber ternyata juga bertepatan dengan hari ulang tahun Kepala Desa Beber Abdul Wahid Miftah Sofa beserta sang istri.

Namun bagi Miftah, momen tersebut bukanlah hari untuk merayakan usia pribadi.

Sebaliknya, setiap 5 Juli menjadi pengingat bahwa amanah memimpin desa harus dijalankan dengan penuh rasa syukur, tanggung jawab, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, setiap tanggal 5 Juli kami memperingati Milangkala Desa Beber, dan di hari yang sama saya serta istri juga berulang tahun. Saya memaknai ini sebagai pengingat bahwa bertambahnya usia harus diiringi dengan bertambahnya ikhtiar dalam melayani masyarakat. Jadi bukan dirayakan secara pribadi, tetapi menjadi momentum untuk terus mengabdi,” ujar Miftah.

Menurutnya, Milangkala bukan sekadar seremoni memperingati usia desa, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali sejarah yang mulai terlupakan.

“Kalau Muludan adalah pesta rakyat, maka Milangkala adalah waktunya kami pulang kepada sejarah. Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, mengetahui siapa yang membuka wilayah ini, siapa yang membangun Desa Beber, dan bagaimana perjuangan para pendahulu hingga desa ini bisa berdiri kokoh selama lebih dari tiga abad,” katanya.

Berawal dari Jejak Eyang Wirayudha

Penetapan tanggal 5 Juli sebagai hari jadi Desa Beber bukan dilakukan tanpa dasar.

Pemerintah Desa Beber melakukan penelusuran sejarah yang mengungkap bahwa Eyang Wirayudha merupakan tokoh pembuka wilayah Beber. Nama tokoh tersebut bahkan tercatat dalam naskah peninggalan VOC sekitar tahun 1686.

Selain itu, sejarah Desa Beber juga tidak bisa dilepaskan dari sosok Mama Barhida, pupuhu atau pemimpin Desa Beber pada masa lampau yang berperan dalam penetapan batas wilayah desa.

Menurut cerita yang diwariskan secara turun-temurun, wilayah Beber memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan Kerajaan Galuh dan Sukapura. Bahkan kawasan di selatan Sungai Citanduy memiliki cerita tersendiri mengenai batas wilayah pada masa itu.

Berangkat dari kajian sejarah tersebut, Pemerintah Desa Beber kemudian menetapkan tanggal 5 Juli sebagai hari lahir desa dan sejak empat tahun terakhir diperingati secara rutin melalui kegiatan Milangkala.

Menghormati Para Pendahulu

Sebagai bentuk penghormatan kepada para karuhun, pemerintah desa bersama masyarakat melaksanakan ziarah ke 29 makam yang terdiri atas makam pendiri desa, mantan kepala desa, para ulama, tokoh masyarakat, para raden, hingga mantan Ketua MUI Desa Beber. Ziarah dilaksanakan 2 hari berturut-turut Sabtu 4 Juli 2026 dan Minggu 5 Juli 2026.

Bagi masyarakat Desa Beber, ziarah bukan sekadar tradisi, melainkan wujud penghormatan terhadap jasa orang-orang yang telah membangun desa.

“Kami ingin masyarakat tidak melupakan sejarah. Desa ini ada karena perjuangan para leluhur. Kalau kita melupakan mereka, maka kita juga akan kehilangan jati diri sebagai masyarakat Desa Beber,” tutur Miftah.

Ia menilai, kemajuan pembangunan harus tetap berpijak pada nilai-nilai budaya, sejarah, dan spiritualitas agar tidak kehilangan arah.

Milangkala Berbeda dengan Muludan

Miftah menjelaskan, sebagian masyarakat kerap membandingkan Milangkala dengan Muludan.

Padahal, menurutnya, kedua kegiatan tersebut memiliki makna yang berbeda.

Perayaan Muludan merupakan agenda besar yang menjadi hiburan masyarakat. Tahun lalu, misalnya, pemerintah desa menghadirkan musisi religi Hamed Uye sehingga mampu menarik ribuan warga.

Sementara Milangkala lebih diarahkan sebagai ruang refleksi, rasa syukur, dan penghormatan terhadap perjalanan panjang Desa Beber.

“Kalau Muludan adalah kegembiraan masyarakat, Milangkala adalah kegembiraan batin. Di sini kami mengingat jasa para leluhur, berdoa bersama, sekaligus memperkuat semangat membangun desa,” ujarnya.

Sejarah Harus Menjadi Inspirasi

Miftah berharap Milangkala tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi media pembelajaran bagi generasi muda agar semakin mengenal sejarah desanya sendiri.

Menurutnya, desa yang maju bukan hanya desa yang mampu membangun infrastruktur, tetapi juga desa yang mampu menjaga identitas dan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu.

Dengan jumlah penduduk sekitar 3.017 jiwa yang tersebar di empat dusun, ia optimistis semangat gotong royong masyarakat akan terus menjadi modal utama dalam membangun Desa Beber.

“Usia Desa Beber kini telah mencapai 340 tahun. Angka itu bukan sekadar hitungan waktu, tetapi bukti bahwa desa ini mampu bertahan karena masyarakatnya selalu menjaga kebersamaan. Tugas kami hari ini adalah melanjutkan perjuangan para leluhur dengan menghadirkan pembangunan yang tetap berpijak pada nilai sejarah, budaya, dan agama,” pungkasnya. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Dukung Sensus Ekonomi 2026, Pemdes Dewasari Ajak Warga Berikan Data yang Akurat

Next Post

Dari Anak Kambing hingga Orang Tua Asuh, Desa Beber Bangun Masa Depan Lewat Deretan Inovasi yang Lahir dari Warga

Related Posts

Dari Anak Kambing hingga Orang Tua Asuh, Desa Beber Bangun Masa Depan Lewat Deretan Inovasi yang Lahir dari Warga
deNews

Dari Anak Kambing hingga Orang Tua Asuh, Desa Beber Bangun Masa Depan Lewat Deretan Inovasi yang Lahir dari Warga

Minggu, 5 Juli 2026
Dukung Sensus Ekonomi 2026, Pemdes Dewasari Ajak Warga Berikan Data yang Akurat
deNews

Dukung Sensus Ekonomi 2026, Pemdes Dewasari Ajak Warga Berikan Data yang Akurat

Minggu, 5 Juli 2026
Bukan Sekadar Seremoni, Harlah FORMAGAT Hadirkan Solusi dan Pelayanan bagi Warga
deNews

Bukan Sekadar Seremoni, Harlah FORMAGAT Hadirkan Solusi dan Pelayanan bagi Warga

Sabtu, 4 Juli 2026
Dalih Tutup Pemberitaan, Empat Oknum yang Mengaku Wartawan Diciduk Satreskrim Polres Ciamis
deNews

Dalih Tutup Pemberitaan, Empat Oknum yang Mengaku Wartawan Diciduk Satreskrim Polres Ciamis

Sabtu, 4 Juli 2026
Dua Orang Tersangka Dugaan Pengeroyokan di Kecamatan Cisurupan Berhasil Diamankan Sat Reskrim Polres Garut
deNews

Dua Orang Tersangka Dugaan Pengeroyokan di Kecamatan Cisurupan Berhasil Diamankan Sat Reskrim Polres Garut

Sabtu, 4 Juli 2026
Rampak Bedug Baregbeg Bawa Semangat Pelestarian Budaya di PORSADIN VIII
deNews

Rampak Bedug Baregbeg Bawa Semangat Pelestarian Budaya di PORSADIN VIII

Sabtu, 4 Juli 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Kolase : Pasir warna merah yang dipenetrasikan dalam pembangunan irigasi Cipalasari menuai perhatian.

Pakai Pasir Warna Merah, Proyek Irigasi Cipalasari Senilai Rp 725 Juta Tuai Perhatian

Jumat, 27 Agustus 2021
Kolase : Pekerjaan Proyek Irigasi Cipalasari.

Hasil Uji Lab Pasir Merah Tak Bagus, Dinas PU Kabupaten Sukabumi Patut Evaluasi Proyek Irigasi Cipalasari

Rabu, 1 September 2021

KabarDaerah

Tarian Air Mancur Sri Baduga Bakal Sambut Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta

Selasa, 18 Februari 2025

RSUD Bayu Asih dan PWI Purwakarta Jalin Kerjasama melalui Program Penta helik

Selasa, 14 Oktober 2025

Cabup Yena Blusukan Ke Pasar Soreang

Senin, 12 Oktober 2020

Bunda Bedas Hj. Emma Dety : Pelatihan Muadas Program 1000 Hari Kerja Bupati Bandung Kurangi Angka Pengangguran

Rabu, 7 Mei 2025

Gibas Ciamis Tuntut Penjarakan Oknum Nakes Aniaya Keluarga Pasien

Selasa, 27 April 2021

DPMD Garut Perkuat Koordinasi Pendamping Desa, Fokus Percepatan KDMP

Rabu, 7 Januari 2026

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste