• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Senin, Juli 13, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Dari Anak Kambing hingga Orang Tua Asuh, Desa Beber Bangun Masa Depan Lewat Deretan Inovasi yang Lahir dari Warga

bydejurnalcom
Minggu, 5 Juli 2026
Reading Time: 4 mins read
Dari Anak Kambing hingga Orang Tua Asuh, Desa Beber Bangun Masa Depan Lewat Deretan Inovasi yang Lahir dari Warga
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal,-  Berusia 340 tahun tidak membuat Desa Beber, Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, berjalan di tempat.

Di balik kuatnya tradisi dan sejarah yang masih terjaga, desa dengan jumlah penduduk sekitar 3.017 jiwa ini justru dikenal sebagai salah satu desa paling inovatif di Kecamatan Cimaragas.

Menariknya, hampir seluruh program yang berjalan bukan lahir dari instruksi pemerintah, melainkan tumbuh dari kebutuhan dan gagasan masyarakat yang kemudian difasilitasi oleh pemerintah desa.

BacaJuga :

Haflah Akhirussanah Ponpes Al-Qur’an Alqirom Asysyamsiah, Wabup” Jaga Semangat Belajar”

Wabup Sukabumi Ajak Petani Tingkatkan Kapasitas dan Penyesuaian Diri dengan Kebutuhan Dasar

Diikuti 750 Peserta Hilo Strong Festival Ajak Masyarakat “Nabung Otot” Guna Hindari Sarkopenia

Kepala Desa Beber, Abdul Wahid Miftah Sofa, mengatakan inovasi desa bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi menjadi solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kami tidak pernah berpikir bagaimana membuat program agar terlihat bagus. Yang kami pikirkan adalah bagaimana persoalan masyarakat bisa selesai. Dari situ inovasi lahir dengan sendirinya,” ujarnya Minggu (05/07/2026)

Menurut Miftah, tantangan terbesar justru bukan menciptakan inovasi baru.

“Membuat program itu sebenarnya mudah. Yang paling sulit adalah menjaganya agar tetap berjalan, terus berkembang, dan menjadi budaya masyarakat. Kalau masyarakat sudah merasa memiliki, program itu akan hidup dengan sendirinya,” katanya.

Membangun Desa dari Sisi Spiritual

Disebutkan Miftah inovasi pertama yang dikembangkan Desa Beber berada di bidang keagamaan melalui Program Spiritual yang mulai dijalankan sejak 2023.

“Program ini tidak hanya berisi kegiatan keagamaan biasa, tetapi menjadi upaya membangun karakter aparatur pemerintah dan masyarakat melalui riyadhah bulanan, doa bersama setiap malam Minggu kedua, tahlil, hingga ziarah ke makam para karuhun,” terangnya

Keunikan program tersebut adalah adanya tahlil khusus untuk mendoakan seluruh warga Desa Beber yang telah meninggal dunia. Hingga saat ini tercatat 96 warga telah didoakan melalui kegiatan tersebut.

Dikatakan Miftah, pembangunan fisik tidak akan memiliki makna apabila tidak diimbangi dengan pembangunan spiritual.

“Kami ingin Desa Beber maju, tetapi masyarakatnya juga tetap religius, saling mendoakan, menghormati para leluhur, dan menjaga nilai-nilai kebersamaan,” katanya.

Pelayanan Pemerintah Tak Lagi Menunggu Warga Datang

Lebih lanjut Miftah menerangkan di bidang pelayanan publik, Desa Beber menghadirkan Pelayanan Spesial Masyarakat (PSM).

Konsepnya sederhana, tetapi berdampak besar. Pemerintah desa tidak lagi menunggu masyarakat datang ke kantor desa, melainkan aktif mendatangi masyarakat yang membutuhkan pelayanan.

“Melalui sistem jemput bola, warga yang sakit akan dijemput dan diantar menuju fasilitas kesehatan secara gratis. Tim sosial desa juga membantu proses pemulasaraan jenazah beserta perlengkapannya,” terangnya.

PSM juga mengintegrasikan pelayanan administrasi kependudukan, layanan kesehatan, pengaduan masyarakat hingga Pos Bantuan Hukum (Posbankum) sehingga seluruh kebutuhan pelayanan dasar masyarakat dapat ditangani dalam satu sistem.

Untuk mendukung pelayanan tersebut, Pemerintah Desa Beber membagi organisasi kerja menjadi dua tim.

Tim pertama terdiri atas kepala desa dan perangkat desa yang bertugas menjalankan pemerintahan, menyusun perencanaan pembangunan, serta mengelola dan mengawasi Dana Desa.

Sedangkan tim kedua merupakan staf pelayanan yang fokus memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, mulai dari administrasi, kesehatan, pengaduan masyarakat hingga pendampingan Posbankum.

Dengan sistem tersebut, pelayanan menjadi lebih cepat, responsif, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Pendanaan program berasal dari alokasi tiga persen Dana Desa, dana sosial BUMDes, swadaya masyarakat, serta dukungan pihak ketiga yang tidak mengikat.

Mengembalikan Warga Putus Sekolah

Di bidang pendidikan, Pemerintah Desa Beber menggagas Jawara Gemas (Jaring Warga Gerakan Masyarakat Ayo Sekolah) bekerja sama dengan PKBM Hikmah dan TP-PKK.

Program ini menyasar warga yang putus sekolah agar kembali mengikuti pendidikan kesetaraan.

Hasilnya cukup signifikan. Hingga tahun ajaran 2024/2025 sebanyak 299 warga berhasil lulus pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C. Saat ini sekitar 160 peserta masih mengikuti pendidikan Paket C.

“Kami ingin tidak ada lagi warga yang minder karena tidak memiliki ijazah. Pendidikan adalah jalan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Miftah.

Anak Masuk SD Dapat Anak Kambing

Salah satu inovasi yang paling unik adalah Menak Bersanggul Emas. Dimana setiap anak yang mulai masuk Sekolah Dasar memperoleh seekor anak kambing.

Kambing tersebut dipelihara hingga anak menyelesaikan pendidikan SD. Ketika lulus, kambing dapat dijual dan hasilnya dimanfaatkan untuk membantu biaya melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Program tersebut didukung melalui kelompok ketahanan pangan dan swadaya masyarakat sehingga tidak membebani anggaran desa.

“Kami ingin anak-anak memiliki semangat sekolah sekaligus belajar menabung sejak dini melalui aset produktif,” kata Miftah.

Ketahanan Pangan Menjadi Kekuatan Desa

Di sektor pemberdayaan ekonomi, Desa Beber berhasil membangun program ketahanan pangan yang kini menjadi salah satu yang terbaik di Kecamatan Cimaragas.

Saat ini masyarakat mengelola sekitar 700 ekor kambing dan 24 ekor sapi yang tersebar di empat dusun.

Melalui inovasi Melak Jukut Jadi Daging, rumput hasil budidaya masyarakat dimanfaatkan sebagai pakan ternak kambing dan ikan sehingga mampu menciptakan nilai ekonomi baru.

Ke depan, pemerintah desa menargetkan semakin banyak keluarga yang memiliki ternak sebagai sumber pendapatan tambahan.

Selain itu, masyarakat juga mengembangkan program arisan kurban. Enam kelompok yang masing-masing beranggotakan 35 orang menabung secara rutin agar setiap tahun mampu menyediakan enam ekor sapi kurban.

Anak Yatim Menjadi Anak Bersama

Semangat gotong royong masyarakat Desa Beber juga diwujudkan melalui program Beber Raiyah Asuh Yatim (Berayat).

Program yang diluncurkan pada 2025 ini membentuk tim khusus yang bertugas mencari orang tua asuh, menghimpun dana masyarakat, dan menyalurkan bantuan kepada anak-anak yatim. Saat ini terdapat 21 anak yatim yang menjadi anak asuh program Berayat.

Dana santunan yang berhasil dihimpun telah mencapai sekitar Rp12 juta setiap bulan.

Program tersebut tidak hanya memberikan santunan rutin, tetapi juga bantuan pada 10 Muharam, kegiatan Ramadan, bingkisan Idulfitri, bantuan aqiqah, hingga kegiatan gathering.

Baru-baru ini seluruh anak asuh Berayat diajak mengikuti gathering ke kawasan wisata Batukaras sebagai bentuk perhatian terhadap tumbuh kembang mereka.

“Kami ingin anak-anak yatim di Desa Beber merasa memiliki keluarga besar yang selalu hadir mendampingi mereka,” tutur Miftah.

Inovasi yang Lahir dari Masyarakat

Selain berbagai program tersebut, Desa Beber juga berhasil meraih Juara III Perpustakaan Desa Terbaik, melengkapi berbagai capaian pembangunan yang telah diraih.

Bagi Miftah, seluruh inovasi tersebut tidak mungkin berjalan apabila hanya mengandalkan pemerintah desa.

“Saya selalu menyampaikan kepada masyarakat bahwa inovasi bukan milik kepala desa. Inovasi adalah milik warga. Pemerintah desa hanya memfasilitasi dan menggerakkan. Ketika masyarakat merasa memiliki, maka program akan terus hidup meski suatu saat kepala desanya berganti,” ujarnya.

Ia berharap semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan utama Desa Beber dapat terus dipertahankan sehingga seluruh inovasi yang telah dibangun tidak berhenti sebagai program jangka pendek, melainkan menjadi budaya masyarakat.

“Target kami bukan sekadar melahirkan inovasi. Yang lebih penting adalah menjaga agar inovasi itu tetap hidup, berkembang, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Beber dari generasi ke generasi,” pungkas Miftah. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

340 Tahun Desa Beber, Milangkala Jadi Momentum Merawat Jejak Leluhur dan Menguatkan Jati Diri Masyarakat

Next Post

Tradisi Tasyakur Merawat Laut, Melestarikan Budaya Adat Pantai Santolo Yang digelar Oleh Nelayan Pantai Santolo

Related Posts

Peresmian Jembatan Gantung Prima Jantake, Bupati Sukabumi Dukung Akses Perekonomian Masyarakat
deNews

Peresmian Jembatan Gantung Prima Jantake, Bupati Sukabumi Dukung Akses Perekonomian Masyarakat

Senin, 13 Juli 2026
Pengukuhan Sekda, Bupati Sukabumi Tegaskan Kebijakan Kepegawaian Berdasarkan Sistem Merit, Kompetensi dan Kinerja
deNews

Pengukuhan Sekda, Bupati Sukabumi Tegaskan Kebijakan Kepegawaian Berdasarkan Sistem Merit, Kompetensi dan Kinerja

Senin, 13 Juli 2026
Program Berehan, Ikhtiar Perkuat ekonomi Daerah Melalui Pemberdayaan Peternak Lokal
deNews

Program Berehan, Ikhtiar Perkuat ekonomi Daerah Melalui Pemberdayaan Peternak Lokal

Minggu, 12 Juli 2026
deNews

Haflah Akhirussanah Ponpes Al-Qur’an Alqirom Asysyamsiah, Wabup” Jaga Semangat Belajar”

Minggu, 12 Juli 2026
deNews

Wabup Sukabumi Ajak Petani Tingkatkan Kapasitas dan Penyesuaian Diri dengan Kebutuhan Dasar

Minggu, 12 Juli 2026
Diikuti  750 Peserta Hilo Strong Festival Ajak  Masyarakat “Nabung Otot” Guna Hindari  Sarkopenia
deNews

Diikuti 750 Peserta Hilo Strong Festival Ajak Masyarakat “Nabung Otot” Guna Hindari Sarkopenia

Minggu, 12 Juli 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021

FPPG Kecewa, Audiensi DPRD Terkait Zakat TPG Tak Dihadiri Disdik, Baznas dan BJB

Jumat, 21 Mei 2021

KabarDaerah

Bupati Bandung, Saat AKB Pendapatan Keuangan Pemkab Bandung Meningkat

Rabu, 15 Juli 2020

Jadi Pergunjingan Warga, Salah Satu SMK di Cikidang Sukabumi Miliki “Siswa Siluman”

Selasa, 23 Mei 2023

DPC Gerkatin Ciamis Resmi Dilantik, Sekda Ajak Penyandang Tunarungu Terus Berkarya dan Berdaya

Minggu, 15 Juni 2025

Warga Netizen Geger, Surat Permohonan Pengunduran Diri Wakil Bupati Indramayu Beredar

Senin, 13 Februari 2023

DPC GRIB Kabupaten Garut Intruksikan Pengurus GRIB Tiap Kecamatan Investigasi Dugaan Penyelewengan Bansos Di Desa

Senin, 7 September 2020

Bupati Purwakarta Pimpin Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades

Jumat, 15 Oktober 2021

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste