CIAMIS, deJurnal – Sebanyak 17 pemuda dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Ciamis mendapat pembinaan untuk memperkuat kemampuan dan inovasi mereka sebagai calon Pemuda Pelopor.
Pembinaan Pemuda Pelopor Kabupaten Ciamis Tahun 2026 tersebut digelar Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis di Hotel Larisa Ciamis, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk mencari pemuda berprestasi, tetapi juga mendorong lahirnya anak muda yang mampu melihat persoalan di lingkungan sekitarnya dan mengubahnya menjadi gagasan serta inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Tema yang diangkat yakni “Pemuda Pelopor Bergerak, Berkarya dan Berdampak untuk Ciamis Maju dan Indonesia Emas 2045” dengan semangat “Bergerak, Berinovasi, Bergerak Menginspirasi, Kolaborasi Pemuda Membangun Ciamis.”
Pemuda Dituntut Berani Memulai
Kepala Disbudpora Kabupaten Ciamis, Dr. Dian Budiyana, mengatakan kepeloporan tidak cukup hanya ditunjukkan melalui prestasi dalam sebuah perlombaan.
Seorang pemuda pelopor, kata dia, harus memiliki keberanian untuk memulai sesuatu yang bisa membawa perubahan di lingkungan tempat tinggalnya.
“Pemuda pelopor itu selalu memulai. Mereka harus mampu mengenali permasalahan yang ada di masyarakat, kemudian mencari solusinya. Solusi itulah yang nantinya menjadi sebuah inovasi,” kata Dian.
Menurutnya, persoalan yang ada di masyarakat dapat menjadi ruang bagi pemuda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus kepedulian.
Karena itu, inovasi yang dikembangkan para pemuda diharapkan tidak berhenti pada gagasan. Setelah melalui proses pembinaan, inovasi tersebut harus diarahkan agar dapat diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Dian menyebut kepeloporan pemuda di Ciamis mencakup berbagai bidang. Mulai dari pendidikan, sosial budaya, pangan, pariwisata hingga teknologi.
“Harapannya, inovasi yang mereka miliki bisa diimplementasikan sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, pemuda pelopor dapat memberikan kontribusi dalam menyelesaikan persoalan pembangunan di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.
Ia menambahkan, inovasi yang telah terbukti memberikan hasil positif di satu wilayah memiliki peluang untuk dikembangkan di wilayah lain.
Menurutnya, keberhasilan tersebut dapat menjadi contoh sekaligus inspirasi bagi pemuda lainnya untuk membuat inovasi yang sesuai dengan persoalan di daerah masing-masing.
Peserta Berasal dari Sejumlah Kecamatan
Kepala Bidang Kepemudaan Disbudpora Kabupaten Ciamis, Andi Adrianto, S.IP., M.Si., mengatakan pembinaan tersebut merupakan tindak lanjut dari proses seleksi Pemuda Pelopor Kabupaten Ciamis Tahun 2026.
Peserta yang kembali mengikuti pembinaan bukan hanya mereka yang berhasil menjadi pemenang. Para peserta yang telah mengikuti proses seleksi juga diberikan kesempatan untuk mendapatkan pembinaan.
“Jadi bukan hanya pemenangnya yang kami panggil kembali. Mereka yang sudah mengikuti proses seleksi juga kami berikan pembinaan, karena kami ingin potensi kepeloporan mereka tetap dikembangkan,” kata Andi.
Sebanyak 17 peserta mengikuti seleksi Pemuda Pelopor 2026 pada lima bidang kepeloporan.
Mereka berasal dari sejumlah kecamatan, antara lain Cijeungjing, Cisaga, Rancah, Kawali, Pamarican, Ciamis dan Lakbok.
Andi menjelaskan, seorang peserta juga dapat mengikuti lebih dari satu bidang apabila memiliki kemampuan dan inovasi yang sesuai dengan bidang kepeloporan yang dipilih.
Dari proses seleksi tersebut, Kabupaten Ciamis juga mengirimkan perwakilan ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
Dua peserta asal Kecamatan Ciamis dan Kecamatan Lakbok berhasil masuk lima besar seleksi tingkat provinsi. Namun, keduanya belum berhasil masuk dalam tiga besar.
“Alhamdulillah, dua perwakilan kita berhasil masuk lima besar tingkat provinsi. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan pembinaan dan meningkatkan kualitas pemuda pelopor di Ciamis,” ungkap Andi.
Pembinaan Tidak Berhenti Setelah Seleksi
Menurut Andi, program Pemuda Pelopor tidak seharusnya berhenti ketika proses seleksi selesai.
Disbudpora Ciamis terus menjaga komunikasi dengan para pemuda yang telah mengikuti program tersebut, terutama mereka yang sudah memiliki karya dan inovasi.
Langkah itu dilakukan agar inovasi yang mereka kembangkan tetap berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami terus berkomunikasi dengan mereka, terutama agar kegiatan dan inovasi yang mereka miliki tetap berguna bagi masyarakat,” katanya.
Tidak hanya memberikan pendampingan, Disbudpora juga membuka ruang bagi para pemuda pelopor untuk terlibat dalam berbagai kegiatan pemerintah daerah.
Para pemuda yang memiliki kompetensi tertentu dapat diberdayakan sebagai narasumber dalam kegiatan Disbudpora maupun perangkat daerah lainnya.
Andi menyebut salah satu pemuda pelopor, Isal, telah dilibatkan sebagai narasumber dalam berbagai kegiatan.
Menurutnya, pola tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah agar prestasi yang diraih pemuda tidak berhenti sebagai catatan dalam sebuah kompetisi.
Sebaliknya, pengalaman, pengetahuan dan inovasi yang mereka miliki diharapkan dapat dibagikan kepada masyarakat serta menginspirasi pemuda lainnya.
Targetkan Muncul Lebih Banyak Pemuda Pelopor
Disbudpora Ciamis menargetkan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat mendorong semakin banyak pemuda untuk tampil sebagai pelopor di berbagai bidang.
Andi mengatakan, pemuda yang telah memiliki gagasan dan inovasi perlu terus diberi ruang untuk mengembangkan kemampuannya.
“Harapan kami ke depan semakin banyak pemuda Ciamis yang memiliki inovasi dan kepeloporan di bidangnya masing-masing. Yang paling penting, apa yang mereka lakukan bisa bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.
Bagi pemerintah daerah, keberadaan pemuda pelopor menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kepemudaan di Ciamis.
Sebab, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan program pemerintah, tetapi juga gagasan dan keterlibatan generasi muda yang mampu membaca perubahan serta bergerak menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui pembinaan tersebut, 17 pemuda yang mengikuti program tahun ini diharapkan tidak hanya berkembang sebagai individu, tetapi juga mampu menjadi penggerak di lingkungan masing-masing.
Dengan begitu, semangat bergerak, berinovasi dan menginspirasi tidak berhenti di ruang pembinaan, tetapi benar-benar tumbuh menjadi aksi yang memberi dampak bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Ciamis. (Nay Sunarti)

















