Dejurnal.com, Garut — Musibah kebakaran kembali terjadi di wilayah Kabupaten Garut. Kali ini, si jago merah menghanguskan rumah milik dua warga, yakni Lilis dan Sumi Febi Yanti, yang berada di Kampung Sindangsari, RT 06/RW 06, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 18.30 WIB, atau sesaat setelah waktu Magrib. Kobaran api dengan cepat membesar dan melalap bagian rumah beserta berbagai perabotan serta material bangunan yang berada di dalamnya.
Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, kebakaran mengakibatkan kerugian material yang cukup besar.
Sejumlah perabotan rumah tangga dan bagian material bangunan tidak dapat diselamatkan karena hangus terbakar.
Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian pemerintah setempat dan masyarakat. Upaya penanganan pun segera dilakukan setelah laporan mengenai kebakaran diterima.
Tim pemadam kebakaran Kabupaten Garut yang tiba di lokasi langsung melakukan tindakan pemadaman. Berkat kesigapan petugas, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sehingga tidak merembet lebih luas ke bangunan maupun rumah warga di sekitar lokasi.
Yudha Puja Turnawan Langsung Sambangi Korban
Tidak lama setelah mengetahui adanya musibah tersebut, anggota DPRD Kabupaten Garut dari Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, langsung menyempatkan diri datang ke lokasi untuk melihat kondisi korban.
Kehadiran Yudha bukan sekadar untuk melihat kondisi rumah yang terdampak, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi musibah.
Dalam kunjungannya, ia turut menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan santunan uang tunai kepada keluarga korban.
Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban Lilis dan Sumi Febi Yanti beserta keluarga, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah kehilangan sebagian besar harta benda akibat kebakaran.
Yudha mengatakan, sebagai wakil rakyat, dirinya berupaya untuk hadir ketika masyarakat mengalami berbagai persoalan maupun musibah.
“Sebagai wakil rakyat, hari ini saya bersama jajaran pemerintahan setempat memberikan bingkisan sembako dan santunan sejumlah uang tunai. Mudah-mudahan bantuan ini sedikit dapat meringankan beban ibu Lilis dan ibu Sumi Febi Yanti yang tengah mengalami musibah,” ujar Yudha.

Dalam kunjungan tersebut, Yudha juga didampingi jajaran pemerintahan setempat. Di antaranya Camat Sukaresmi Prayudi Yanuar Arif, Kepala Desa Sukamulya Dwi Hartadi, serta sejumlah perangkat desa dan unsur pemerintahan lainnya.
Berharap Ada Bantuan Perbaikan Rumah
Selain memberikan bantuan secara langsung, Yudha Puja Turnawan juga menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Garut dapat memberikan perhatian lanjutan kepada para korban, khususnya dalam membantu proses perbaikan rumah yang terdampak kebakaran.
Menurutnya, kebutuhan korban tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Setelah musibah, para korban harus kembali memikirkan tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar keluarga yang terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal.
Ia berharap pemerintah daerah dapat melakukan pendataan terhadap kondisi rumah korban dan melihat kemungkinan bantuan untuk proses rehabilitasi maupun pembangunan kembali tempat tinggal yang mengalami kerusakan.
“Harapan kami kepada Pemerintah Kabupaten Garut semoga bisa membantu proses perbaikan rumah ibu Lilis dan ibu Sumi Febi Yanti. Dengan demikian, korban yang terkena musibah nantinya dapat kembali menempati rumah tinggalnya dengan kondisi yang layak,” harapnya.
Kades Sukamulya Sampaikan Apresiasi
Sementara itu, Kepala Desa Sukamulya, Dwi Hartadi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepedulian Yudha Puja Turnawan yang secara langsung datang menemui warganya yang tertimpa musibah.
Menurut Dwi, kunjungan dan bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap masyarakat Desa Sukamulya, khususnya bagi keluarga yang saat ini membutuhkan dukungan setelah rumah mereka terdampak kebakaran.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan kepada warga kami. Bantuan berupa sembako dan sejumlah uang tunai ini tentunya sangat berarti bagi keluarga yang sedang mengalami musibah,” kata Dwi.
Sumber Api Belum Diketahui
Dwi Hartadi juga menjelaskan bahwa hingga saat ini sumber awal api yang menyebabkan kebakaran belum diketahui secara pasti.
Menurutnya, kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, sesaat setelah Magrib. Kobaran api kemudian dengan cepat membesar dan membakar bagian rumah beserta barang-barang yang berada di dalamnya.
“Awal kebakaran belum diketahui dari mana sumber apinya. Yang pasti, kejadian terjadi sekitar jam setengah tujuh habis Magrib pada Senin (7/9/2026),” ungkap Dwi.
Meski demikian, ia bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Proses pemadaman juga dapat dilakukan dengan cepat setelah petugas pemadam kebakaran Kabupaten Garut tiba di lokasi.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Api yang berkobar dapat segera diatasi. Tim pemadam kebakaran dari Kabupaten Garut juga sigap datang ke lokasi sehingga kurang lebih dalam waktu sekitar setengah jam api berhasil dipadamkan,” jelasnya.
Musibah tersebut kini menyisakan pekerjaan rumah bagi keluarga korban. Selain kehilangan berbagai perabotan dan material bangunan, mereka juga harus kembali menata kehidupan setelah rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Kehadiran pemerintah setempat bersama wakil rakyat diharapkan menjadi langkah awal untuk membantu meringankan beban korban. Dukungan lanjutan dari pemerintah daerah, masyarakat, maupun berbagai pihak lainnya juga sangat dibutuhkan agar keluarga Lilis dan Sumi Febi Yanti dapat segera memperoleh tempat tinggal yang layak dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari.***Willy















