Dejurnal.com, CIAMIS. Bakat dan prestasi Ayesha Shakira Zahratunnisa seolah tidak terbatas pada satu bidang.
Siswi MAN 1 Darussalam Ciamis ini kembali menorehkan prestasi dengan meraih Juara 2 Speech Contest dalam Olimpiade Bahasa Inggris tingkat Pulau Jawa yang digelar di Universitas Riyadlul ‘Ulum Condong, Tasikmalaya, Minggu (11/10/2026).
Prestasi tersebut menambah deretan pencapaian Ayesha di bidang seni dan akademik. Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, ia berhasil meraih juara dalam tiga kompetisi berbeda, mulai dari storytelling, seni vokal, hingga pidato berbahasa Inggris.
Sebelumnya, pada 31 Agustus 2026, Ayesha meraih Juara 1 Storytelling tingkat Jawa Barat di Bogor. Prestasi berikutnya diraih pada 10 September 2026, saat ia menyabet Juara 1 kategori English Song dalam ajang West Java English Competition yang berlangsung di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Bandung.
Terbaru, Ayesha kembali membuktikan kemampuannya dengan meraih Juara 2 Speech Contest tingkat Pulau Jawa.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa siswi MAN 1 Darussalam Ciamis ini mampu mengembangkan potensi di berbagai bidang, tidak hanya dalam tarik suara, tetapi juga dalam penguasaan bahasa Inggris dan keterampilan berbicara di depan publik.
Bagi Ayesha, setiap kompetisi merupakan kesempatan untuk belajar, menambah pengalaman, sekaligus mengasah kepercayaan diri.
Ia menyadari bahwa prestasi tidak datang secara instan, melainkan melalui latihan, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus memperbaiki kemampuan.
“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa meraih prestasi di bidang yang berbeda. Setiap perlombaan memberikan pengalaman baru dan membuat saya belajar banyak hal. Saya ingin terus mengembangkan bakat yang saya miliki, baik di bidang menyanyi maupun bahasa Inggris,” ujar Ayesha Minggu (11/10/2026)
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada guru Bahasa Inggris MAN 1 Darussalam Ciamis yang telah memberikan bimbingan, serta keluarga besar Darussalam yang terus memberikan dukungan dan semangat.
Peran Ibu, Pendamping Setia di Balik Prestasi Ayesha
Di balik sederet prestasi yang diraih Ayesha, ada dukungan keluarga yang menjadi bagian penting dalam perjalanannya.
Sang ibu tercinta menjadi sosok yang selalu membersamai Ayesha, memberikan semangat, serta mendukung proses pengembangan bakatnya.
Pendampingan sang ibu yakni Lili Herlina, S.H., yang merupakan Kepala Sekolah RA Al-Fadliliyah Darussalam bukan hanya menjadi sumber motivasi, tetapi juga membantu Ayesha menjalani setiap tahapan perlombaan dengan lebih percaya diri.
Kehadiran keluarga membuat proses mengejar prestasi tidak sekadar berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi perjalanan belajar dan pembentukan karakter.
Dukungan tersebut berjalan beriringan dengan peran sang ayah, Dase Fadlil Yusdy Mubarok, S.H., M.Pd., yang menjabat sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ciamis sekaligus salah satu pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Ciamis.
Dase juga memiliki ketertarikan di dunia musik. Lingkungan keluarga yang dekat dengan seni menjadi salah satu ruang bagi Ayesha untuk mengenali dan mengembangkan potensinya.
Meski demikian, kemampuan yang dimiliki Ayesha tetap diasah melalui latihan, kedisiplinan, dan bimbingan dari orang-orang di sekitarnya.
Dase mengaku bersyukur melihat putrinya mampu mengukir prestasi dalam bidang yang beragam. Baginya, dukungan orang tua perlu diberikan agar anak berani mengembangkan potensi, tanpa melupakan tanggung jawab utama dalam pendidikan.
“Sebagai orang tua, kami tentu bersyukur dan bangga atas prestasi Ayesha. Kami selalu berusaha mendukung apa yang menjadi minat dan bakatnya. Ibunya juga selalu mendampingi dan memberikan semangat dalam setiap proses yang dijalani Ayesha. Bagi kami, yang terpenting bukan hanya kemenangan, tetapi bagaimana ia terus belajar, disiplin, rendah hati, dan bertanggung jawab,” ungkap Dase.
Ia berharap capaian tersebut menjadi penyemangat bagi Ayesha untuk terus berkembang dan tidak cepat puas dengan prestasi yang sudah diraih.
Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, orang tua perlu memberikan ruang bagi anak untuk menemukan minatnya, sekaligus mengarahkan agar bakat tersebut berkembang secara positif dan seimbang dengan pendidikan.
Dase juga menyampaikan terima kasih kepada guru Bahasa Inggris MAN 1 Darussalam Ciamis, keluarga besar Darussalam, serta semua pihak yang telah memberikan bimbingan dan dukungan kepada putrinya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada guru-guru, khususnya guru Bahasa Inggris MAN 1 Darussalam, keluarga besar Darussalam, serta semua pihak yang telah memberikan doa, bimbingan, dan dukungan kepada Ayesha. Kami menyadari bahwa prestasi ini tidak lepas dari peran banyak pihak. Semoga dukungan tersebut menjadi motivasi bagi Ayesha untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik,” tambahnya.
Membuktikan Bakat Bisa Berkembang di Banyak Bidang
Perjalanan prestasi Ayesha menjadi gambaran bahwa pelajar dapat mengembangkan kemampuan di berbagai bidang sekaligus.
Seni, bahasa, dan keterampilan komunikasi bisa berjalan beriringan apabila didukung kemauan belajar, latihan yang konsisten, serta lingkungan yang positif.
Dukungan orang tua, pendampingan ibu, bimbingan guru, dan lingkungan sekolah menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Prestasi bukan hanya tentang penghargaan yang dibawa pulang, tetapi juga tentang keberanian mencoba, ketekunan menghadapi tantangan, dan kemauan untuk terus berkembang.
Bagi MAN 1 Darussalam Ciamis dan keluarga besar Darussalam, capaian Ayesha diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya agar tidak ragu mengeksplorasi potensi diri dan berani mengikuti kompetisi sesuai minat masing-masing.
Dengan berbagai prestasi yang telah diraih, Ayesha diharapkan terus mengasah kemampuannya, baik dalam tarik suara maupun bahasa Inggris, serta membawa nama baik keluarga, sekolah, dan Kabupaten Ciamis ke tingkat yang lebih luas. (Nay Sunarti)


















