Dejurnal.com, Bandung – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) setiap 22 Oktober menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai agama kepada generasi muda di tengah derasnya perkembangan teknologi. Hal itu disampaikan Kepala Desa Jigondewaj Hilir, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung H. Syae’ul Huda, SH yang mengajak masyarakat memaknai Resolusi Jihad sesuai tantangan zaman.
Menurut Syae’ul Huda, Resolusi Jihad yang digaungkan KH Hasyim Asy’ari memiliki peran penting dalam menggerakkan perjuangan umat Islam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Namun, di era modern, semangat jihad perlu diwujudkan melalui penguatan keimanan, pendidikan agama, dan pembentukan akhlak generasi muda.
“Resolusi Jihad masa kini adalah bagaimana pondasi agama tertanam kuat dalam diri anak-anak kita. Sehingga, di tengah kemajuan zaman dan teknologi, nilai-nilai agama tetap menjadi pegangan hidup,” ujar Syae’ul Huda seusai membuai Festival Santri Nasional dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional di Kantor Desa Cigondewah Hilir, Rabu 21 Oktober 2026.
Kecintaannya terhadap dunia pesantren juga tidak terlepas dari pengalamannya menimba ilmu di Pondok Pesantren As-Salam, Jember, Jawa Timur, serta Pondok Pesantren Nurul Munawwar di Kabupaten Tasikmalaya.
Berangkat dari latar belakang tersebut, Syae’ul Huda merasa terpanggil untuk turut memeriahkan Hari Santri Nasional dengan menggelar Festival Santri Nusantara di Desa Cigondewah Hilir.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud kecintaan terhadap pesantren dan santri sekaligus upaya memotivasi masyarakat agar terus menjaga tradisi pendidikan agama.
Ia berharap, peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga mampu memperkuat karakter generasi muda agar tidak mudah tergerus dampak negatif perkembangan zaman.
“Intinya, Resolusi Jihad sekarang adalah membentengi diri dengan ilmu agama, agar kita tetap berpegang pada nilai-nilai agama dan selamat di dunia maupun akhirat,” pungkasnya.***Sopandi




















