Dejurnal.com, Bandung – Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung menggelar Sapapesona Budaya Bedas atau Baraya Bedas (Bersama Menjaga Keragaman Budaya) di Desa Sukamanah, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini bertujuan mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus melestarikan seni dan budaya warisan leluhur.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 2026 tersebut menjadi pagelaran ke-12 sekaligus penutup dari rangkaian program yang telah dirancang Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung selama setahun.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, Irvan Ahmad, mengatakan kegiatan berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejak pagi, warga bersama berbagai unsur kebudayaan berkumpul untuk memeriahkan pagelaran tersebut.
“Alhamdulillah, kegiatan berlangsung dengan lancar. Antusiasme masyarakat sangat baik. Kami menyatu bersama masyarakat, bersama Pak Camat, Kepala Desa Sukamanah, para sesepuh budaya, pimpinan perguruan, komunitas, serta sanggar seni dan budaya,” kata Irvan seusai membuka acara Sapapesona Budaya Bedas.
Menurut Irvan, pemilihan Desa Sukamanah sebagai lokasi pagelaran sesuai dengan program kerja Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebudayaan Nasional yang diperingati setiap 17 Oktober, sekaligus menyambut hari jadi Desa Sukamanah ke-44.
Dalam pagelaran tersebut, berbagai kesenian tradisional ditampilkan untuk memperlihatkan kekayaan budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Di antaranya tari lengser untuk menyambut tamu kehormatan, berbagai tarian pembuka, permainan tradisional masyarakat, hingga atraksi pencak silat dari sejumlah perguruan di wilayah tersebut.
Hal yang menarik perhatian adalah keterlibatan generasi muda dalam permainan tradisional, khususnya anggota Karang Taruna Desa Sukamanah. Mereka tidak hanya membantu kepanitiaan, tetapi juga terlibat langsung dalam persiapan dan penampilan berbagai pertunjukan budaya.
Keterlibatan generasi muda tersebut dinilai penting untuk memastikan kesenian dan kebudayaan tradisional tetap lestari serta tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan, Kepala Dinas Kebudayaan menegaskan bahwa budaya harus terus hidup dan menjadi landasan dalam berbagai aspek pembangunan.
Menurutnya, budaya tidak boleh hanya ditampilkan dalam acara seremonial, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat.
“Budaya harus terus hidup. Budaya menjadi filosofi dalam setiap aspek pembangunan. Karena itu, kami ingin budaya terus dilestarikan dan menjadi dasar dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pelestarian budaya tidak hanya sebatas menjaga dan menampilkan warisan leluhur, tetapi harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.
Irvan berharap, melalui pagelaran Sapapesona Budaya Bedas, potensi seni dan budaya lokal semakin dikenal, generasi muda semakin bangga terhadap warisan leluhurnya, serta kegiatan kebudayaan dapat menjadi salah satu penggerak dalam mengembangkan perekonomian masyarakat Kabupaten Bandung.***Sopandi


















