• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Rabu, Januari 7, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Total Gempa Susulan 39 Kali, Pemkab Bandung Imbau Masyarakat Tetap Waspada

bydejurnalcom
Sabtu, 28 September 2024
Reading Time: 2 mins read
Total Gempa Susulan 39 Kali, Pemkab Bandung Imbau Masyarakat Tetap Waspada
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Bandung – Pascabencana alam gempa bumi yang melanda Kabupaten Bandung, Rabu (18/9/2024), informasi terkini pada, Sabtu (28/9/2024), total gempa bumi susulan terjadi hingga 39 kali.

“Terakhir pada tanggal 24 September 2024 dengan kekuatan magnitudo 2.8 pukul 09.24 WIB. Informasi ini didapat dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG),” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama di Posko Utama Tanggap Darurat Gempa Bumi Kertasari, Kabupaten Bandung, Sabtu (28/9/2024).

Meski gempa bumi susulan sudah meluruh. Namun, menurut Uka, masyarakat harus tetap waspada dengan potensi gempa bumi susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu dengan kondisi proses alam.

BacaJuga :

Kantor ATR/BPN Kabupaten Bandung Bantu Warga Desa Cihawuk Yang Terdampak Gempa Bumi

Bupati Bandung Turut Berduka 1 Warganya Meninggal Dunia Akibat Gempa Kertasari

Anggota DPRD Kabupaten Bandung, H. Yayat Hidayat Turut Prihatin Musibah Gempa

“Masyarakat yang ingin kembali ke rumah silakan, tapi diperiksa kerusakan bangunannya. Terutama di struktur bangunan. Masyarakat juga jangan termakan isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tutur Uka Suska.

Uka Suska juga menyebut, kesehatan warga yang bertahan di tenda pengungsian harus menjadi perhatian.

“Mereka yang terdampak gempa bumi jika terlalu lama di tenda pengungsian, ini harus menjadi perhatian banyak pihak,” katanya.

Uka Suska berharap kepada masyarakat yang saat ini masih bertahan di tenda pengungsian, dan kondisi rumahnya mengalami rusak ringan, bisa kembali ke rumahnya masing-masing, dengan memastikan struktur kondisi rumahnya aman untuk ditempati.

Warga yang rumahnya mengalami rusak berat, bisa menginap untuk sementara waktu di rumah kerabatnya yang dinilai layak huni dan aman untuk ditempati. Karena jika
tidur di tenda pengungsian, apalagi di musim hujan, dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan.

Uka Suska mengatakan masa tanggap darurat gempa bumi di Kabupaten Bandung, pemerintah telah menyiagakan posko pelayanan kesehatan untuk masyarakat yang terdampak gempa bumi di Kecamatan Kertasari.

Di Desa Cibeureum, yaitu di Pos Pelayanan Kesehatan Desa Cibeureum, Poskes Kesdam, EMT Mobile, Poskes MDMC, RSUD Cicalengka, RSUD Otista, Puskesmas Cinunuk, Puskesmas Ranca Malaka Endah.

Di Desa Cihawuk, yaitu Poskes Klaster Kesehatan dan EMT Mobile. Di Desa Tarumajaya, yaitu Puskesmas Cangkuang dan EMT Mobile, dan di Desa Cikembang, yaitu Poskes IDI dan EMT Mobile.

Uka Suska menjelaskan 215 lokasi tenda pengungsian terdampak gempa bumi. Yaitu 104 tenda di Desa Cibeureum, 29 tenda di Desa Tarumajaya, 53 tenda Desa Cikembang, 24 tenda Desa Cihawuk, 3 tenda Desa Sukapura, dan 1 tenda Desa Santosa, 44 tenda mandiri dan 1 tenda cadangan.

Dikatakan Uka Suska, titik pengungsian tersebar di empat desa di Kecamatan Kertasari. Di Desa Cibeureum, sebanyak 706 kepala keluarga (KK) atau 2.145 jiwa. Terdiri dari 264 balita, 288 anak, 6 ibu hamil, 103 ibu menyusui, dan 206 lansia.

Di Desa Cikembang, sebanyak 909 KK atau 2.910 jiwa, terdiri dari 358 balita, 426 anak, 49 ibu hamil, 139 ibu menyusui, dan 271 lansia.

Di Desa Tarumajaya sebanyak 197 KK atau 522 jiwa, baik itu 63 balita, 119 anak, 6 ibu hamil, 25 ibu menyusui, dan 59 lansia.

Di Desa Cihawuk, yaitu 776 KK atau 2.261 jiwa, terdiri dari 273 balita, 475 anak, 37 ibu hamil, 223 ibu menyusui dan 232 lansia.

Hasil pendataan sementara, sebut Uka, rumah pasca gempa bumi di Kabupaten Bandung, sebanyak 44 rusak berat, 225 rusak sedang, 594 rusak ringan, dan 3.156 rusak sangat ringan.* Sopand

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: gempa
Previous Post

Pjs. Bupati Bandung Sambut Para Pahlawan Olahraga yang Berjuang di PON XXI Aceh-Sumut 2024

Next Post

Jalan Sehat Harlah Karang Taruna Dihadiri Cawabup Ciamis Yana D Putra

Related Posts

Gempa 4,7 Mag Guncang Pangandaran, Terasa Sampai Garut
Regional

Gempa Bumi Mag 5,1 Guncang Bayah, Getaran Terasa di Sukabumi

Minggu, 6 April 2025
Gempa 4,7 Mag Guncang Pangandaran, Terasa Sampai Garut
deNews

Gempa 4,7 Mag Guncang Pangandaran, Terasa Sampai Garut

Selasa, 25 Maret 2025
HUT ke-24 BAZNAS Kabupaten Bandung Isi dengan Berbagi dan Salurkan Bantuan Korban Gempa
deNews

HUT ke-24 BAZNAS Kabupaten Bandung Isi dengan Berbagi dan Salurkan Bantuan Korban Gempa

Jumat, 17 Januari 2025
Kantor ATR/BPN Kabupaten Bandung Bantu Warga Desa Cihawuk Yang Terdampak Gempa Bumi
deNews

Kantor ATR/BPN Kabupaten Bandung Bantu Warga Desa Cihawuk Yang Terdampak Gempa Bumi

Jumat, 11 Oktober 2024
Bupati Bandung Turut Berduka 1 Warganya Meninggal Dunia Akibat Gempa Kertasari
deNews

Bupati Bandung Turut Berduka 1 Warganya Meninggal Dunia Akibat Gempa Kertasari

Jumat, 20 September 2024
Anggota DPRD Kabupaten Bandung, H. Yayat Hidayat Turut Prihatin Musibah Gempa
Legislator

Anggota DPRD Kabupaten Bandung, H. Yayat Hidayat Turut Prihatin Musibah Gempa

Rabu, 18 September 2024

ADVERTISEMENT

DeepReport

Potongan Zakat TPG 2,5 Persen Tak Harus Jadi Riak, Jika Disdik Garut Sosialisasi Sempurna

Rabu, 28 April 2021

Audiensi SEGI Garut Pertanyakan Mekanisme Potongan Zakat Profesi Guru, Ini Hasilnya

Rabu, 2 Juni 2021

KabarDaerah

Komisi II DPRD Garut Tinjau Fasilitas RSUD dr. Slamet, Dorong Penambahan Sarana ICU

Senin, 22 September 2025

Siswa “Siluman” Disebut Perusak Indeks Pendidikan Garut, Ada Mafia Dapodik?

Selasa, 14 Desember 2021
kepala desa godog

Pemdes dan Masyarakat Godog Tidak Setuju Jika Bupati Garut Jadikan Makam Santiong Tempat Kuburkan Jenazah Suspect Covid-19

Minggu, 20 September 2020

Terkait Polemik Proyek Cibolerang, Komisi III DPRD Garut Bakal Panggil PDAM Tirta Intan

Kamis, 28 Juli 2022

Belasan Warga Cilawu Garut Dikabarkan Alami Keracunan dan Satu Meninggal Dunia Pasca Konsumsi Sate Jebred

Selasa, 10 Oktober 2023

Persoalan Mini Market Tak Jelas, LSM Penjara Garut Ancam Demo

Senin, 13 Januari 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste