CIAMIS, deJurnal — Budaya kebersihan terus ditegaskan sebagai bagian dari identitas daerah. Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Sekretariat Daerah (Setda) menunjukkan komitmen nyata dengan menggelar kegiatan Jumat Bersih (Jumsih) di halaman Masjid Agung Ciamis, Jumat (27/03/2026).
Kegiatan tersebut merupakan implementasi Surat Edaran Bupati Ciamis tentang imbauan menjaga kebersihan dan lingkungan.

Jumsih dipusatkan di salah satu ikon kebanggaan masyarakat Ciamis sebagai simbol penting dalam menjaga marwah daerah.
Usai apel pagi, ratusan pegawai Setda langsung bergerak membawa perlengkapan kebersihan.

Mereka menyisir area halaman depan, samping, hingga sudut-sudut lingkungan masjid. Sampah dikumpulkan, rumput liar dibersihkan, dan lingkungan dirapikan secara menyeluruh.
Suasana gotong royong tampak kuat sepanjang kegiatan berlangsung. Para pegawai bekerja bersama tanpa sekat, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi bagian penting dalam budaya kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi,terlihat turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya menjadi teladan sekaligus memperkuat komitmen bahwa gerakan kebersihan harus dimulai dari pimpinan.
Dihubungi awak media Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Ciamis, Drs. H. Wawan Ruhyat, M.M., menyampaikan gerakan kebersihan harus dimulai dari aparatur pemerintah.
“Pelaksanaan Jumsih ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Bupati. Kami ingin memastikan bahwa kebersihan tidak hanya menjadi imbauan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata. Masjid Agung merupakan ikon kebanggaan Ciamis yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen menjaga citra daerah.
“Kita ingin menjaga marwah Kabupaten Ciamis sebagai daerah yang bersih dan nyaman. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat,” tambahnya.
Menurut Wawan, Jumsih bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif.
“Kami berharap kebersihan menjadi kebiasaan yang melekat, baik di lingkungan pemerintahan maupun di tengah masyarakat,” katanya.
Ia juga menuturkan gerakan kebersihan sejalan dengan arahan Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, yang konsisten mendorong agar budaya bersih tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.
“Menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Dengan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata, Ciamis akan semakin nyaman sebagai tempat tinggal sekaligus membanggakan sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai kebersihan dan gotong royong,” pungkasnya. (Nay Sunarti)















