Dejurnal.com, CIAMIS. Kafilah Kabupaten Ciamis kembali mengukir prestasi di tingkat Provinsi Jawa Barat. Pada Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) ke-8 tahun 2026 di Kabupaten Cianjur, Ciamis berhasil meraih gelar juara umum sekaligus mencatatkan hattrick atau tiga kali juara umum sepanjang sejarah keikutsertaannya.
Sebelum kembali berjaya pada Porsadin VIII tahun ini, Ciamis pernah meraih juara umum Porsadin I di Sumedang dan Porsadin IV di Cianjur. Keberhasilan di Porsadin VIII yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 itu menambah catatan prestasi pendidikan diniyah Kabupaten Ciamis di tingkat provinsi.
Ketua Umum DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Ciamis, Drs. H. Abdul Wahab Syahroni, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada para santri, pembimbing, serta pihak-pihak yang telah mendukung perjuangan kafilah Ciamis.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dan bangga karena Ciamis kembali meraih juara umum. Ini menjadi kebahagiaan bersama, khususnya bagi keluarga besar FKDT dan lembaga pendidikan diniyah di Kabupaten Ciamis,” ujar Abdul Wahab.
Menurutnya, keberhasilan tersebut harus menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan pembinaan santri agar mampu berprestasi dalam berbagai bidang.
“Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus membina dan mengembangkan potensi santri. Prestasi yang sudah diraih harus dipertahankan dan ditingkatkan pada Porsadin berikutnya,” katanya usai menerima piala Sabtu (24/10/2026)
Empat Juara Pertama Jadi Penopang Prestasi
Pada Porsadin VIII Jawa Barat 2026, kafilah Ciamis meraih empat juara pertama, dua juara kedua, tiga juara ketiga, serta sejumlah gelar juara harapan.
Empat gelar juara pertama diraih Halwa Nurul Hasanah pada cabang tenis meja putri, Nasheer Muhammad Ridwan pada Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) putra, Alyssa Elvanabillah Fawzi pada sholawat putri, serta Azkia Nurfauziyyah pada murotal wal imla putri.
Prestasi tersebut menunjukkan kemampuan para santri Ciamis dalam bidang olahraga, seni Islami, dan kompetensi keagamaan yang dipertandingkan dalam ajang tingkat provinsi tersebut.
Sementara itu, dua juara kedua diraih Janwar Wahidin pada tenis meja putra dan Sri Rahayu pada cabang MQK putri.
Adapun tiga juara ketiga disumbangkan Keanu Aditia Ramdani pada lari sprint 100 meter putra, Ilma Khaira Kamila pada kaligrafi putri, serta Bilal Abdul Jalil pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) putra.
Sejumlah Santri Tambah Koleksi Juara Harapan
Kafilah Ciamis juga memperoleh prestasi pada kategori juara harapan.
Marsya Maulida meraih juara harapan pertama pada lari sprint 100 meter putri, sedangkan Adi Maulana memperoleh juara harapan pertama pada puisi Islami putra.
Pada kategori juara harapan kedua, Hikman Azizan Rifa’tul Ulya meraih penghargaan pada cabang murotal wal imla putra. Kalila Rifda Wafie Putri Wahyudi juga meraih juara harapan kedua pada puisi Islami putri.
Sementara itu, Fajrib Sihab Atthariq meraih juara harapan ketiga pada cabang adzan.
Ketua Kafilah Ciamis, H. Anwar Baehaqi, M.Pd., turut mengapresiasi perjuangan para peserta yang telah memberikan kemampuan terbaik selama mengikuti perlombaan.
“Alhamdulillah, anak-anak sudah berjuang dengan baik dan membawa hasil yang membanggakan. Terima kasih kepada para peserta dan pembimbing yang telah bekerja keras selama persiapan hingga pelaksanaan Porsadin,” ujar Anwar.
Ia berharap pengalaman bertanding di tingkat provinsi dapat menjadi bekal bagi para santri untuk meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih baik pada kesempatan berikutnya.
Hattrick Jadi Modal Pembinaan Santri
Tiga kali meraih juara umum Porsadin Jawa Barat menjadi pencapaian yang membanggakan bagi Kabupaten Ciamis.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi FKDT dan lembaga pendidikan diniyah untuk menjaga kesinambungan pembinaan santri.
Keberhasilan di Sumedang dan dua kali di Cianjur juga menjadi catatan perjalanan kafilah Ciamis dalam kompetisi pendidikan diniyah tingkat provinsi.
Dengan raihan juara umum Porsadin VIII tahun 2026, Ciamis kembali membawa pulang kebanggaan bagi daerah. Tantangan selanjutnya adalah menjaga konsistensi pembinaan agar para santri terus berkembang dan mampu mempertahankan prestasi pada penyelenggaraan Porsadin mendatang. (Nay Sunarti)

















