Dejurnal.com, CIAMIS. Kontingen Federasi Olahraga Baris-Berbaris Indonesia (Forbasi) Kabupaten Ciamis membidik medali emas dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) tingkat Provinsi Jawa Barat 2026.
Sebanyak sembilan tim dari jenjang SD, SMP/MTs, hingga SMA/SMK disiapkan untuk bersaing membawa nama baik Kabupaten Ciamis.
Keberangkatan kontingen tersebut dilepas di Aula Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis, Jumat (16/10/2026).
Kejurda Forbasi Jawa Barat 2026 dijadwalkan berlangsung di Subang pada Sabtu dan Cimahi pada Minggu.
Kontingen Ciamis akan mengikuti dua cabang perlombaan, yakni olahraga baris-berbaris dan pengibaran bendera.
Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Ciamis, Nurmuttaqin, turut memberikan dukungan dan apresiasi kepada para peserta yang akan bertanding.
Nurmuttaqin mengapresiasi keikutsertaan sembilan tim Forbasi dalam Kejurda Jawa Barat 2026.
Ia berharap para pelajar tidak hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga mampu menunjukkan kedisiplinan, kekompakan, dan mental yang kuat selama bertanding.
Menurutnya, kompetisi tingkat provinsi merupakan kesempatan berharga bagi para peserta untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman.
Nilai-nilai tersebut penting untuk mendukung perkembangan atlet dan pembinaan olahraga masyarakat di Kabupaten Ciamis.
“Kami dari KORMI mengapresiasi keberangkatan kontingen Ciamis, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Mudah-mudahan mereka bisa membawa nama baik keluarga, sekolah, dan Kabupaten Ciamis,” ungkapnya.
Ia menegaskan, keberhasilan dalam olahraga tidak hanya ditentukan oleh medali yang dibawa pulang.
Mental juara, semangat pantang menyerah, dan kemampuan menghadapi tekanan juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan.
“Harapannya, mereka tidak hanya membawa pulang medali emas, tetapi juga mendapatkan medali mental, yakni mental yang kuat untuk Kabupaten Ciamis,” tuturnya.
Sementara itu Ketua Umum Pengcab Forbasi Ciamis, Harri Kurnia, mengatakan sembilan tim tersebut telah menjalani persiapan sejak Juni 2026.
Proses pembinaan dilanjutkan dengan pembentukan pasukan pada Juli, kemudian latihan intensif selama Agustus dan September.
Dalam satu bulan terakhir, intensitas latihan semakin ditingkatkan untuk mematangkan kesiapan peserta.
Pengurus juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan setiap tim sebelum menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
“Untuk Ciamis mengirimkan sembilan tim. Pesertanya dari tingkat SD, SMP/MTs, sampai SMA/SMK. Mudah-mudahan ada yang mendapatkan medali emas, perak, maupun perunggu,” ujar Harri.
Ia menilai perkembangan latihan para peserta menunjukkan hasil yang baik. Meski demikian, Harri menyadari persaingan di tingkat Jawa Barat tidak mudah karena sejumlah daerah, seperti Kota Bandung, wilayah Pantura, Bogor, dan Bekasi, memiliki kekuatan yang patut diperhitungkan.
Pengalaman para peserta mengikuti berbagai perlombaan di luar daerah diharapkan menjadi modal untuk menghadapi kompetisi.
Harri pun berharap seluruh tim mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan membawa pulang prestasi bagi Kabupaten Ciamis.
Menurutnya, medali emas menjadi target penting karena dapat membuka peluang bagi atlet untuk melanjutkan persaingan ke tingkat lebih tinggi.
“Dari dua cabang lomba tersebut ditargetkan meraih medali emas. Sebab, peraih medali emas nantinya berkesempatan mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan kompetisi internasional pada Desember 2026,” jelasnya.
Dari sisi dukungan, persiapan kontingen dilakukan melalui koordinasi dengan pihak sekolah, termasuk untuk memenuhi kebutuhan peserta selama mengikuti kejuaraan.
Sementara itu, dukungan pemerintah daerah sejauh ini lebih banyak berupa dukungan moril dan fasilitas pendukung, termasuk dari Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis.
Harri berharap keikutsertaan sembilan tim Forbasi Ciamis di Kejurda Jawa Barat 2026 menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan olahraga baris-berbaris di daerah.
“Selain membidik medali, ajang ini menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk meningkatkan kemampuan dan membuka jalan menuju kompetisi tingkat nasional hingga internasional,” pungkasnya. (Nay Sunarti)


















