Dejurnal.com, CIAMIS. Gema Mars Banser dan gerakan Tari Jumreka Reka menjadi penutup meriah Kirab Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama (NU) dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Ciamis.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, turut larut dalam kemeriahan dengan mengikuti gerakan Tari Jumreka Reka bersama para peserta di halaman Pendopo Bupati Ciamis, Kamis (22/10/2026).
Suasana semakin semarak setelah rombongan kirab tiba di Pendopo. Penampilan Corp Drumband Satkoryon Banser Kecamatan Banjarsari membuka rangkaian pertunjukan dengan irama musik yang menggugah semangat.
Tabuhan drum dan alunan musik mengiringi kedatangan rombongan yang sebelumnya berangkat dari halaman Gedung PCNU Ciamis.
Usai penampilan marching band, perhatian peserta dan tamu undangan tertuju pada atraksi debus Banser Banjarsari.
Aksi yang mengandalkan keberanian, keterampilan, dan ketangkasan itu menambah daya tarik rangkaian acara sekaligus menghadirkan suasana berbeda dalam peringatan Hari Santri Nasional.
Kemeriahan berlanjut melalui penampilan Tari Jumreka Reka. Gerakan para penari yang dinamis berpadu dengan iringan musik, mengundang perhatian peserta dan tamu undangan yang memadati halaman Pendopo.
Puncak suasana terasa ketika Mars Banser berkumandang. Lagu yang lekat dengan semangat perjuangan dan pengabdian tersebut menambah energi di tengah peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan hingga akhir.
Di tengah suasana itu, Bupati Herdiat Sunarya ikut larut dalam Tari Jumreka Reka bersama para peserta.
Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang mencuri perhatian, sekaligus menghadirkan suasana akrab dan penuh kebersamaan di penghujung kirab.
Perpaduan lantunan Mars Banser dan gerakan tari menutup rangkaian kegiatan dengan meriah. Para peserta tidak hanya mengikuti prosesi kirab, tetapi juga menikmati pertunjukan seni dan budaya yang menjadi bagian dari perayaan Hari Santri di Kabupaten Ciamis.
Kirab Resolusi Jihad NU ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial untuk memperingati Hari Santri Nasional 2026.
Rangkaian acara tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan keluarga besar NU, para santri, Banser, dan masyarakat sekaligus mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Melalui perpaduan kirab, marching band, atraksi debus, dan Tari Jumreka Reka, peringatan Hari Santri di Ciamis berlangsung dengan nuansa religius, semangat perjuangan, serta kekayaan seni budaya yang menambah kemeriahan acara hingga penutupan. (Nay Sunarti)


















