• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Penanganan Sampah Ditengarai Belum Optimal, Ini Kata Kabid Kebersihan DLHK Garut

bydejurnalcom
Sabtu, 26 Maret 2022
Reading Time: 2 mins read
Menelisik Persoalan Sampah di Garut, Haruskah Kota Intan Berubah Jadi Kota Sampah?
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, Opik meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Garut atas kondisi persampahan yang ada.

Hal itu disampaikan Kabid Kebersihan Opik saat ditemui dejurnal.com untuk diminta tanggapan terkait persampahan di Kabupaten Garut yang dikhawatirkan Kota Intan menjadi Kota Sampah.

“Kita sudah dan terus mengupayakan secara maksimal, makanya jujur saya kebanyakan di lapangan jarang dikantor,” ujar Opik saat ditemui di Karangpawitan.

BacaJuga :

Ciamis Dapat 561 Unit Bedah Rumah, Bupati Herdiat Dorong Gotong Royong Warga

Legislator F PKS DPRD, H. Dadang Suryana, S.Ip: Reses di Tengah Efisiensi Anggaran, Dewan Pastikan Aspirasi Warga Tetap Dikawal

Reses 55 Anggota DPRD Kabupaten Bandung, H. Dadang Suryana: Aspirasi Warga Dikawal untuk Pembangunan 2027

Menurutnya, kalau dibanding dengan kondisi yang ada memang kita akui banyak sisi lemah tapi kami bekerja, walau dengan adanya keterbatasan SDM dan armada, apalagi kondisi saat ini BBM naik (solar) yang mungkin kedepannya kita terpaksa harus pakai BBM Solar non subsidi.

“Salah satu bukti keseriuan kita dalam penangan sampah di Kabupaten Garut maka kita Pemda Garut telah melakukan MOU Dengan Pemprov Jabar membuang sampah ke TPA Legok Nangka Nagreg yang kapasitasnya 150 Ton,” terangnya.

Lanjut Opik, untuk Legok Nangka nantinya akan dipasok Unit Wilayah 2 (Utara ada 13 Kecamatan) , sementara TPA Pasir Bajing untuk Unit Wilayah 1 (Tengah 15 Kecamatan), TPA Unit Wilayah 3 Nantinya 7 Kecamatan serta TPA Unit 4 7 Kecamatan, dan kita nantinya akan membuat SPA satu SPA ini akan mengendalikan 3 Kecamatan.

“Ini jelas akan membutuhkan biaya atau anggaran besar untuk Infrastruktut juga bangunan, armada dan SDM, dan itupun untuk TPA Legok Nangka ini masih ada kendala karena sampah yang diterima disana hanya sampah yang kering dan mudah di bakar, sisanya sampah basah seperti sampah rumah tangga dan pasar dikembalikan ke Pemda Garut, ini kan harus dipikirkan juga solusinya gimana apalagi kita selain memiliki Anggaran terbatas juga Armada dan SDM, dimana saat ini ada peraturan bahwa BBM Solar harus pakai Non Subsidi,” terangnya.

Ketika ditanya soal Retibusi dan keterlambatan pelayanan pengakutan sampah sehingga masih banyak sampah yang menumpuk, bau tak sedap sampai adanya kerjasama Pemda melalui SKPD PUPR – DLHK Kabupaten Garut dengan Pihak Ketiga terkait Pengolahan Sampah Plastik sebagai bahan untuk campuran, menurut Kabid Kebersihan DLHK Garut, saat ini capaian retibusi sampah belum maksimal, pendapatan retribusi yang paling besar dari pasar.

“Terkait masih ada sampah masih menumpuk dan bau tak sedap di bebarapa titik lokasi yah dalam kesempatan ini saya selaku Kepala Bidang Kebersihan mohon maaf kepada seluruh masyarakat, karena satu hal pelayanan kami kurang memuaskan selain kondisi hujan juga dilapangan ada kendala alat berat dari 6 unit di TPA Pasir Bajing yang bisa Oprasional 4 Unit dan 2 Unit Rusak Perlu ada perbaikan, armada terbatas,” katanya.

Sementara untuk kerjasama dengan pihak ketiga dalam penangan sampah plastik, menurut Opik saat ini masih perlu ada sebuah kajian terlebih dahulu, apalagi ini butuh jumlah tidak sedikit sampah.

“Yah minta 20 ton Perhari dan ini kan harus ada pemilahan dulu, makanya ini masih dalam pembahasan, dalam hal ini saya tidak mau gegabah, harus matang tidak asal tanda tangan MOU. Sekali lagi saya atas nama Kepala Bidang Kebersihan saya minta maaf jika pelayanan kami kurang memuaskan masyarakat Garut,” pungkasya.

Sayangnya, ketika didesak terkait hasil pendapatan retibusi sampah, Kabid Kebersihan belum menjawab secara gamblang sehingga sulit untuk menganalisa apakah pendapatan retribusi yang kurang maksimal sehingga penanganan sampah belum optimal, atau hal lain?

Ancaman penanganan sampah yang belum optimal di Kabupaten Garut tentunya bisa jadi aancaman serius dan tidak cukup dengan kata maaf dari seorang Kabid.***Yohaness

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Korban Rumah Roboh Terima Paket Sembako Dari Polisi

Next Post

Polisi Cek Ketersediaan Dan Harga Minyak Goreng

Related Posts

HUT ke-81 RI, Bupati Garut Tekankan Gerakan Bersih Lingkungan dari Perkantoran hingga Sekolah
deNews

HUT ke-81 RI, Bupati Garut Tekankan Gerakan Bersih Lingkungan dari Perkantoran hingga Sekolah

Jumat, 21 Agustus 2026
Pemkab Garut Ajak 10 Orang dari Berbagai Instansi Ikuti Apel dan Gerakan ASRI Sambut HUT ke-81 RI
deNews

Pemkab Garut Ajak 10 Orang dari Berbagai Instansi Ikuti Apel dan Gerakan ASRI Sambut HUT ke-81 RI

Jumat, 21 Agustus 2026
Jalan Rusak Jadi Sorotan, DPRD dan Bupati Garut Sepakati Perbaikan Ruas Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy
deNews

Jalan Rusak Jadi Sorotan, DPRD dan Bupati Garut Sepakati Perbaikan Ruas Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy

Jumat, 21 Agustus 2026
Ciamis Dapat 561 Unit Bedah Rumah, Bupati Herdiat Dorong Gotong Royong Warga
deNews

Ciamis Dapat 561 Unit Bedah Rumah, Bupati Herdiat Dorong Gotong Royong Warga

Jumat, 21 Agustus 2026
Legislator F PKS DPRD, H. Dadang Suryana, S.Ip: Reses di Tengah Efisiensi Anggaran, Dewan Pastikan Aspirasi Warga Tetap Dikawal
deNews

Legislator F PKS DPRD, H. Dadang Suryana, S.Ip: Reses di Tengah Efisiensi Anggaran, Dewan Pastikan Aspirasi Warga Tetap Dikawal

Jumat, 21 Agustus 2026
Reses 55 Anggota DPRD Kabupaten Bandung, H. Dadang Suryana: Aspirasi Warga Dikawal untuk Pembangunan 2027
deNews

Reses 55 Anggota DPRD Kabupaten Bandung, H. Dadang Suryana: Aspirasi Warga Dikawal untuk Pembangunan 2027

Jumat, 21 Agustus 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Audiensi SEGI Garut Pertanyakan Mekanisme Potongan Zakat Profesi Guru, Ini Hasilnya

Rabu, 2 Juni 2021

CSR Manggis, Masyarakat Jamali Kademangan Akan Audiensikan ke DPRD Cianjur

Jumat, 13 Desember 2019

KabarDaerah

Pagelaran Seni Budaya Baraya Bedas Warnai Hari Jadi ke-41 Desa Mekarmaju Pasirjambu

Rabu, 5 November 2025

Infrastruktur Desa Margahayu Selatan Terganggu, Karena Tidak Disyahkan Anggaran Perubahan

Sabtu, 3 Oktober 2020
Ahmad (57) Warga Kecamatan Cibiuk yang diduga sertikat tanahnya dijaminkan ke bank tanpa sepengetahuannya.

Sertifikat Tanah Warga Garut Hasil Program Ajudifikasi Dijaminkan ke Bank Tanpa Ijin, Diduga Libatkan Oknum Perangkat Desa

Sabtu, 8 Juli 2023

Upaya Lestarikan Seni dan Budaya Sunda, Kang DS Dukung Mulok Sekolah

Minggu, 11 April 2021

Hari Santri Nasional 2025 di Ciamis, Bupati Herdiat Ajak Santri Kawal Kemerdekaan Menuju Peradaban Dunia

Rabu, 22 Oktober 2025

Darus : Jika Pendidikan Kabupaten Bandung Ingin Sekelas Dunia, Kompetensi Guru Harus Ditingkatkan

Minggu, 25 Oktober 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste