Dejurnal.com, CIAMIS. Kabupaten Ciamis memiliki tradisi prestasi dalam cabang olahraga hoki sejak 2006. Namun, di balik catatan tersebut, pembinaan atlet masih menghadapi persoalan mendasar, yakni belum tersedianya lapangan khusus hoki untuk menunjang latihan.
Keterbatasan itu tidak menyurutkan langkah Pengurus Cabang Federasi Hockey Indonesia (Pengcab FHI) Kabupaten Ciamis.
Para atlet tetap menjalani latihan dan kini dipersiapkan untuk menghadapi Porprov 2026 di Depok pada 1–7 November 2026.
Ketua Umum Pengcab FHI Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, menegaskan bahwa keterbatasan sarana dan prasarana tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembinaan maupun upaya meraih prestasi.
Menurut Erwan, hoki memiliki tantangan tersendiri dibandingkan cabang olahraga lain. Selain belum dikenal luas oleh masyarakat, ketersediaan fasilitas latihan juga masih menjadi pekerjaan rumah bagi pengurus.
“Bagi kami, insan hoki Kabupaten Ciamis, tidak ada alasan kekurangan sarana dan prasarana untuk tidak berprestasi. Meskipun belum memiliki lapangan sendiri, fasilitas yang ada tetap kami manfaatkan semaksimal mungkin,” ujar Erwan saat ditemui di sela latihan di GGT Ciamis. Jumat (16/10/2026)
Ia menilai, keterbatasan fasilitas tidak serta-merta menentukan kemampuan atlet dalam meraih prestasi. Ciamis bahkan memiliki atlet profesional yang kini bermain di Spanyol.
Keberadaan atlet tersebut menjadi salah satu pencapaian yang membanggakan sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan di daerah tetap berpeluang melahirkan pemain berkualitas, meskipun dukungan fasilitas belum memadai.
Erwan mengatakan, tradisi perolehan medali dalam cabang olahraga hoki di Ciamis telah terjaga sejak 2006. Catatan itu menjadi modal penting bagi para atlet yang saat ini dipersiapkan untuk kembali bersaing dalam kejuaraan mendatang.
Meski memiliki rekam jejak prestasi, FHI Ciamis tidak ingin membebani para pemain dengan target medali secara berlebihan.
Pengurus lebih menekankan kesiapan bertanding, penampilan maksimal, dan semangat membawa nama daerah.
“Seperti biasa, kami tidak memasang target secara berlebihan. Yang terpenting, teman-teman atlet bisa menampilkan yang terbaik dan di hatinya ada Ciamis,” katanya.
Regenerasi Menjadi Kunci Menjaga Tradisi Prestasi
Selain mempersiapkan atlet menghadapi kejuaraan, FHI Ciamis juga memperhatikan keberlanjutan pembinaan agar prestasi hoki tidak berhenti pada satu generasi.
Erwan menyebutkan, kelompok pemain yang kini dipersiapkan merupakan salah satu generasi yang diharapkan mampu menjaga tradisi prestasi hoki Ciamis. Karena itu, pembinaan atlet muda mulai dilakukan sejak usia dini.
Anak-anak kelas II sekolah dasar bahkan sudah dilibatkan dalam latihan bersama atlet senior. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu mereka mengenal olahraga hoki sejak dini sekaligus membangun keterampilan teknik, kedisiplinan, dan mental bertanding secara bertahap.
Menurut Erwan, pembinaan sejak usia dini menjadi bagian penting dalam menyiapkan calon atlet yang kelak dapat melanjutkan kiprah para pemain senior.
Ia berharap Ciamis dapat kembali membentuk generasi atlet berkualitas dan berdaya saing sehingga tradisi medali yang telah dibangun selama bertahun-tahun dapat terus dipertahankan.
Upaya regenerasi juga mulai diperluas melalui lingkungan sekolah menengah atas (SMA). Saat ini, sejumlah kelompok pembinaan telah terbentuk di wilayah Kawali dan Ciamis.
Keberadaan kelompok tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan olahraga hoki kepada lebih banyak pelajar.
Ke depan, FHI Ciamis berupaya memperluas komunikasi dengan sekolah-sekolah yang berpotensi mendukung pembinaan dan pengembangan atlet.
Erwan mengakui, memperkenalkan hoki kepada kalangan pelajar bukan perkara mudah. Olahraga ini belum sepopuler sepak bola maupun sejumlah cabang olahraga lainnya. Karena itu, diperlukan pendekatan berkelanjutan agar hoki semakin dikenal dan diminati.
Meski demikian, pengurus terus berupaya membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal hoki, mengikuti latihan, dan mengembangkan kemampuan sebagai atlet.
Dengan demikian, pembinaan tidak hanya berorientasi pada hasil kejuaraan dalam waktu dekat, tetapi juga membangun fondasi bagi perkembangan olahraga hoki Ciamis dalam jangka panjang.
Atlet Jalani Persiapan Tiga Bulan untuk Bertanding di Depok
Sementara itu, Ketua Harian FHI Ciamis, Seno Kastomi, mengatakan para atlet telah menjalani persiapan selama kurang lebih tiga bulan.
Menjelang Porprov 2026, intensitas latihan ditingkatkan untuk mematangkan kondisi fisik, keterampilan teknik, serta koordinasi antarpemain.
Persiapan tersebut diharapkan membuat para atlet lebih siap menghadapi persaingan dengan peserta dari daerah lain.
Rombongan atlet Ciamis dijadwalkan berangkat pada 30 Oktober 2026. Mereka akan mengikuti Porprov di Depok pada 1–7 November 2026.
Seno menegaskan, keterbatasan sarana latihan tidak boleh mengurangi keseriusan atlet dalam mempersiapkan diri.
Setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus menunjukkan hasil pembinaan yang selama ini dijalankan.
Porprov tersebut juga menjadi momentum bagi para pemain untuk mempertahankan tradisi prestasi hoki Ciamis yang telah berlangsung sejak 2006.
Bagi FHI Ciamis, tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan catatan perolehan medali, tetapi juga memperluas pembinaan, memperkenalkan hoki kepada masyarakat, dan memastikan lahirnya atlet-atlet baru.
Di tengah belum tersedianya lapangan khusus, upaya memaksimalkan fasilitas yang ada serta memperkuat pembinaan sejak usia dini menjadi langkah yang terus ditempuh.
Seno berharap olahraga hoki semakin dikenal masyarakat dan berkembang lebih luas sehingga Kabupaten Ciamis dapat terus melahirkan atlet berprestasi di tingkat regional, nasional, hingga internasional. (Nay Sunarti)




















