Dejurnal.com, Purwakarta – Jalan Pramuka yang rusak Selain menjadi jalur industri, juga jalan yang menghubungkan Kecamatan Purwakarta Kota-Jatiluhur-Babakan Cikao dan Kecamatan Sukasari itu juga menjadi jalur perlintasan menuju sejumlah destinasi wisata di wilayah tersebut.
Jalan tersebut kerap dilalui oleh aktivitas kendaraan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Akibatnya, kerusakan parah terjadi di jalan yang berstatus jalan provinsi tersebut. Belum lagi, kecelakaan lalulintas yang juga kerap terjadi yang ditenggarai diakibatkan oleh kondisi jalan yang Rusak
Menindaklanjuti hal tersebut, jajaran Pemkab Purwakarta yang dipimpin Bupati Anne Ratna Mustika, menggelar rapat koordinasi dengan Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, PT KCIC, PT WIKA, PT Indorama Syntetis, PT Win Textile, PT Metro dan beberapa perusahaan lain yang ada di wilayah Kecamatan Jatiluhur.
“Kami berharap Pemprov Jabar dapat segera memperbaiki jalan tersebut. Karena dengan rusaknya jalan tersebut, banyak masyarakat yang terganggu aktifitasnya.” kata Ambu Anne, usai rakor di Istora Jatiluhur, Senin (8/11/2021).
Menurutnya, Jalan Pramuka menuju Jatiluhur memiliki karakteristik jalan yang bergelombang dan berlobang, fasilitas perlengkapan jalan yang kurang, drainase tidak cukup dan tidak berfungsi secara optimal. Dimana pemanfaatan jalan tersebut digunakan sebagai lintas kendaraan berat dan jalur angkutan umum lainnya.
“Jalur tersebut kewenangannya dipegang oleh Provinsi Jawa Barat. Dimana jalan ini sudah mengkhawatirkan dan membahayakan seluruh masyarakat dan pengguna jalan di wilayah tersebut,” kata Ambu Anne.
Di Tempat Yang Sama Ruhiyat,Kepala UPTD pengelolaan jalan dan jembatan Wilayah Pelayanan III, Dinas PU Bina Marga Dan Penataan Ruang Propinsi Jawa barat,Saat di mintai Keterangan nya mengatakan, Pada bulan April-Mei kita sudah merancang dan merencanakan untuk mencari solusi dengan adanya Kondisi jalan yang seperti ini.
Sehingga sejak saat itu kita telah melakukan koordinasi dengan para perusahaan, Pemerintah Daerah dalam hal ini adalah Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Purwakarta.
“Ya salah satunya pada bulan April-Mei saat itu, kita sudang merancang penanganan, akan tetapi kita melihat wujud kontruksi pada saat itu, yaitu dengan setengah kilo kita bisa melakukan perbaikan. Tapi ternyata lima bulan terakhir mengalami peningkatan kerusakan, walaupun kita sudah prediksi kerusakan dari setengah kilo menjadi satu kilo, saya rasa akan tetap kurang dengan melihat kondisi sekarang,” kata Ruhiyat .
Menurutnya,Provinsi akan melihat potensinya sesuai dengan kondisi keuangan, perlu diketahui bapak Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil, telah berjuang menganggarkan untuk perbaikan satu kilometer.
“Ya memang dalam penganggaran awal hanya Setengah Kilo meter, untuk anggaran itu sendiri akan dianggarkan dalam anggaran murni tahun 2022.pengerjaanya dilaksanakan pada tahun 2022, bukan tahun ini,” pungkasnya.
Untuk diketahui, dalam rakor tersebut nampak hadir Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan wilayah pelayanan III Jabar, Direktur Pengembangan dan Usaha PJT II, Kadis PU Bina Marga dan Pengairan Purwakarta, Pimpinan KCIC, para pimpinan Perusahaan di Wilayah Jatiluhur, Camat, Danramil dan Kapolsek setempat.***budi