• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Senin, Januari 5, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Budaya

Mental Juara, Ini Kiprah Dalang Cilik Termuda Cakra Adhika Sundaya Asal Desa Sukamukti Katapang

bydejurnalcom
Kamis, 11 November 2021
Reading Time: 3 mins read
Cakra Adhika Sundaya, dalang cilik masuk 5 besar lomba Sabet Tarung Wayang Golek Purwa Sunda 2021.

Cakra Adhika Sundaya, dalang cilik masuk 5 besar lomba Sabet Tarung Wayang Golek Purwa Sunda 2021.

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Bandung – Ada peribahasa Sunda uyah mah tara téés ka luhur atau buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Peribahasa ini berlaku pada Cakra Adhi Sundaya, Putra kedua pasangan keluarga Asep Sandi dengan Nia Daniati yang lahir di Bandung 13 Mei 2013 (8 tahun) ini baru saja mengikuti Lomba Virtual Sabet Perang Wayang Golek Purwa Sunda Nasional dan masuk 5 besar.

Asep Sandi Kamajaya sang ayah, tentu saja bangga meski baru masuk 5 besar, namun di antara peserta lomba yang digelar Persatuan Pedalangan Indonesia (PERPADI) dalam moment peringatan Hari Wayang Sedunia ini Cakra merupakan dalang Cilik ter muda, peserta lainnya usianya 11 sampai 14 tahun.

Asep Sandi sendiri sebelum kini konsisten terjun di dunia pewayangan, ia pernah menjuarai festival dalang cilik piala kepresidenan tahun 1994, waktu usianya 11 tahun.

BacaJuga :

Meriahkan Kebersamaan Syukuran Hajat Lembur ‘Sayuran Sauyunan’ di Desa Girimulya Kecamatan Pacet

Alusmanis 75 Rayakan 50 Tahun dengan Aksi Nyata Tanam Pohon di Bantaran Sungai Cipalih

27 Desa dan Kelurahan Ciamis Dapatkan Stimulus Anugerah Sri Baduga 2025, PPDI Apresiasi dengan Catatan Kritis

Asep tidak pernah mengarahkan ketiga anaknya untuk ikut jejak keluarga di dunia seni. Seperti Asep Kamajaya ayah Asep Sandi atau kakek Cakra salah satu murid Abah Sunarya Giri Harja, juga tidak mengarahkan dirinya untuk ikut jejak sang ayah. Semua mengalir begutu saja.

Mungkin darah seni kental mengalir di tubuh keluarga Asep Sandi, hingga ketiga anaknya akhirnya menyatu dalam kegiatan seni. Anak pertama Asep Sandi Citra Lestari (14 th) bersekolah di SMPN 1 Katapang, sering ikut tampil kawih dan menari, anak kedua Asep Cakra Adhika Sundaya, Sang Dalang Cilik masih kelas 2 di SDN Sukamukti 2, dan Anira Tinta (2, 5 tahun) .

Asep Sandi bertutur, ada kisah unik dibalik kelahiran putra keduanya, Cakra Adhika Sundaya. Saat itu sekitar tahun 2013, Asep Sandi sedang membina dalang cilik bernama Rangga Wiling Tiana,. Asep menyertakan Rangga pada festival dalang cilik Diasparbud Jawa Barat.

Saat itu istri Asep Sandi, Nia Daniati sedang mengandung 9 bulan anak kedua mereka. Ketika Asep Sandi sedang menunggu pengumuman juara festival Dalang Cilik di Padepokan Mayang Sunda Jalan Peta Bandung, berbarengan dengan diumumkannya bahwa juara festival Dalang Cilik Rangga Wiling Tiana dalang binaan Asep Sandi itu, anak kedua Asep Sandi dikabarkan lahir, yang kemudian kini Cakra Adhika Sundaya dalang cilik yang masuk 5 besar festival Sabet Perang Wayang Golek Purwa Sunda.

“Waktu jamnya juga bersamaan. Ini mungkin pertanda, hingga kini anak kedua saya Cakra Adhika Sundaya terlihat berbakat jadi dalang, ” katanya kata Asep Sandi.

Di Padepokan Giri Jinawi Raharja miliknya, di Desa Sulkamukti Katapang, Asep Sandi memgajar pedalangan kepada sekitar 30 dalang cilik. Tapi anehnya, aku Asep Sandi Cakra tidak bisa diarahkan. “Sekemaunya saja ia mengikuti latihan, tidak sebagaimana dalang-dalang cilik yang saya asuh. Ia justru lebih tertarik pada tari tokoh, seperti Gatot Gaca dan tokoh pewayangan lainnya, ” terang Asep.

Namun, kemudian Cakra mulai tertarik mendalang sekitar usia 3 tahunan. Di usia itu juga ia sudah hapal beberapa tokoh utama Pandawa, Hanoman, dan Gatot Gaca.
Asep mengaku, yang menonjol dari Cakra, biasanya kalau anak-anak agak sulit kena pada surupan atau nada. “Alhamdulillah Cakra itu nyurup, misalnya pada kakawen,” ujarnya.

Cakra sering ikut tampil dengan ayahnya. Jika Asep Sandi magelaran malam, maka ia siang harinya mengisi jeda di antara tampilan jaipongan, sedangkan sebagai juru kawihnya anak cikal Asep Sandi.

Kemudian dari usia 5-7 tahun Cakra mulai dibawa tampil di sela-sela pagelaran Asep. “Ya saya selingi pagelaran dengan penampilan Cakra setengah jam, tapi masih belum menggelarap cerita, masih berbentuk pagelaran yang sederhana, misalkan memainkan tokoh Gatot Gaca yang bertemu dengan tokoh buta dan berperang, komedi sedikit. Begitu aja,” kata Asep.

Sejak pandemi, terang Asep dirnya hampir 1, 5 tahun tidak manggung ke luar daerah. Otomatis kegiatan melatih anak-anak pun mulai berkurang. “Ya paling ada 10 orang yang kursus ngadalang. Yang jadwalnya hari Senin dan Kamis,” ujarnya.

Dengan berkurangnya melatih dalang cilik, Cakra pun jarang melihat sang ayah melatih. Apa lagi waktu sang ayah sering melatih pun Cakra tidak begitu fokus ikut latihan dengan sebayanya.

Makanya, ketika Cakra tertarik ikut Lomba Virtual Sabet Perang Wayang Golek Purwa Sunda Asep sedikit kaget, karena tak menyangka Cakra bisa berminat. Dan ketika hasilnya diumumkan tanggal 9 November 2021, Asep mengaku senang karena Cakra masuk 5 besar.

Bagi Cakra lomba yang diikutinya merupakan yang perdana. Lomba ini
tiap tahun dilaksanakan dalam moment peringatan Hari Wayang Sedunia.

Pada masa Asep Sandi kecil, ia beberapa kali menyabet juara vestifal dalang cilik, namun pada masa itu, kata Asep pesertanya masih sedikit, karena SDM-nyq. “Pesertanya paling 3 atau 4 orang, kalau sekarang lumayan. Karena dulu memang kekurngan sumber daya. Sedangkan sekarang peminat wayang cukup banyak, ” ungkap Asep saat dihubungi di Padepokan Giri Jinawi Raharja, Rabu (10/11/2021).

Asep Sandi mengaku bangga bisa masih berkiprah di kesenian Sunda. Ia tidak mengarap perhatian dari pemerintah berupa perhatian sumbangan atau pemberian materi sejenisnya, tetapi bisa ada pengakuan terhadap kiprah para seniman itu yang diharapkan. Umpamanya pemberian fasitas Gedong Budaya Sabilulungan dengan maksimal.

Ada kebanggaan tersendiri pula bagi Asep Sandi, ketika ia dapat sertifikat Dalang Dwijoworo (dalam pelatih dalang). Sertifikat di kemdikbud dengan nilai A+ se-Indonesia. Dari Jawa Barat Asep Sandi , dua orang lagi dari Cirebon dan Cimahi, sedangkan dari Jogja ada 4 orang.

Satu lagi yang membuat ia bangga, Satu-satunya Padepokan di Jawa Barat, Giri Jinawi Raharja khusus gambelannya didaftarkan akan tercatat di Unisco.

Di Padepokan Giri Jinawi ini, yang diajarkan Asep pada dalang cilik berupa tetekon pedalangan. Yang pertama Sabet atau garapan. ” Dari cabak gugunungan (wayang kayon), ngibing, tarung gerak, terus ke amardawalagu. Kan dalang itu harus nyurup pada suara tokoh, karena setiap tokoh dalam pewayangan itu ada nadanya masing masing dan kakawen, Sedangkan untuk cerita itu menyusul. Kalau cerita kan itu penjiwaan, ” tuturnya.

Sebenarnya kalau membicarakan tetekon, sambung Asep bukan hanya untuk dalang yang sudah madya atau mahir, karena tetekon itu bagian dasar seperti sabet, karena tidak mungkin ngadalang tidak pakai gerak.*** Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Sosialisasi Penanganan Banjir DAS Kalikalapa Desa Wadas Teluk Jambe Timur

Next Post

Kepala SMAN 1 Babadan Berharap Muncul Jurnalis Handal

Related Posts

Pedagang Lokasana Pertanyakan Data Dishub, Klaim 299 Pengunjung Dinilai Tak Sesuai Fakta Lapangan
deNews

Pedagang Lokasana Pertanyakan Data Dishub, Klaim 299 Pengunjung Dinilai Tak Sesuai Fakta Lapangan

Senin, 5 Januari 2026
Kontroversi Gate Parkir Taman Lokasana, Dishub Ciamis Janji Evaluasi dan Cari Solusi Bersama Pedagang
deNews

Kontroversi Gate Parkir Taman Lokasana, Dishub Ciamis Janji Evaluasi dan Cari Solusi Bersama Pedagang

Senin, 5 Januari 2026
Budaya

Dalang Khanha Giri Harja 2 Putu di Bulan Perdana 2026 Baru Punya Tiga Agenda Manggung

Senin, 5 Januari 2026
Meriahkan Kebersamaan Syukuran Hajat Lembur ‘Sayuran Sauyunan’ di Desa Girimulya Kecamatan Pacet
deNews

Meriahkan Kebersamaan Syukuran Hajat Lembur ‘Sayuran Sauyunan’ di Desa Girimulya Kecamatan Pacet

Senin, 5 Januari 2026
Alusmanis 75 Rayakan 50 Tahun dengan Aksi Nyata Tanam Pohon di Bantaran Sungai Cipalih
deNews

Alusmanis 75 Rayakan 50 Tahun dengan Aksi Nyata Tanam Pohon di Bantaran Sungai Cipalih

Minggu, 4 Januari 2026
27 Desa dan Kelurahan Ciamis Dapatkan Stimulus Anugerah Sri Baduga 2025, PPDI Apresiasi dengan Catatan Kritis
GerbangDesa

27 Desa dan Kelurahan Ciamis Dapatkan Stimulus Anugerah Sri Baduga 2025, PPDI Apresiasi dengan Catatan Kritis

Minggu, 4 Januari 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Andrianto (kiri) saat bersama Siti Mamduhah, Ketua DKKG Kang Jiwan dan salah satu legislator Garut Syamsudin saat berziarah ke makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong, bebebrapa waktu lalu.

Kini, Makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong Garut Banyak Diziarahi Tokoh Masyarakat

Sabtu, 22 Juli 2023

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021

KabarDaerah

Jalan Sehat Akbar Warnai Musda VIII Persatuan Islam Ciamis, Bupati Herdiat Lepas Ribuan Peserta

Minggu, 21 September 2025

Bravo Komando Peduli Dampak Covid-19 Dengan Berbagi Sembako

Sabtu, 18 April 2020

Demokrat Garut Mantapkan Arah Strategis Lewat Rakercab 2025

Kamis, 4 Desember 2025

Dua Tahun Menunggu Warga Kampung Ciseupan Sekarang Teraliri Listrik

Senin, 4 Mei 2020

Teh Nia : Bangga Jelekong Banyak Lahirkan Seniman Hebat

Selasa, 3 November 2020

Setelah 20 Tahun Tidak Disertakan Cabang Qasidah Masuk di MTQH XXXIX Jabar di Kabupaten Bandung

Sabtu, 21 Juni 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste