• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Rabu, Januari 7, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Regional

Kematian AKI dan AKB Relatif Masih Tinggi, Tim AMPSR Kemenkes RI Kunjungi Garut

bydejurnalcom
Rabu, 12 April 2023
Reading Time: 4 mins read
Kematian AKI dan AKB Relatif Masih Tinggi, Tim AMPSR Kemenkes RI Kunjungi Garut
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Tim Monitoring Terpadu Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respon (AMPSR) mengunjungi Kabupaten Garut terkait Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) Angka Kematian Bayi (AKB) yang relatif masih tinggi.

Tim Monitoring Terpadu AMPSR ini dipimpin langsung oleh Project Manager Officer (PMO) Direktorat Jenderal (Ditjen) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, dr. Nida Rohmawanti dan diterima Bupati Garut Rudy Gunawan di Ruang Rapat Pamengkang, Pendopo Garut, Rabu (12/4/2023).

Bupati Garut, Rudy Gunawan, menyampaikan, jika kedatangan Tim Monitoring Terpadu AMPSR Kemenkes RI ini hadir untuk memberikan perhatian khusus terhadap AKI/AKB di Kabupaten Garut yang masih terbilang cukup tinggi.

BacaJuga :

Mengawali Tahun 2026 Disdukcapil Ciamis Luncurkan Inovasi Pelita Hati di Posyandu, Permudah Layanan Akta Kelahiran dan KIA

DPMPTSP Ciamis Imbau Pelaku Usaha Segera Laporkan LKPM Sebagai Penentu Arah Investasi Daerah

Komisi II DPRD Garut Dorong Akses KUR bagi Petani dan UMKM Desa Hutan

“Nah ini kita ini Kemenkes itu membuat kolaborasi dengan kita, ayo kita selesaikan (yang) menjadi permasalahannya apa, solusinya bagaimana, maka ini ada sinergitas antara dari Kementerian, dari WHO juga ada ya, dari organisasi internasional lainnya, dari pemerintah provinsi, dari Rumah Sakit Hasan Sadikin sebagai rujukan utama, sama dengan dinas kesehatan dan rumah sakit di Garut,” ujar Bupati Garut.

Ia memaparkan bahwa ada beberapa penyebab tingginya AKI/AKB di Kabupaten Garut, mulai dari kemiskinan, jumlah penduduk yang banyak namun tidak ditunjang dengan infrastruktur kesehatan yang lengkap, rasio antara ibu dan bayi dengan dokter spesialis obygyn masih cukup jauh, hingga jumlah bed di Kabupaten Garut yang masih terbilang kurang.

“Di Garut itu harusnya ada 2.600 bed dengan jumlah penduduk 0,01% itu jumlah penduduk 2.6 juta harusnya bed di Garut itu bed rumah sakit dengan tempat perawatan itu 2.600, nah sekarang ini kita baru 1.200 (bed), 1.200 pun dengan tempat DTP (Dengan Tempat Perawatan) Puskesmas, kita ini masih kurang rumah sakit, dari dulu juga saya mengatakan begitu ya kita masih jauh gitu,” paparnya.

Sementara itu, PMO Ditjen Kesmas Kemenkes RI, dr. Nida Rohmawanti, menuturkan jika ibu dan bayi adalah suatu prioritas di kebijakan pembangunan nasional, sehingga jika ada ibu hamil yang beresiko harus dikawal dengan baik, salah satunya dengan merencanakan sejak awal untuk melahirkan di rumah sakit, sehingga tidak datang ke rumah sakit ketika sudah komplikasi.

“Jadi kita perlu mengedukasi masyarakat begitu diperiksa oleh Puskesmas oleh bidan ternyata ada masalah, itu rencanakan bersalinnya di mana (dan) kapan sebelum ada masalah komplikasi,” tutur dr. Nida.

Ia mengungkapkan jika komplikasi terbanyak adalah darah tinggi atau hipertensi dalam kehamilan, yang menyebabkan salah satunya kejang-kejang. Hal tersebut, imbuh dr. Nida, penyebab kematian terbanyak termasuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Garut.

“Ini sebetulnya bisa diantisipasi jika dilakukan rencana bersalin saat belum terjadi kejang-kejang tersebut, jadi masyarakat juga perlu kita berikan pengertian bahwa kalau rencana bersalin di tempat yang lebih aman di rumah sakit mau dirujuk, jangan menunggu sampai kejang-kejang dulu baru keluarga repot merujuk,” ungkapnya.

Ia mengatakan jika berdasarkan keterangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, dari 67 Puskesmas yang ada di Kabupaten Garut, baru ada 30 yang menangani kegawatdaruratan atau Puskesmas Penanganan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED), sehingga pihaknya akan meningkatkan 12 lagi PONED di Kabupaten Garut, agar terdapat 42 Puskesmas PONED di 42 Kecamatan yang ada di Kabupaten Garut.

“Jadi setiap kecamatan bisa menangani kegawatdaruratan, kalau ada tindakan emergendi ke Puskesmas PONED, nanti setelah stabil dirujuk ke rumah sakit, sekarang di tingkat rujukan rumah sakit yang ada di Kabupaten Garut ini satu RSUD Slamet (dan) ada 6 lainnya,” kata dr. Nida.

Guna menghindari penumpukan pasien di RSUD dr. Slamet, lanjut dr. Nida, pihaknya juga bersama dengan Pemkab Garut telah berdiskusi terkait pembuatan regionalisasi rujukan, agar penanganan ibu hamil bisa lebih optimal.

“(jadi) akan kita bagi menjadi seluruh rumah sakit di Kabupaten Garut mampu PONEK (atau) penanganan obstetri neonatal emergensi komprehensif yang sudah tingkat komplikasi bisa ditangani, kebijakan nasional seluruh Rumah Sakit menjadi Rumah Sakit PONEK yang menerima rujukan ibu dan anak itu harus PONEK, jadi etelah ini nanti akan kita buat pemetaan (atau) mapping kemampuan dari seluruh rumah sakit yang ada di Garut, bgaimana kemampuan menangani komplikasi untuk ibu dan bayi, dan nanti akan berbagi tidak semua tumpah ke Rumah Sakit Slamet saja, tapi juga dibagi ke rumah sakit-rumah sakit lain,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Dinkes Garut, dr. Leli Yuliani, mengatakan jika lokus dari Tim Monitoring Terpadu AMPSR ini adalah RSUD dr. Slamet Garut, Puskesmas Tarogong, dan Puskesmas Bagendit.

Berdasarkan hasil audit Tim Monitoring Terpadu AMPSR, tambah dr. Leli, ada beberapa rekomendasi yang disampaikan untuk Pemkab Garut, dua diantaranya adalah peningkatan kualitas skirining Antenatal Care (ANC) dan penambahan 12 Puskesmas PONED di Kabupaten Garut.

“Kemudian juga melakukan rujukan terencana, kemudian juga nanti disarankan juga untuk penyediaan dokter-dokter spesialis yang sesuai dengan standar, kemudian juga untuk rumah sakitnya ,itu direkomendasikan untuk memperbaiki sarana-prasana dan melengkapinya agar sesuai standar, di samping itu hal yang cukup penting juga yaitu terkait bagaimana meningkatkan cakupan KB, jadi salah satu cara untuk menurunkan AKI/AKB yaitu tetap harus menaikkan cakupan KBnya,” tandasnya.***Watono

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Purwakarta Salurkan Komoditas OPM Sembako Bersubsidi

Next Post

Terjerat Dugaan Pencabulan 15 Santriwati, Ijin Operasional Ponpes di Batang Bakal Dicabut

Related Posts

Pemdes Babakan Sambut Mahasiswa KKN STIT Bandung Tahun 2026
deNews

Pemdes Babakan Sambut Mahasiswa KKN STIT Bandung Tahun 2026

Rabu, 7 Januari 2026
Dilantik di Astana Gede Kawali, Mabicab dan Kwarcab Pramuka Ciamis 2025–2030 Siap Perkuat Pembinaan Generasi Muda
deNews

Dilantik di Astana Gede Kawali, Mabicab dan Kwarcab Pramuka Ciamis 2025–2030 Siap Perkuat Pembinaan Generasi Muda

Selasa, 6 Januari 2026
UPTD Ciamis Raih Kinerja Terbaik Desember 2025, Realisasi Pajak Capai 123,2 Persen
deNews

UPTD Ciamis Raih Kinerja Terbaik Desember 2025, Realisasi Pajak Capai 123,2 Persen

Selasa, 6 Januari 2026
Disdukcapil Ciamis Peringatkan Warga Soal Maraknya Penipuan Aktivasi IKD Online
deNews

Mengawali Tahun 2026 Disdukcapil Ciamis Luncurkan Inovasi Pelita Hati di Posyandu, Permudah Layanan Akta Kelahiran dan KIA

Selasa, 6 Januari 2026
DPMPTSP Ciamis Imbau Pelaku Usaha Segera Laporkan LKPM Sebagai Penentu Arah Investasi Daerah
deNews

DPMPTSP Ciamis Imbau Pelaku Usaha Segera Laporkan LKPM Sebagai Penentu Arah Investasi Daerah

Selasa, 6 Januari 2026
Komisi II DPRD Garut Dorong Akses KUR bagi Petani dan UMKM Desa Hutan
deNews

Komisi II DPRD Garut Dorong Akses KUR bagi Petani dan UMKM Desa Hutan

Selasa, 6 Januari 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Dinas PU dan Pemborong Sepakat Pekerjaan Pakai Pasir Merah Dibongkar Serta Dibangun Ulang

Kamis, 2 September 2021

Audiensi SEGI Garut Pertanyakan Mekanisme Potongan Zakat Profesi Guru, Ini Hasilnya

Rabu, 2 Juni 2021

KabarDaerah

Seorang Pria Jatuh Ke Dalam Sumur Sedalam 12 Meter di Rancabungur Bogor

Senin, 16 Januari 2023

Diungkap Polisi, Oknum Kades di Sukabumi Ini Diduga Korupsi Dana Desa dan Banprov

Jumat, 28 Januari 2022

Rekomendasi SEGI Dalam Menentukan Kadisdik Garut

Senin, 6 Desember 2021
Kepala Desa Pangauban, Asep Feri Herdiana, saat melakukan presentasi di Gedung Pusdai Bandung

Desa Pangauban Wakili Garut di Anugerah Gapura Sri Baduga 2025, Bupati Syakur : Semoga Menang

Rabu, 26 November 2025

Potret Masyarakat Kampung Pondok Beureum Kabandungan, Cermin Kemiskinan Ekstrim?

Minggu, 28 September 2025

RSUD Bayu Asih Peringati Hari jadinya ke -95

Sabtu, 18 Oktober 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste