Dejurnal.com, Bandung – Kopiah atau Peci merupakan produk yang termasuk diburu disaat ramadhan atau menjelang hari raya, sebagai aksesoris gaya berbusana pria muslim ketika melakukan ibadah.
Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno termasuk sosok yang ikit mentenarkan peci yang tak pernah dilepaskan Sosok Soekarno. ini memang identik dengan peci hitam yang selalu digunakan dalam setiap aktivitasnya kala itu.
Peci ternyata telah banyak dipakai oleh masyarakat Bandung, Jawa Barat, jauh sebelum kemerdekaan. Tahun 1918, Mas Iming membuat sebuah tempat produksi peci yang terus eksis dan selalu diburu masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
Salah satu pembeli, M. Iqbal mengaku membeli peci untuk ayahandanya. “Bapak inginnya selalu memakai kopiah M. Iming,” ujarnya ditemui di Toko Peci M. Iming, Jl. PHH Mustopa, Bandung, Kamis (20/4/2023).
Menurutnya, kopiah ini awet dan kualitasnya bagus. ” Sudah bertahun-tahun pun tidak terleihat belel (kusam, red),” pungkasnya.
Sepintas, memang tidak ada yang berbeda dari peci M. Iming. Terbuat dari material beludu (velvet), peci M. Iming begitu terkenal di Kota Bandung bahkan hingga nasional.
“Peci Iming itu pertama berdiri tahun 1918, pertamanya ada di Jalan Ahmad Yani, Kosambi dan sudah berusia 104 tahun ya,” ungkap salah satu pelayan toko M. Iming.
Selain dikenal sebagai peci legendaris, peci M. Iming juga langganan dipakai oleh beberapa pejabat semenjak dahulu, terbukti dengan adanya beberapa foto pejabat dahulu yang memakai peci M. Iming.
Adapun jenis peci M. Iming yang paling banyak diburu pembeli ialah peci polos. Meski begitu, peci dengan motif kaligrafi saat ini juga mulai diminati.
“Untuk harganya, peci M. Iming dibanderol dari Rp 120.000 hingga Rp 250.000 tergantung jenisnya,” pungkasnya.***Raesha