Dejurnal.com, Bandung- Para pedagang pasar Banjaran datang ke DPRD hari Senin, 22 Mei 2023. Mereka mengeluhkan harga kios yang sangat mahal, dipatok pengembang Rp 20 juta per meter,. Selain itu para pedang juga dimintai uang sebelum pasar direvitalisasi.
Terhadap keluhan warga pedagang pasar Banjaran Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Bandung Toni Permana, menduga pengembang yang hendak merevitalisasi pasar tradisional Banjaran tidak memiliki modal.
Dugaan tersebut, menurut Toni karena pengembang menghimpun dana dari pedagang terlebih dahulu.
Toni menyebutkan, dalam dokumennya Toni melihat nilai investasi pengembang itu Rp 125 miliar. “Buat apa uang itu, jika awal pembangunan pedagang wajib bayar 10 persen dari harga kios. Kemudian saat pembangunan wajib nyicil 30 persen,” katanya via telepo, Selasa (23/5/2023).
Seharusnya, kata Toni pembangunan dengan sistem full financiering itu seluruh biayanya tanggung jawab pengembang, nanti setelah selalesai pedagang baru diwajibkan membayar dengan cara dicicil melalui bank.
Toni menambahkan, para pedagang juga mengeluhkan sikap pengembang yang meminta untuk segera mengosongkan pasar, padahal proses hukum masih berjalan.
Seharusnya, kata Toni ada musyawarah antara pedagang dan pengambang dengan disaksikan oleh Pemkab Bandung, untuk mencari solusi, terutama mengenai harga kios. “Saya harap semua menghargai proses hukum. Segala kegiatan pengembang harus dihentikan, ” tandasmya. *** Sopandi