Dejurnal.com, Kota Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, Indonesia akan menjadi top of mind energi baru terbarukan di dunia sejalan dengan melimpahnya cadangan sumber daya yang dimiliki.
Secara khusus Jabar memiliki berbagai potensi sumber daya energi baru terbarukan (EBT), di antaranya saat ini Jabar sedang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya di atas air terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas produksi listrik mencapai 145 MW.
Baca juga : Ridwan Kamil Pamitan : Idul Fitri dan Idul Adha Tahun Depan Ada Penjabat Gubernur
Selain itu, Jabar juga memiliki Plastic Waste Recyling Plant atau waste to energy terbesar di Indonesia dengan kapasitas pengolahan sampah mencapai 24.000 ton per hari.
Sebagai provinsi yang memiliki pabrik Electric Vehicle (EV) terbesar di Indonesia, Jabar memiliki 12 proyek EBT yang membutuhkan investasi hingga pembiayaan hijau mencapai 82 juta dolar AS, yakni di kawasan utara sebanyak empat proyek (dua proyek panas bumi dan dua proyek mikro hidro) serta delapan proyek EBT di kawasan selatan baik energi panas bumi, surya, angin, dan air.
“Ini adalah gambaran masa depan energi hijau di Jabar. WJEF menjadi forum penting guna mencari cara yang inovatif dalam menjawab tantangan pembiayaan proyek hijau Jawa Barat guna mewujudkan Indonesia Net Zero Emission 2030,” ujar Gubernur Ridwan Kamil saat menjadi panelis di forum FPCI Net zero misions 2030.
Baca juga : Dirut PLN Pimpin Apel Siaga Kelistrikan, Siap Sukseskan KTT ASEAN di Labuan Bajo
Forum yang mengambil tema “Unlocking Sustainable Financing for West Java Circular Economy Development” ini diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab.
Dalam sesi tanya jawab, salah satu pemuda asal Jawa Barat, Ferel Rizki Herlambang bertanya kepada Gubernur Jabar sebagai panelis, terkait gotong royong politik demi mewujudkan program ini harus berkelanjutan panjang.
Ferel pun mempertanyakan tentang bagaimana anak muda mencari pemimpin yang memiliki wawasan ekologis hijau dan tentunya tips and trick paling utama adalah kita harus mencari rekaptualisasi digital calon presiden kita.
INZS 2023 merupakan konferensi iklim tahunan yang diadakan oleh FPCI sebagai ruang pertemuan bersama yang unik bagi menteri, pejabat, diplomat, pemuda, masyarakat sipil, musisi, selebritas, dan berbagai kalangan lainnya untuk membicarakan isu iklim, khususnya di Indonesia.***Red