• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Sabtu, Juni 13, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in GerbangDesa

10 Agustus 2023 Genap 115 Tahun Desa Cedok dan Bojongpacing Digabung Jadi “Disuka Para Menak”

bydejurnalcom
Minggu, 6 Agustus 2023
Reading Time: 4 mins read
10 Agustus 2023 Genap 115 Tahun Desa Cedok dan Bojongpacing Digabung Jadi “Disuka Para Menak”
ShareTweetSend

Dejurnal. com, Bandung – Desa Sukamenak  Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung memiliki sejarah panjang. Secara historis dari zaman kolonial Belanda, maka usianya genap 115 tahun pada tanggal 10 Agustus 2023 ini.

Namun secara yuridis administratif menurut Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Bandung No. 144/pem.9241.1/Kep//1983 yang ditindak lanjuti Juli 1984 Desa Sukamenak dimekarkan menjadi Desa Sayati sebagai desa induk, maka Desa Sukamenak baru berusia 39 tahun.

Sukamenak berasal dari dua kata “suka” dan “menak”. Digabungkan menjadi Sukamenak, untuk nama desa baru yang juga hasil gabungan dua desa yaitu Desa Cedok dan Desa Bojongpacing.

BacaJuga :

Bupati Bersama Jasa Raharja Serahkan Santunan Kepada Ahli Waris Korban Laka Lantas

Pemkab Sukabumi Matangkan Peringatan Tahun Baru Islam, Ini Agendanya

POPDIKSI Soroti Paradigma Kebijakan Pendidikan yang Terlalu Transaksional, Literasi dan Numerasi Harus Jadi Prioritas

Baca juga : Geger! Warga Sekeawi Sukamenak Temukan Bayi dalam Paper Bag

Pengambilan nama itu, dari apa yang terjadi saat itu. Dimana masarakat Bojongpacing sangat ramah menyambut tamu, dimemen dienak-enak, dan agamis. Dengan kultur alam yang asri dan sejuk, maka wajar kalau desa ini serimg dikunjungi para menak dayeuh Bandung, baik kunjungan dinas maupun reses.

Pada kegiatan Menak Dayeuh Saba Desa melakukan penyuluhan berbagai program ke desa-desa di wilayahah Bandung Selatan, desa Bojonghpacing ini menjadi desa singgahan bajk sebelum maupun sesudah kegiatan.

Panggung terapung di atas seseg bambu diikat di atas tumpuan dua perahui, dimana para nayaga menabuh waditra:rebab, kendang, narawangsa, bonang, saron, dan kempul mengiringi gerak tari sinden yang gemulai ngibing menghibur menak-menak yang asyik memancing ikan di
baraga kali CItarum yang airnya bening begitu membuat kesukaan tersendiri para menak, karena hiburan seperti ini tidak di dapatkan di desa lain.

Baca juga : Warga Desa Sukamenak Berharap Keberadaan SMPN 4 Margahayu Dirasakan di PPDB 2023

Selain itu, adanya tokoh masyarakat terah Sumedang Larang sepertinya menumbuhkan ikatan batin di anra menak dayeuh Bandung dan jawara desa menjadikan Desa Bojongpacing semakin spesial.

Karena disukai itulah Rd Demang Narhiam mencanangkan dua desa digabungkan dengan nama Desa Sulamenak. ini menjadi nama pilihan menjelang akhir tahun 1908 M dan ia sendiri yang menjadi lurah pertama Desa Sukamenak sampai tahun 1924.

Pada hari Senin 10 Agustus 1908 bertepatan dengan tanggal 4 Jumadil Akhir 1326 H, Rd A. Demang Narhiam membewarakan gabungan 2 desa, Desa Cedok dan Desa Bojongpacing dengan nama Desa Sukamenak.

Setelah habis masa jabatan lurah Rd Demang Narhiam, digantikan oleh Mama Haji Abdurrahman atau Mama Lurah Sepuh memimpin desa yang luas wilayahnya hampir 600 ha yang membentang dari Timur berbatasan dengan Desa Cangkuang, sebelah Barat berbatasan dengan Desa Margahayu, sebelah Utara dengan Desa Babakan Ciparay, sebelah Selatan dengan bantaran Sungai Citarum dari jembatan Cilampeni (Kampung Bantar) sampai Sampora.

Walau hanya 3 tahun menjadi lurah, pada masa kepemimpinan Lurah Sepuh dibangun masjid Jami Paling besar di desa pada masa itu, sebagai pusat kegiatan (pesantren) untuk mengebangkan syiar Islam. Yang dipercaya menjadi imam dan ustadz pesantern tersebut ialah adik iparnya sendiri yakni Rd . H. Sarbini dan nama pesantrennya Al-Mukhsinin. Kini dikenal dengan na Masjid Bu Guru. Sekarang namanya Masjid Al-Ikhlas.

Selain membangun masjid jami ia juga mewariskan nama kampung Sekeawi. Kampung tersebut merupakan kampung halaman istrinya, Ibu Alem dibesarkan.

Karena kampung tersebut rindang dengan pohon bambu, maka diberi nama Sekeawi. Di sebelah kampung tersebut juga ada kampung Curug Dog-dog. Diambil dari keadaan lingkungan sungai, ada dam atau bendungan curug yang dari kejauhan terdengar seperti suara dog-dog.

Sebagai pengganti Lurah Sepuh yakni Rd Mas Sumintapura (1927-1946) putra cikal dari 4 bersaudara putra Lurah Sepuh. Masa kepemimpinannya yang pertama membangun balai desa yang baru di sudut antara jalan desa di pinggir sungai Curug Dod-dog tak jauh dari jembatan.

Balai desa baru itu sampai kini menghadap Selatan, namun tentu suasana dulu dengan sekarang berbeda. Dulu masih rindang pepohonan Kihujan, ada tambatan les kuda di sebelah kanan mulut jalan ke bale desa. Arah Timur dan Selatan pemandangan dua danau dipisah jalan desa. Rimbunan pohon bambu tumbuh subur.

Karenanya aura Bojongpacing kalah oleh Desa Sukamenak yang terbentang dari Kampung Bantar, Cimariuk, Babakan Sumedang, Bojongpacing, Cedok, Sayati, Sekeloa, Bihbul, Sayang Ka’ak, Crug Dog-dog, Cikungkurak, Sekeawi, Cilisung, Sampora dan Pasawahan. Desa Sukamenak maauk Kewedanaan Tegalega dan saat itu maaih berkecamatan Bojongloa.

Di Sukamenak, pada masa sebelum tahun 1940 tradisi hiburan yang menjadi kesukaan para menak masih bisa diselenggarakan. Kalau wamtu di Bojongpacing Pamggung terapung di atas Citarum, sesanblgkan di Sekeawi itu kolam yang luas dengan seni pengiring di antaranya celempungan pimpinan Nurdin, Saca, dan Dais dari Sekeawi. Sebelum atau sesudah kegiatan para menak menyempatkan diri singgah ke rumah Mbah Petinggi dan Moch Ilyas( pamannya Suminta Putra)

Tahun 1942 M Desa Sukamenak mulai téinjak pemerintah Dai Nipon, dan hiburan itu tidak ada lagi. Setengah perjalanan kepemimpinan Eyang Sumintapira Desa Sukamenak masih jadi kesukaan menak.Tapi sejak tahun 1939, Belanda mengambil alih Bojonvpacing untuk dijadikan asrama militer Kompeni, kemelut perang dunia II dan masuknya Jepang ke Indonesia , menjadilkan suasana desa tidak nyaman lagi.

Di masa kemerdekaan, 1946 Rd Sumintapura istirahat dari jabatan pamong. Untuk mengisi kekosongan diisi oleh putta Mbah Petinggi yakni Agus Sanusi. Tahun 1947 Agus Sanusi ditangkap tentara sekutu karena dituduh bekerja sama dengan tentara Republik dan dipenjara selama 1 tahun. Untuk mengisi kekosongan jabatan Pamong diangkatlah seorang Ahmad Nasir yang baru berusia 22 tahun.

Pada tahun 1951 diselenggarakan pemilihan lurah Sukamenak untuk pertama kalinya selama kurun waktu 43 tahun., diikuti 4 kandidat lurah. Akhmad Rifai Nasir atau Ahmad Nasir terpilih sebagai lurah ke 4 Desa Sukamenak. Ia menjabat 3 peroode sampai 1981.

Balai Desa Sukamenak pada masa Ahmad Nasir berpindah dua kali, kemudian tahun 1982 pindah ke Kampung Saluyu yang sekarang Kantor Desa Sayati.

Tahun 1983 Desa Sukamenak dijabat oleh PJs lurah Solih Sunjana. Sejak tahun 1984 Desa Sukamenak dimekarkan jadi Desa Sayati dan Sukamenak.

Sukamenak masa lalau berakhir tahun 1984, Sukamenak yang baru kembali ke Curug Dog-dog. Pada tahun 1986 setelah 2 tahun dipimpin PJs Nana Suryana, Desa Sukamenak mengadakan pemilihan kepala desa, diikuti 2 kandidat; Nana Suryana dan Asep Suyud. Asep Suyud untuk pertama kalinya menjadi kepala desa Sukamenak pascapemekaran. Ia menjabat dari tahum 1986 sampai 2003.

Tanggal 29 Juni 2003 Desa Sukamenak menggelar pemilihan kepala desa untuk yang ketiga kalinya. Yang menjadi kandidat saat itu 3 orang. Sobar Ahmad Handiman terpilih menjadi Kepala Desa Sukamenak dari tahun 2003 sampai 2008.

Setelah masa jabatan Ahmad Handiman habis, terpilih kepala desa H. Ahmad Aji yang memimpin Desa Sukamenak dua periode. Saat masih ada waktu untuk mencalonkan diri lqgi Ahmad Aji mempercayakan anaknya Taifik , SE untuk berkiparah di Desa Sukamenak. Keinginannya terlkabul, Taufik memenangkan Pilkades pada 10 Oktober 2021.***Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Bupati Bandung : Kegiatan Pendidikan di Pesantren Bisa Cetak Pemimpin Berakhlakul Karimah

Next Post

Kabid Humas Polda Jabar : Jika Masyarakat Menemukan Indikasi Terjadinya TPPO, Segera Lapor Polisi !!

Related Posts

Pemuda Akhir Zaman Audiensi Dengan DPRD Garut, Soroti Proyek Jalan Cisewu
deNews

Pemuda Akhir Zaman Audiensi Dengan DPRD Garut, Soroti Proyek Jalan Cisewu

Jumat, 12 Juni 2026
Bupati Sukabumi Resmikan Gedung Serbaguna Desa Sukamulya Cikembar
deNews

Bupati Sukabumi Resmikan Gedung Serbaguna Desa Sukamulya Cikembar

Jumat, 12 Juni 2026
Kick Off UMKM Naik Kelas dan Motekar, Bupati Sukabumi UMKM Bertumbuh Ekonomi Tumbuh
deNews

Kick Off UMKM Naik Kelas dan Motekar, Bupati Sukabumi UMKM Bertumbuh Ekonomi Tumbuh

Jumat, 12 Juni 2026
Bupati Bersama Jasa Raharja Serahkan Santunan Kepada Ahli Waris Korban Laka Lantas
deNews

Bupati Bersama Jasa Raharja Serahkan Santunan Kepada Ahli Waris Korban Laka Lantas

Jumat, 12 Juni 2026
Pemkab Sukabumi Matangkan Peringatan Tahun Baru Islam, Ini Agendanya
deNews

Pemkab Sukabumi Matangkan Peringatan Tahun Baru Islam, Ini Agendanya

Jumat, 12 Juni 2026
POPDIKSI Soroti Paradigma Kebijakan Pendidikan yang Terlalu Transaksional, Literasi dan Numerasi Harus Jadi Prioritas
deNews

POPDIKSI Soroti Paradigma Kebijakan Pendidikan yang Terlalu Transaksional, Literasi dan Numerasi Harus Jadi Prioritas

Jumat, 12 Juni 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Garut Gaduh! Ada Isu Makam Raden Tumenggung Ardikusumah Digali, Ini Fakta Sebenarnya

Senin, 14 Agustus 2023

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021

KabarDaerah

Resmikan Alun-alun Paseh Bupati Bandung: Ini Impian Masyarakat

Selasa, 6 Mei 2025

Tujuh Personel Polres Purwakarta Dinyatakan Lulus PAG POLRI Tahun Anggaran 2020

Senin, 14 September 2020

Dra. Hj. Tia Fitriani Gelar Sosialisasi Penyebarluasan Perda Nomor 9/2014 Di Desa Langensari Kabupaten Bandung

Sabtu, 27 September 2025

UPT Disdukcapil Dipadati Warga Urus e-KTP

Rabu, 3 Juni 2020
KH. Ibnu Athaillah, Rois Syuriah Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Muktabarah an-Nahdliyah (JATMAN) Kabupaten Bandung.

Rois Syuriah Jatman Sesalkan PCNU Dukung Salah Satu Paslon Bupati-Wakil Bupati

Rabu, 11 November 2020

H.RM.Riesta Kuspriyansyah, SH : Memaknai Idul Fitri 1441 H Di Tengah Covid-19, DPRD Garut Jangan Gagal Faham Konstitusi

Minggu, 24 Mei 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste