Dejurnal.com, Garut – Musyawarah puluhan warga Desa Sukakarya dan Desa Sukaraja Kecamatan Banyuresmi untuk melakukan mediasi atas peristiwa terjadinya dugaan pengeroyokan seorang remaja warga Desa Sukakarya belum menemukan titik temu.
Pasalnya, warga Desa Sukaraja yang diduga sebagai para pelaku pengeroyokan remaja Mam (15), tidak pada hadir dalam musyawarah yang digelar di aula Desa Sukakarya, Senin (11/9/2023).
Sekretaris Kecamatan Banyuresmi, Ahmad, menjelaskan terkait mediasi yang telah dilakukan dua desa pada hari ini yang belum mencapai titik temu.
Baca juga : Anak Ketua RT di Banyuresmi Diduga Dikeroyok Warga Tanpa Sebab, Ketua RT 02/13 : Duh, Main Hakim Sendiri
Baca juga : Remaja Banyuresmi Diduga Korban Pengeroyokan Warga Tanpa Sebab Disambangi Dinas PPKPPPA Garut
“Nanti ditindaklanjuti, Kepala Desa Sukakarya akan ke Desa Sukaraja, untuk mendatangi para pelaku yang ada di Sukaraja karena sampai saat ini para pelaku belum diketahui dengan jelas,” terangnya.
Intinya, lanjut Sekmat, musyawarah mediasi terkait petistiwa adanya dugaan pengeroyokan ini belum belum 100 persen selesai.
“Mudah-mudahan setelah Kades Sukakarya menemui para pelaku, permasalahan bisa selesai,” ujarnya.
Hal senada diucapkan Kades Sukaraja Heru bahwa para pelaku yang diduga mengeroyok remaja warga Sukakarya belum diketahui dengan jelas. “Hal ini karena peristiwanya terjadi pada kondisi malam dan gelap jadi belum teridentifikasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kades Sukakarya. Iwan, menyayangkan mediasi yang dilakukan mengalami jalan buntu karena para pelaku tidak dihadirkan.
“Sementara desakan dari keluarga korban menginginkan para pelaku dapat dihadirkan, minimal mengetahui siapa pelaku penganiayaannya,” ujarnya.
Menurut Kades Sukakarya, dirinya bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa bakal datang ke Desa Sukaraja untuk menemui para pelaku. “Kita pun ingin mengetahui alasan para pelaku sampai bisa melakukan perbuatan sampai ada penganiayaan seperti ini,” tetangnya.
Hal lainnya, lanjut Kades Sukakarya, agar peristiwa seperti ini tidak terulang kembali, tindakan main hakim sendiri tanpa alasan jelas. “Insya allah jika sudah bertemu dengan pelaku, mediasi ini bisa berlanjut dan menemukan titik penyelesaian,” pungkasnya.
Kendati musyawarah belum ada titik temu, Kepala Desa Sukakarya dan Kepala Desa Sukaraja menjamin terciptanya kondusifitas, bahkan saat nanti pelaku dihadirkan dan dipertemukan dengan keluarga korban.***Yohaness