Dejurnal, Ciamis,- Program Satuan Pendidikan Pangan Gizi (SPPG) terus diperkuat dengan hadirnya Dapur Sehat Mutiara Baregbeg yang resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) dan menggelar acara tasyakur, Jumat (29/08/2025).
Kegiatan tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di wilayah Kecamatan Baregbeg.
Wilayah penyaluran Dapur Sehat Mutiara tersebut mencakup lima desa, yakni Desa Baregbeg, Sukamaju, Saguling, Mekarjaya, dan Sukamulya, dengan dukungan penuh pemerintah kecamatan, pihak Koramil, Babinsa, dan tokoh masyarakat.
Asisten Lapangan SPPG, Pajar Galuh Purnama, menjelaskan bahwa penyaluran makanan sehat sudah direncanakan matang sejak jauh hari. Saat ini, distribusi dapur mencakup 43 sekolah dengan total penerima manfaat sekitar 2.800 orang.
“Penyaluran dimulai sejak pukul 05.30 pagi dengan sistem jalur distribusi. Satu armada meng-cover Desa Sukamaju dan Mekarjaya, sementara armada lain melayani Desa Saguling dan Sukamulya. Sistemnya berurutan agar makanan sampai tepat waktu dan tetap layak konsumsi,” ujarnya.
Pajar menambahkan, 95 persen tim dapur berasal dari warga lokal, terutama Desa Baregbeg. Setiap tim ditunjuk seorang koordinator berpengalaman agar pelayanan berjalan maksimal.
Dalam pelaksanaannya, Dapur Sehat Mutiara Baregbeg berkoordinasi dengan Koordinator SPPG (KSPPG) untuk menghindari tumpang tindih dengan dapur lainnya. Diskusi rutin dilakukan agar titik salur tidak menimbulkan persaingan antar-dapur.
“Sejauh ini semua berjalan kondusif. Jika ada kendala, biasanya langsung dimusyawarahkan bersama KSPPG, kepala sekolah, maupun pemerintah desa,” terangnya
Camat Baregbeg, H. Dede Hendara, S.IP., menekankan pentingnya pemerataan penerima manfaat. Menurutnya, dapur sehat berperan vital dalam memastikan keberlanjutan program pangan bergizi.
“Saya titipkan pemerataan khususnya bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di bawah lima tahun apalagi balita stunting usahakan penyaluran tepat sasaran, dan tidak menimbulkan kendala teknis maupun sosial,” ucapnya.
Dede menekankan perlunya pemerataan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar distribusi program tidak terpusat pada satu titik dapur saja.
“Harapan kami, dapur yang sudah launching dapat berjalan dengan baik, tidak menimbulkan persoalan, dan yang terpenting adalah pemerataan. Jangan sampai penerima manfaat hanya menumpuk di satu dapur karena bisa menimbulkan gesekan atau perbedaan pemahaman yang mengganggu stabilitas kerja di tingkat kecamatan,” ujarnya.
Dede menambahkan, dari rencana empat dapur yang akan berdiri di wilayah Baregbeg, saat ini baru dua dapur yang resmi beroperasi. Oleh karena itu ke depan dapur yang ada dapat tersebar secara seimbang dan proporsional.
Lebih lanjut, Dede menyampaikan pandangan terkait jumlah dapur sehat yang ideal dalam satu kecamatan.
“Secara kewenangan memang bukan ranah kecamatan untuk menentukan, tetapi kami di pemerintah daerah berharap jumlah dapur di Baregbeg berkisar antara empat hingga lima. Kalau lebih dari lima, justru dikhawatirkan akan mengurangi efektivitas penyaluran dan membebani sistem distribusi,” tuturnya.
Launching dan penandatanganan MOU SPPG Dapur Sehat Mutiara Baregbeg juga dipandang sebagai wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Kehadiran dapur sehat diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan lokal sekaligus mendukung program nasional percepatan penurunan stunting.
“Semoga dapur sehat ini menjadi langkah nyata untuk memastikan gizi seimbang bagi warga Baregbeg, khususnya generasi muda penerus bangsa,” imbuhnya
Sementara itu, Serka Iwan Setiawan, Bati Tuud Koramil 1301 Ciamis, mengingatkan agar distribusi makanan benar-benar sampai ke titik penerima manfaat sesuai MOU.
“Jangan sampai ada makanan yang tertahan atau tidak sampai ke sekolah tujuan. Tanggung jawab dapur adalah memastikan makanan diterima tepat waktu dan layak konsumsi. Kami dari Koramil ikut mengawal agar distribusi berjalan kondusif dan sesuai aturan,” tegasnya.
Menurut Iwan ke depan, program akan menyesuaikan jumlah dapur dan penerima manfaat berdasarkan surat edaran yang ditandatangani Camat, Koramil, dan Kapolsek. Hal ini bertujuan agar tidak ada dapur yang kelebihan atau kekurangan penerima manfaat.
“Dengan adanya MOU Dapur Sehat Mutiara Baregbeg, diharapkan ketahanan pangan keluarga dan pemenuhan gizi anak sekolah di Baregbeg semakin terjamin. Kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan aparat menjadi kunci keberhasilan program ini,” pungkasnya. (Nay Sunarti)