Ciamis, deJurnal,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan akan mengucurkan stimulus anggaran bagi desa dan kelurahan berprestasi dalam Anugerah Gapura Sri Baduga Tahun 2025.
Kepastiannya tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: Kep.043/PMD.01.02-BINDES/2025 tentang Penetapan Desa dan Kelurahan Berkinerja Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Barat.
Kabar tersebut disambut antusias oleh berbagai pihak, termasuk Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Ciamis, menyusul masuknya sejumlah desa dan kelurahan di Ciamis sebagai penerima reward dengan nilai yang bervariasi.
Berdasarkan SK Gubernur, Kelurahan Sindangrasa berhasil meraih Juara I kategori Kelurahan tingkat Provinsi Jawa Barat dan berhak atas reward sebesar Rp9 miliar. Sementara Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, meraih Juara I tingkat Kabupaten kategori Desa dengan stimulus Rp1 miliar.
Selain itu, 26 desa lainnya di Kabupaten Ciamis tercatat sebagai Juara I tingkat Kecamatan kategori Desa, masing-masing memperoleh stimulus anggaran sebesar Rp200 juta dari Pemprov Jabar.
Berikut Daftar Desa Penerima Reward Rp200 Juta:
1. Desa Karyamukti (Kec. Banjaranyar)
2. Desa Cibadak (Kec. Banjarsari)
3. Desa Pusakanagara (Kec. Baregbeg)
4. Desa Pawindan (Kec. Ciamis)
5. Desa Cidolog (Kec. Cidolog)
6. Desa Sukahaji (Kec. Cihaurbeuti)
7. Desa Karanganyar (Kec. Cijeungjing)
8. Desa Cimari (Kec. Cikoneng)
9. Desa Beber (Kec. Cimaragas)
10. Desa Jalatrang (Kec. Cipaku)
11. Desa Cisaga (Kec. Cisaga)
12. Desa Dayeuhluhur (Kec. Jatinagara)
13. Desa Kawalimukti (Kec. Kawali)
14. Desa Cintaratu (Kec. Lakbok)
15. Desa Lumbung (Kec. Lumbung)
16. Desa Sukahurip (Kec. Pamarican)
17. Desa Jagabaya (Kec. Panawangan)
18. Desa Sukakerta (Kec. Panumbangan)
19. Desa Purwadadi (Kec. Purwadadi)
20. Desa Sirnabaya (Kec. Rajadesa)
21. Desa Rancah (Kec. Rancah)
22. Desa Gunungsari (Kec. Sadananya)
23. Desa Wanasigra (Kec. Sindangkasih)
24. Desa Margaharja (Kec. Sukadana)
25. Desa Cibeureum (Kec. Sukamantri)
26. Desa Kaso (Kec. Tambaksari)
Menanggapi pengumuman tersebut, Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Ciamis, Mas Ahim, yang berasal dari Desa. Pawindan, Kecamatan. Ciamis mengaku terkejut atas hasil penetapan pemenang Anugerah Sri Baduga, meskipun Desa Pawindan, tercantum dalam SK Gubernur sebagai salah satu penerima stimulus.
“Alhamdulillah kalau memang benar, dan insyaallah kami akan membuktikan bahwa Desa Pawindan memang layak,” ujarnya Minggu (04/01/2026)
Ia menjelaskan bahwa Desa Pawindan tidak melakukan persiapan berlebihan dalam mengikuti lomba tersebut. Seluruh data yang disajikan merupakan kondisi riil desa sebagai cerminan tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau benar Pawindan menjadi salah satu dari 26 desa yang menerima stimulus Rp200 juta, kami memandang ini sebagai bukti bahwa penilaian dilakukan secara obyektif dan profesional,” tegasnya.
Mas Ahim berharap stimulus tersebut tidak hanya dipandang sebagai penghargaan administratif, melainkan dapat menjadi insentif nyata bagi masyarakat, khususnya warga yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan, pelayanan publik, dan pemberdayaan desa.
“Reward ini harus mampu mendorong partisipasi warga dan memperkuat semangat gotong royong dalam membangun desa,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris PPDI Kabupaten Ciamis, Elan Jaelani, S.H., yang berasal dari Desa Pusakanagara, Kecamatan Baregbeg, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas penyelenggaraan Anugerah Gapura Sri Baduga yang dinilai efektif dalam mendorong peningkatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta kualitas tata kelola pemerintahan desa.
“Lomba ini memberi dampak positif karena mendorong desa untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Elan.
Namun demikian, Elan menekankan pentingnya transparansi hasil penilaian, kejelasan mekanisme evaluasi, serta kepastian realisasi stimulus anggaran sebagaimana tercantum dalam petunjuk teknis lomba.
“Mengingat penilaian dilakukan secara daring dan berbasis data, mulai dari pengisian kuesioner hingga unggahan bukti pelaksanaan, maka akurasi dan akuntabilitas hasil penilaian harus dijaga secara maksimal,” ujarnya.
Menurut Elan, kesalahan dalam pengumuman hasil seharusnya dapat dihindari apabila sistem penilaian dijalankan secara konsisten dan profesional. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar pelaksanaan Anugerah Sri Baduga pada tahun-tahun mendatang semakin baik dan kredibel.
“Harapannya, lomba ini tetap dilanjutkan dengan berbagai penyempurnaan agar benar-benar memberikan manfaat dan tidak menimbulkan kebingungan maupun kekecewaan di tingkat desa,” pungkasnya. (Nay Sunarti)













