Dejurnal.com, Bandung – Mahasiswa Universitas Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Bandung, Kelompok 2 resmi mengawali pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Desa Babakan , Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung Jawa Barat, pada Selasa (06/01/2026).
Kedatangan mahasiswa KKN yang didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) disambut langsung oleh Pemerintah Desa Babakan. Sebanyak 21 mahasiswa diterjunkan, terdiri dari 16 perempuan dan .5 laki-laki, yang berasal dari Universitas STIT Bandung .Program studi. 3 program studi tersebut meliputi manajemen pendidikan , PAI ,PGMI , PIAUD (Pendidikan Islam Anak Usia Dini) yang akan melaksanakan pengabdian di tengah masyarakat Desa Babakan selama masa KKN.
Kepala Desa Babakan,Eman S.Pd , menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada mahasiswa KKN Universitas STIT Bandung Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan dapat dikembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Babakan,Eman S.Pd, secara resmi menerima mahasiswa KKN Universitas STIT Bandung untuk melaksanakan pengabdiannya,
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah Desa, dan masyarakat, agar program-program KKN yang dilaksanakan selaras dengan kebutuhan Desa dan tidak sekadar bersifat seremonial.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Rano Sukmantara M.Pd, menyampaikan: Kuliah praktek dan pengabdian masyarakat (KPPM) atau KKN ini jadi kami dari pihak kampus menitipkan ke pa Kades disini untuk melaksanakan kegiatan KKN atau KPPM jadi sudah membawa agenda beberapa agenda dari para mahasiswa seperti nanti akan berkolaborasi mungkin dengan masyarakat itu seperti di Posyandu terus nanti di Pengajian dengan masyarakat yang ada di Desa ini.
Jadi mudah mudahan mohon dukungan juga dari teman teman mungkin dari Desa disini dan juga mungkin dari pa Kades juga sudah memberikan izin untuk melaksanakan kegiatan KKN atau KPPM ini dan kami berharap memang dari para mahasiswa itu memberikan hal hal yang positif untuk Desa.
Selain itu juga berpesan agar mahasiswa Universitas STIT Bandung senantiasa menjaga etika, menaati aturan setempat, serta menjunjung tinggi nama baik almamater dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah selama menjalankan pengabdian.
Perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 2. Yendang Rusyandi, mengungkapkan bahwa proses penerimaan berlangsung hangat dan kondusif. Dengan diterimanya mahasiswa KKN tersebut, Mahasiswa Universitas STIT Bandung resmi memulai rangkaian pengabdian di Desa Babakan serta sebelumnya diawali dengan menyamakan dulu profil Desa, dengan harapan mampu berkolaborasi bagi pembangunan sosial dan keagamaan masyarakat setempat. (**AR)














