CIAMIS, deJurnal — Sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Ciamis yang memiliki kompetensi keahlian di bidang peternakan memperkuat sinergi pendidikan vokasi melalui rapat kerja bersamadi Nararas Poultry, Jalan Raya Cikoneng No.175, Kabupaten Ciamis. Selasa (10/3/2026)
Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung implementasi Program Panca Waluya Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan menghadirkan pengawas SMK Wilayah XIII Jawa Barat, DR. Dadang, serta pelaku Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDIKA) Ir. H. Kuswara Suwarman, M.Sc, dan diikuti oleh para guru produktif dari sejumlah SMK peternakan di Kabupaten Ciamis.
Forum tersebut menjadi ruang strategis bagi sekolah-sekolah vokasi untuk merumuskan langkah bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan peternakan agar lebih selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDIKA), sekaligus mendukung pembangunan sektor pangan daerah.
Adapun sekolah yang terlibat dalam rapat kerja tersebut antara lain SMK IPP Ciamis, SMK Nurul Huda Sindangmukti, SMK Peternakan Ciamis, dan SMK Ma’arif NU Kawali.
Dalam pertemuan para peserta membahas sejumlah agenda penting, di antaranya persiapan pembentukan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Peternakan Kabupaten Ciamis, pembentukan tim Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) serta penguatan kompetensi guru produktif sebagai asesor dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi siswa SMK.
Selain itu, diskusi juga menyoroti sejumlah isu strategis terkait penguatan pendidikan vokasi di bidang peternakan, mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran, peningkatan minat siswa terhadap sektor peternakan, hingga penguatan jejaring kemitraan dengan dunia usaha.
Ir. H. Kuswara Suwarman, M.Sc yang hadir sebagai perwakilan DUDIKA menyampaikan kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan sektor pangan di masa depan.
Menurutnya, sektor peternakan memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kabupaten Ciamis, sehingga SMK yang memiliki kompetensi di bidang ini diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang profesional dan inovatif.
“SMK harus mampu menjadi motor penggerak lahirnya generasi muda yang memiliki keterampilan di bidang peternakan, sekaligus mendukung program kedaulatan pangan. Melalui sinergi antara sekolah, dunia usaha, dan pemerintah, pendidikan vokasi akan semakin relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah,” ujarnya.
Selain memperkuat kolaborasi dengan industri, kata Kuswara rapat kerja juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga pendidik melalui program upskilling dan reskilling, agar para guru mampu mengikuti perkembangan teknologi serta praktik peternakan modern yang terus berkembang.
Pengawas SMK Wilayah XIII Jawa Barat, DR. Dadang, menegaskan penguatan pendidikan vokasi merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan SMK agar siap terjun ke dunia kerja maupun menjadi wirausahawan di sektor peternakan.
“Melalui forum ini diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara lembaga pendidikan, pelaku usaha peternakan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, sehingga SMK dapat berperan lebih optimal dalam mendukung pembangunan sektor pangan serta penguatan ekonomi daerah,” ucapnya
Lebih lanjut Dadang menuturkan kegiatan juga menjadi bagian dari dukungan terhadap implementasi Program Panca Waluya Jawa Barat, yang menekankan pembangunan karakter dan kualitas sumber daya manusia yang cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.
“Dengan adanya rapat kerja ini, diharapkan lahir rumusan program bersama yang mampu memperkuat peran SMK dalam mencetak lulusan yang kompeten, produktif, dan siap berkontribusi bagi pengembangan sektor peternakan di Kabupaten Ciamis maupun di tingkat Provinsi Jawa Barat. (Nay Sunarti)




















