CIAMIS, deJurnal,- Di tengah isu kelangkaan dan kenaikan bahan bakar minyak (BBM), Pemerintah Kabupaten Ciamis memilih tidak tergesa-gesa mengambil kebijakan ekstrem.
Wacana work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) masih dikaji, sementara langkah efisiensi langsung diarahkan pada penggunaan kendaraan.
Bupati Ciamis, Dr. H Herdiat Sunarya, menyatakan pihaknya tidak serta-merta mengikuti kebijakan pusat tanpa mempertimbangkan kondisi di daerah.
Pernyataan itu disampaikannya usai menghadiri pembukaan bimbingan manasik haji tingkat Kabupaten Ciamis di Gedung Islamic Center, Rabu (1/4/2026).
Menurut Herdiat, kebijakan WFH pada dasarnya bertujuan untuk efisiensi, khususnya dalam menekan konsumsi BBM. Namun, penerapannya perlu dikaji agar tidak berdampak pada kinerja dan pelayanan publik.
“Kebijakan ini untuk efisiensi, terutama penghematan BBM. Tapi kita tidak langsung menerapkan. Kita kaji dulu apakah perlu WFH atau tetap bekerja seperti biasa,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemkab Ciamis memilih pendekatan yang lebih realistis. ASN tetap bekerja seperti biasa, namun diminta mulai mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi maupun kendaraan dinas.
Herdiat menjelaskan, ASN dapat menggunakan transportasi umum pada hari-hari tertentu. Sementara bagi yang memiliki jarak tempuh dekat, penggunaan sepeda menjadi alternatif yang dianjurkan.
“Bisa diatur, misalnya beberapa hari menggunakan angkutan umum. Yang dekat bisa bersepeda. Ini langkah efisiensi yang tidak mengganggu pekerjaan,” jelasnya.
Lebih lanjut Herdiat menegaskan, kebijakan efisiensi ini tidak boleh berdampak pada pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Yang paling penting, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu. Itu harga mati,” tegas Herdiat.
Dengan langkah tersebut, Herdiat berharap pendekatan tersebut mampu menjaga stabilitas pelayanan publik sekaligus merespons kondisi BBM secara bijak. (Nay Sunarti)

















