Dejurnal.com, Garut – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Harian Garut News berlangsung khidmat dan penuh makna di Gedung Pemuda Garut, Jalan Merdeka, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (30/6/2026). Selain menjadi momentum silaturahmi bagi insan pers, peringatan tersebut juga diisi dengan kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, Dewan Pembina Redaksi Harian Garut News, H. Aas Kosasih, menyampaikan apresiasi atas perjalanan media tersebut yang telah menginjak usia 13 tahun. Ia mengaku merasa bangga sekaligus bahagia dapat terus mendampingi perkembangan Harian Garut News sejak awal berdiri.
Menurutnya, sebagai Dewan Pembina Redaksi, dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk terus memberikan dukungan, motivasi, dan arahan agar Harian Garut News tetap konsisten menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional, independen, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
H. Aas menjelaskan bahwa terdapat tiga pesan penting yang selalu ia sampaikan kepada seluruh insan pers di lingkungan Harian Garut News.
Pertama, ia mengingatkan bahwa profesi wartawan merupakan profesi yang sangat mulia. Menurutnya, dalam perspektif sejarah Islam, tugas menyampaikan informasi memiliki kemuliaan tersendiri karena sejalan dengan misi para nabi dalam menyampaikan kebenaran kepada umat.
Ia menuturkan bahwa Nabi Muhammad SAW menyampaikan risalah Allah SWT kepada umat manusia, kemudian wahyu tersebut dicatat secara teliti oleh para sahabat, salah satunya Zaid bin Tsabit. Dari sejarah tersebut, lanjutnya, dapat dipetik pelajaran bahwa penyampai informasi memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kebenaran.
“Profesi wartawan adalah profesi yang mulia. Karena itu kehormatan profesi ini harus dijaga dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan kejujuran,” ujarnya.
Pesan kedua berkaitan dengan perjalanan Harian Garut News selama 13 tahun. H. Aas menilai media tersebut telah menunjukkan komitmen untuk tetap berada di jalur jurnalistik yang benar dan tidak terjebak dalam praktik-praktik yang dapat mencederai profesi kewartawanan.
Ia mengakui bahwa tantangan terbesar seorang wartawan adalah ketika dihadapkan pada godaan untuk mencari keuntungan dengan cara yang tidak sesuai dengan etika jurnalistik, seperti membuat berita sensasional atau mengejar kepentingan tertentu.
Namun, berdasarkan pengamatannya selama menjadi Dewan Pembina Redaksi, Harian Garut News dinilai mampu menjaga marwah profesi dengan tidak melakukan penyimpangan dalam pemberitaan.
“Alhamdulillah, selama saya menjadi Dewan Pembina Redaksi, saya tidak melihat adanya praktik-praktik yang menyimpang. Karena itu saya akan terus memberikan dukungan agar Garut News tetap istiqamah memberitakan hal-hal yang bermanfaat demi kemajuan Kabupaten Garut,” katanya.
Pesan ketiga yang disampaikan H. Aas adalah pentingnya menjaga kepedulian sosial. Ia mengaku bangga karena setiap peringatan hari jadi Harian Garut News tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata membantu masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, kegiatan santunan kepada fakir miskin, anak yatim piatu, dan masyarakat kurang mampu merupakan bentuk nyata bahwa media massa tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan.
Ia berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus dipertahankan sebagai tradisi positif yang menjadi ciri khas Harian Garut News setiap memperingati hari jadinya.
Lebih lanjut, H. Aas memberikan pesan khusus kepada seluruh wartawan agar senantiasa menjauhi berita bohong (hoaks), fitnah, maupun informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Ia mengingatkan bahwa fitnah merupakan perbuatan yang sangat berbahaya sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, sehingga setiap insan pers harus berhati-hati dalam mengolah dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Menurutnya, wartawan memiliki amanah besar karena setiap berita yang dipublikasikan akan memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap suatu persoalan.
Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh jurnalis untuk selalu mengedepankan prinsip verifikasi, keseimbangan informasi, dan akurasi sebelum menerbitkan sebuah berita.
Selain menghindari hoaks dan fitnah, H. Aas juga berharap media dapat lebih banyak menghadirkan pemberitaan yang memberikan optimisme kepada masyarakat, khususnya mengenai pembangunan daerah, kemajuan berbagai sektor, serta berbagai upaya pemerintah maupun masyarakat dalam membangun Kabupaten Garut.
“Pemberitaan yang baik akan melahirkan harapan. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang membangun optimisme sehingga mereka ikut berpartisipasi dalam pembangunan daerah,” ungkapnya.
Menutup penyampaiannya, H. Aas Kosasih mengajak seluruh keluarga besar Harian Garut News untuk terus menjaga semangat pengabdian melalui karya jurnalistik yang berkualitas, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Ia optimistis bahwa selama media tetap berjalan di atas nilai-nilai kebenaran, kejujuran, dan niat untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, maka setiap langkah yang dilakukan akan mendapat kemudahan dan keberkahan dari Allah SWT.
“Insya Allah, setiap langkah dan setiap niat baik yang kita lakukan akan diberikan jalan oleh Allah SWT. Apalagi jika jalan yang kita tempuh adalah jalan kebaikan demi memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.***Willy

















