CIAMIS, deJurnal,- Pengajian rutin bulanan Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM)-DMI Kabupaten Ciamis tidak hanya menjadi wadah memperkuat syiar Islam, tetapi juga melahirkan aksi nyata bagi masyarakat.
Pada kegiatan yang digelar di Dusun Susuru, Desa Kertajaya, Kecamatan Panawangan, Selasa (28/7/2026).
BKMM-DMI menyalurkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) kepada tiga keluarga kurang mampu dari tiga kecamatan di Kabupaten Ciamis.
Kegiatan yang mengusung semangat Gebyar Muharram tersebut dihadiri perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, BAZNAS Kabupaten Ciamis, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ketua TP-PKK Kabupaten Ciamis, jajaran Majelis Taklim Amaratussolihah PC BKMM se-Kabupaten Ciamis, serta ribuan jamaah dari 27 kecamatan.
Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Ciamis, Drs. H. Wawan Ruhyat, M.M., menyampaikan apresiasi atas kiprah BKMM-DMI yang terus berkontribusi dalam membangun masyarakat, tidak hanya melalui pembinaan keagamaan, tetapi juga lewat program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Wawan Ruhyat mengatakan majelis taklim merupakan pilar penting dalam membangun masyarakat yang religius, berkarakter, dan berbudaya.
Menurutnya, sinergi BKMM-DMI dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis sejalan dengan upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berlandaskan nilai keagamaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
“Program Rutilahu merupakan salah satu ikhtiar memenuhi hak dasar masyarakat untuk memiliki tempat tinggal yang layak, sehat, dan aman. Kami mengucapkan selamat kepada para penerima bantuan. Semoga bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga rumah menjadi lebih nyaman dan bermartabat,” ujar Wawan.
Ia juga mengingatkan agar bantuan tersebut dikelola secara bertanggung jawab dengan mengedepankan budaya gotong royong yang telah menjadi ciri khas masyarakat Ciamis.
Menurutnya, penyelesaian persoalan kemiskinan dan rumah tidak layak huni membutuhkan kolaborasi semua pihak. Karena itu, pemerintah menyambut baik peran organisasi keagamaan yang mampu menggerakkan kepedulian sosial melalui jaringan majelis taklim hingga tingkat desa.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menitipkan tiga pesan kepada masyarakat, yakni menjaga keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, menjaga anak cucu agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, serta menjaga kelestarian alam sebagai amanah yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.
Pada kegiatan itu, BKMM-DMI Kabupaten Ciamis menyerahkan bantuan Rutilahu kepada tiga penerima, masing-masing senilai Rp15 juta, yakni Ny. Acah dari Desa Tanjungmulya, Kecamatan Panumbangan, Ny. Risma Uli Silalahi dari Desa Sukamantri, Kecamatan Sukamantri, dan Ny. Inah Nur Hasanah dari Dusun Susuru, Desa Kertajaya, Kecamatan Panawangan.
Ketua PD BKMM Kabupaten Ciamis, Hj. Talbiyah Munadi, S.H., mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil penghimpunan infak anggota majelis taklim yang dikumpulkan secara rutin melalui pengajian bulanan.
Ia menjelaskan, penerima bantuan dipilih berdasarkan usulan pengurus BKMM di tingkat kecamatan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi, kelayakan rumah, serta keaktifan mengikuti pengajian.
Seluruh usulan juga dilengkapi surat keterangan tidak mampu, dokumen administrasi, dan dokumentasi kondisi rumah sebelum diverifikasi.
“Program Rutilahu ini telah berjalan selama 12 tahun. Alhamdulillah seluruh pembiayaannya berasal dari infak para anggota majelis taklim. Selain bantuan dana, proses pembangunan juga didukung semangat gotong royong masyarakat, mulai dari tenaga tukang hingga bantuan konsumsi,” ujar Talbiyah.
Ia berharap gerakan kepedulian yang lahir dari majelis taklim tersebut dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat kurang mampu yang merasakan manfaatnya.
“Meski peringatan Tahun Baru Islam telah memasuki bulan Safar, semangat fastabiqul khairat harus terus dijaga. Kami ingin majelis taklim tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga menjadi penggerak kepedulian sosial di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Saat ini BKMM Kabupaten Ciamis membina 79 kelompok majelis taklim yang aktif melaksanakan pengajian rutin sekaligus menggerakkan berbagai kegiatan sosial sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. (Nay Sunarti)

















