CIAMIS, deJurnal,- Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil pada industri perunggasan, keberadaan sekolah vokasi yang secara khusus mencetak sumber daya manusia (SDM) di sektor tersebut justru masih sangat terbatas.
Kondisi itu menjadi perhatian dalam diskusi penguatan pendidikan vokasi yang digelar di SMK Industri Perunggasan Panjalu (SMK IPP) Ciamis, Senin (27/7/2026).
Berlokasi di kawasan kaki Gunung Sawal, sekolah tersebut menjadi satu-satunya SMK di wilayah Priangan Timur yang memiliki kompetensi keahlian khusus di bidang perunggasan.
Namun di balik peluang besar yang dimiliki, sekolah masih menghadapi tantangan, mulai dari rendahnya minat masyarakat hingga keterbatasan jumlah lulusan yang belum mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Diskusi menghadirkan pakar pendidikan sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Dr. H. Toto Marwoto, M.Pd., serta diikuti unsur Yayasan Nurul Huda Sindangmukti, komite sekolah, kepala sekolah, dewan guru, pengawas sekolah, dan para siswa.
Dalam pemaparannya, Toto Marwoto menilai pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional melalui penyediaan SDM sektor peternakan unggas.
Menurutnya, keberhasilan lulusan tidak cukup hanya ditentukan oleh kemampuan akademik dan keterampilan teknis, tetapi juga harus dibangun melalui karakter yang kuat.
“Kompetensi harus dibarengi disiplin, integritas, tanggung jawab, budaya hidup bersih, serta komitmen dalam bekerja. Karakter menjadi modal utama ketika lulusan memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peserta didik memiliki cita-cita yang jelas sejak dini. Selain itu, wawasan kebangsaan, pemerintahan, dan politik juga perlu diperkuat agar generasi muda memiliki perspektif yang utuh sebagai warga negara.
Menurut Toto, pembangunan daerah membutuhkan SDM yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dan tantangan pembangunan di masa depan.
Sekolah Swasta Hadapi Tantangan
Dalam forum tersebut, pihak yayasan, komite sekolah, dan dewan guru turut menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi sekolah swasta, terutama dalam menjaga keberlanjutan pendidikan bagi masyarakat pedesaan.
Mereka berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan sekolah swasta yang selama ini berkontribusi meningkatkan akses pendidikan, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
SMK IPP Ciamis, menurut mereka, didirikan bukan semata sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah pedesaan.
Asrama Dinilai Jadi Solusi
Pengawas Sekolah yang juga Kepala Desa Kertamandala, Amas, menilai peluang pengembangan SMK IPP Ciamis masih sangat terbuka.
Menurutnya, pembangunan asrama menjadi salah satu kebutuhan mendesak agar sekolah mampu menjaring peserta didik dari luar Kabupaten Ciamis.
Ia menjelaskan, dari sisi pembelajaran praktik, sekolah telah mendapat dukungan berbagai mitra dunia usaha dan dunia industri, di antaranya CV Tanjungmulya Group, PT SRF, PT Jabal Nur, Naratas Group, hingga GOPAN.
“Dengan dukungan fasilitas penunjang yang lebih memadai, saya optimistis jumlah peserta didik dapat terus meningkat,” katanya.
Siapkan Revitalisasi Sekolah
Kepala SMK IPP Ciamis, Adisty Risnawaty, S.Pt., M.M., mengatakan sekolah yang dipimpinnya berkomitmen mencetak lulusan yang kompeten, berkarakter, berjiwa wirausaha, serta siap memenuhi kebutuhan industri perunggasan.
Ia mengungkapkan, saat ini SMK IPP Ciamis bersama Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII Provinsi Jawa Barat tengah mengupayakan revitalisasi sekolah secara menyeluruh.
Revitalisasi tersebut meliputi penguatan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas tenaga pendidik, hingga pengembangan sistem pembelajaran berbasis kebutuhan industri.
“Kami meyakini, dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, SMK IPP Ciamis dapat berkembang menjadi pusat pendidikan vokasi perunggasan yang unggul, tidak hanya di Kabupaten Ciamis tetapi juga di Jawa Barat,” ujar Adisty.
Perkuat SDM untuk Ketahanan Pangan
Ketua Yayasan Nurul Huda Sindangmukti, Kuswara Suwarman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian terhadap pengembangan SMK IPP Ciamis, khususnya kepada Dr. H. Toto Marwoto beserta seluruh peserta diskusi.
Ia mengatakan, forum tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat pendidikan vokasi sebagai bagian dari upaya mencetak tenaga kerja terampil yang mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus mendukung ketahanan pangan.
“Investasi terbaik bagi masa depan daerah adalah pendidikan. Ketika pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat berjalan bersama, maka akan lahir sumber daya manusia unggul yang mampu memperkuat daya saing daerah sekaligus menopang ketahanan pangan nasional,” kata Kuswara.
Melalui penguatan pendidikan vokasiperunggasan, SMK IPP Ciamis diharapkan mampu menjadi pusat lahirnya tenaga kerja profesional yang siap mengisi kebutuhan industri sekaligus mendukung pengembangan sektor peternakan unggas sebagai salah satu potensi ekonomi strategis di Kabupaten Ciamis. (Nay Sunarti)















