Dejurnal.com,Purwakarta — Membangun lingkungan sekolah yang ramah anak tidak selalu harus dimulai dari program besar. Di SMAN 1 Pasawahan, Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Purwakarta, suasana hangat justru dibangun dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap pagi, yakni menyambut kedatangan siswa dengan salam dan sapa.
Sebelum proses pembelajaran dimulai, para siswa yang datang ke sekolah mendapatkan sambutan dari pihak sekolah. Senyum, salam, dan sapaan menjadi bagian dari rutinitas pagi yang diharapkan mampu menciptakan suasana nyaman sekaligus menumbuhkan rasa dihargai bagi setiap peserta didik.
Kepala SMAN 1 Pasawahan Purwakarta, Nurohman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan rutinitas yang dilakukan setiap pagi sebelum siswa mengikuti proses belajar mengajar.
“Setiap pagi sebelum memulai proses belajar, kami menyambut siswa yang hadir di sekolah dengan salam dan sapa. Ini menjadi bagian dari upaya kami menciptakan lingkungan sekolah yang ramah dan nyaman bagi anak,” ujar Nurohman, Jumat 11 September 2026.
Menurutnya, sapaan sederhana yang diberikan kepada siswa memiliki makna penting. Sekolah bukan hanya tempat untuk mengejar prestasi akademik, tetapi juga ruang bagi anak untuk tumbuh, belajar bersosialisasi, membangun karakter, serta merasa aman dan diterima.
Melalui kebiasaan tersebut, pihak sekolah berupaya membangun kedekatan antara guru dan siswa. Dengan suasana yang lebih hangat sejak pagi, diharapkan siswa dapat memulai aktivitas belajar dengan perasaan positif dan semangat yang lebih baik.
“Ketika anak datang ke sekolah dengan perasaan nyaman, kemudian disambut dengan senyum dan sapaan, tentu akan memberikan energi positif. Kami ingin sekolah menjadi tempat yang menyenangkan bagi mereka untuk belajar dan berkembang,” tambahnya.
Langkah sederhana SMAN 1 Pasawahan tersebut menjadi gambaran bahwa konsep sekolah ramah anak dapat diwujudkan melalui kepedulian yang hadir dalam keseharian. Sebab, terkadang perhatian kecil berupa salam, senyum, dan sapaan mampu memberikan kesan besar bagi seorang anak.
Di balik rutinitas pagi itu, tersimpan pesan bahwa setiap siswa memiliki arti dan tempat yang penting di lingkungan sekolah. Pendidikan pun tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui keteladanan, komunikasi, kepedulian, dan hubungan yang manusiawi.
SMAN 1 Pasawahan Purwakarta terus berupaya menjadikan sekolah bukan sekadar tempat menuntut ilmu, tetapi juga rumah kedua yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik.***budi



















