Dejurnal.com, Bandung – Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya ChatGPT, menjadi salah satu materi penting dalam Seminar Rapat Kerja (Raker) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung Tahun 2026. Teknologi AI dinilai dapat membantu wartawan mempercepat proses kerja jurnalistik tanpa mengabaikan prinsip verifikasi dan akurasi berita.
Materi bertajuk ChatGPT untuk Wartawan tersebut disampaikan Adhi Nur Indra, S.IP., dalam seminar yang menjadi bagian dari rangkaian Raker PWI Kabupaten Bandung, Selasa-Rabu (29-30/9/2026), di Patuha Resort, Ciwidey, Kabupaten Bandung.
Dalam pemaparannya, Adhi Nur Indra yang merupakan Pranata Humas Ahli Muda sekaligus Pembina Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bandung, mengajak para wartawan untuk mulai memanfaatkan ChatGPT sebagai salah satu perangkat pendukung pekerjaan jurnalistik di era digital.
Menurutnya, kehadiran teknologi AI membuka peluang bagi wartawan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam memproduksi berita. ChatGPT dapat dimanfaatkan untuk membantu mengembangkan ide tulisan, menyusun kerangka berita, mengolah bahan wawancara, hingga memperbaiki struktur dan bahasa tulisan.
Namun, pemanfaatan teknologi tersebut harus tetap disertai sikap kritis dan tanggung jawab jurnalistik. Wartawan tidak boleh sepenuhnya menyerahkan proses penulisan berita kepada AI, terlebih dalam memastikan kebenaran informasi.
AI Membantu, Wartawan Tetap Memegang Kendali
Dalam konteks kerja jurnalistik, ChatGPT dapat menjadi asisten digital yang membantu meringankan pekerjaan wartawan, terutama ketika harus mengolah banyak informasi dalam waktu terbatas.
Meski demikian, teknologi AI bukan pengganti peran wartawan. Proses peliputan, penggalian informasi, konfirmasi kepada narasumber, serta verifikasi fakta tetap menjadi tanggung jawab insan pers.
Wartawan juga perlu memahami bahwa hasil yang dihasilkan AI belum tentu sepenuhnya benar. Karena itu, setiap informasi yang diperoleh melalui ChatGPT harus diperiksa kembali dengan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pemanfaatan AI secara tepat diharapkan dapat membantu wartawan menghasilkan karya jurnalistik yang lebih efektif, tanpa mengorbankan akurasi, independensi, dan etika jurnalistik.
Mendorong Adaptasi Insan Pers di Era Digital
Keterlibatan Adhi Nur Indra sebagai pemateri dalam seminar tersebut sejalan dengan kiprahnya di bidang komunikasi dan informasi publik di Kabupaten Bandung.
Sebagai Pembina KIM, ia aktif melakukan pembinaan dan bimbingan teknis untuk meningkatkan kapasitas kelompok informasi masyarakat di berbagai kecamatan dan desa. Melalui pembinaan tersebut, KIM didorong menjadi garda terdepan dalam menyebarluaskan informasi positif sekaligus membantu menangkal penyebaran hoaks di lingkungan masyarakat.
Pengalamannya di bidang kehumasan dan pembinaan informasi masyarakat juga menjadi bekal dalam berbagi pengetahuan mengenai perkembangan teknologi komunikasi, termasuk pemanfaatan AI bagi insan pers.
Seminar yang digelar PWI Kabupaten Bandung ini menjadi ruang bagi wartawan untuk memperluas wawasan sekaligus memahami perubahan pola kerja jurnalistik di tengah perkembangan teknologi digital.
Melalui materi yang disampaikan Adhi Nur Indra, peserta diajak melihat ChatGPT bukan sebagai ancaman bagi profesi wartawan, melainkan sebagai teknologi pendukung yang dapat dimanfaatkan secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab.
Dengan demikian, wartawan diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sekaligus tetap menjaga profesionalisme dan kepercayaan publik terhadap produk jurnalistik.***Sopandi




















